2026年9月10日

Perusahaan Chip AI Baidu Melaju Menuju IPO, Menempati Peringkat Kedua Pengiriman Domestik di Tiongkok

Satu lagi perusahaan chip buatan dalam negeri bersiap melangkah ke IPO di Hong Kong! Selama libur Ta...

Satu lagi perusahaan chip buatan dalam negeri bersiap melangkah ke IPO di Hong Kong!

Selama libur Tahun Baru, Baidu tiba-tiba mengumumkan bahwa Kunlunxin telah mengajukan permohonan pencatatan saham ke Bursa Efek Hong Kong (HKEX). Begitu kabar ini keluar, pasar langsung merespons positif—harga saham Baidu sempat melonjak lebih dari 8% pada hari yang sama.

Kunlunxin awalnya lahir dari internal Baidu. Karena perkembangannya dinilai solid, sejak 2021 perusahaan ini mulai menjalankan pendanaan dan operasional secara lebih mandiri. Saat ini Baidu memegang 59,45% saham Kunlunxin, dan setelah listing independen pun, Kunlunxin tetap akan berstatus sebagai anak perusahaan (subsidiary) Baidu.

Pendanaan terbaru Kunlunxin terjadi pada Juli 2025, dengan valuasi sekitar RMB 21 miliar. Selain Baidu, jajaran investornya dikabarkan mencakup Shanghe Momentum Capital, Shanxi Securities Investment, serta BYD, dan pihak lainnya.

Masuknya Kunlunxin ke barisan IPO juga kembali memanaskan pembahasan soal gelombang pencatatan perusahaan chip domestik. Sebelumnya, ada MetaX dan Moore Threads yang sudah melantai di STAR Market, serta Biren Technology yang dikabarkan baru saja mencatatkan saham di Hong Kong. Di sisi lain, Enflame Technology baru menyelesaikan proses bimbingan (counseling) IPO, sementara sejumlah pemain lain seperti Tianshu Zhixin juga disebut-sebut memilih jalur Hong Kong.

Chip domestik tampaknya benar-benar sedang menyalakan “pertarungan pertama” di awal tahun.

Detail IPO Kunlunxin di Hong Kong

Berdasarkan pengumuman terbaru Baidu, Kunlunxin (Beijing) Technology Co., Ltd. (selanjutnya disebut Kunlunxin) pada 1 Januari 2026 telah mengajukan permohonan pencatatan saham papan utama di HKEX melalui skema pengajuan rahasia (confidential filing).

Artinya, HKEX sudah mulai meninjau dokumen aplikasi, namun rincian isi pengajuan belum dibuka ke publik.

Bagi banyak perusahaan, pendekatan ini tergolong standar dan sangat hati-hati—tidak membuka data keuangan terlalu dini, tidak membocorkan detail bisnis sensitif, dan tidak “mengunci” jadwal secara publik.

Dari informasi terbatas yang disampaikan, fokus utama Baidu jelas tertuju pada satu kata kunci: pemisahan (spin-off).

Sejak 2021, Kunlunxin memang sudah menapaki jalur operasi mandiri. Saat itu, Baidu memutuskan memisahkan bisnis chip menjadi entitas independen bernama Kunlunxin Technology Co., Ltd., sekaligus melakukan pendanaan mandiri pertama dengan valuasi mencapai RMB 13 miliar.

Langkah tersebut pada dasarnya sudah menjadi fondasi bagi rencana IPO hari ini.

Karena dalam pengumuman juga ditegaskan, HKEX telah menyetujui Baidu untuk melanjutkan proses sesuai usulan pemisahan yang diajukan.

Setelah pemisahan selesai, Baidu tetap akan mempertahankan posisi sebagai pemegang saham pengendali. Namun, Kunlunxin akan resmi menjadi perusahaan publik dengan identitas independen.

Dengan kata lain, setelah beberapa tahun “berjalan di balik layar”, Kunlunxin kini benar-benar melangkah ke panggung utama.

Mengapa Baidu memisahkan Kunlunxin?

Kali ini, Baidu juga menjelaskan alasan pemisahan dengan lebih spesifik. Intinya sederhana:

Agar Kunlunxin bisa dilihat secara terpisah.

Pertama, dari sisi nilai, pemisahan memudahkan pasar memberi valuasi yang lebih “murni”. Dengan listing independen, nilai bisnis dan kinerja finansial Kunlunxin dapat ditampilkan secara berdiri sendiri, sehingga investor bisa menilai perusahaan ini secara lebih objektif.

Saat Kunlunxin masih “tercampur” dalam valuasi bisnis internet Baidu yang luas, keunikan dan pertumbuhan cepatnya sebagai perusahaan chip AI terkemuka berpotensi tertutupi. Dengan listing terpisah, pasar dapat melakukan valuasi spesialis yang lebih tepat—yang pada akhirnya berpotensi menaikkan nilai aset dan memperkuat ekuitas pemegang saham Baidu.

Kedua, dari sisi investor, pemisahan membantu menarik kelompok investor yang memang fokus pada chip AI, sistem software-hardware, serta komputasi dasar (foundational compute). Ini memungkinkan Kunlunxin mengakses pasar modal ekuitas maupun utang secara lebih langsung dan mandiri, guna mendukung kebutuhan investasi R&D chip AI yang besar dan berkelanjutan.

Status sebagai perusahaan publik independen juga dapat meningkatkan citra perusahaan di mata pelanggan, pemasok, dan calon mitra strategis. Hal ini penting agar Kunlunxin bisa beroperasi lebih terbuka sebagai pemasok yang relatif “netral”, dan memperluas pasar di luar ekosistem Baidu—tepat seperti target yang telah disiapkan sejak 2021.

Ketiga, dari sisi tata kelola dan alokasi sumber daya, pemisahan membuka jalur pendanaan independen, memperkuat posisi tawar, sekaligus membuat Baidu dapat lebih fokus dalam pengelolaan sumber daya untuk bisnis intinya.

Pemisahan juga mengikat tanggung jawab dan akuntabilitas manajemen dengan kinerja operasional dan finansial masing-masing entitas. Ini berarti tim manajemen Kunlunxin akan lebih “terikat” pada performa perusahaan, sementara Baidu bisa mengoptimalkan strategi dan alokasi dananya—mendorong Kunlunxin untuk membangun kemampuan “self-funding” lewat pasar modal.

Kesimpulannya, pemisahan ini bukan keputusan mendadak, melainkan kelanjutan strategi Baidu yang sudah dibangun sejak 2021.

Struktur penawaran dan pengaturan bagi pemegang saham

Menurut pengumuman, IPO ini direncanakan melalui penawaran global, termasuk:

( i ) penawaran umum saham Kunlunxin di Hong Kong untuk investor ritel, dan

( ii ) penempatan saham kepada investor institusi dan profesional.

HKEX juga telah menyetujui pengecualian atas kewajiban Baidu untuk menyediakan jatah penjaminan (assured entitlement) bagi pemegang saham Baidu yang sudah ada.

Artinya, pemegang saham Baidu tidak memiliki hak prioritas untuk membeli saham Kunlunxin.

Meski demikian, kenaikan harga saham Baidu setelah kabar ini muncul menunjukkan pasar tetap memberi sinyal positif terhadap nilai Kunlunxin.

Lalu pertanyaannya: apa yang membuat Kunlunxin layak “dipisahkan” dan disorot sendiri oleh pasar?

Jawabannya berawal dari “DNA” Kunlunxin.

Lahir dari internal Baidu, dipimpin Ouyang Jian

Jika harus dirangkum dalam satu kalimat, titik awal Kunlunxin adalah ini:

Kunlunxin bukan lahir untuk “menjual chip”, tetapi untuk membuat komputasi menjadi lebih terjangkau.

CEO Baidu Robin Li pernah menyampaikan pada 2023 bahwa Kunlunxin pada dasarnya lahir demi efisiensi biaya. Saat Baidu mengembangkan mesin pencari, membeli chip pihak lain sangat mahal—hingga akhirnya mendorong Baidu membuat chip sendiri.

Cikal bakal Kunlunxin dapat ditelusuri ke 2011, ketika Baidu secara internal dan cukup “senyap” memulai proyek akselerator AI berbasis FPGA.

FPGA (field-programmable gate array) adalah jenis chip yang dapat dikonfigurasi ulang melalui perangkat lunak, berada di antara CPU umum dan ASIC khusus. Keunggulannya jelas: tidak perlu langsung melakukan tape-out sekali jadi, risiko R&D lebih rendah, siklus desain lebih singkat, dan fleksibilitas sangat tinggi.

Bagi Baidu saat itu, FPGA memungkinkan validasi cepat terhadap kelayakan chip AI buatan sendiri dengan biaya minimal. Ouyang Jian, yang kala itu memimpin proyek chip AI khusus Baidu, pernah menjelaskan bahwa meskipun GPU kuat, efisiensi energi dan biaya masih belum sepenuhnya memenuhi target Baidu.

Karena itu, FPGA—yang dapat diprogram, berdaya rendah, dan memiliki kemampuan komputasi paralel tinggi—mulai menjadi fokus para insinyur Baidu.

Hingga 2017, Baidu telah memasang lebih dari 12.000 unit FPGA secara internal, menjadi salah satu implementasi berskala terbesar di industri.

Berbekal pengalaman tersebut, pada tahun yang sama Baidu juga memperkenalkan arsitektur XPU buatan sendiri di konferensi chip bergengsi Hot Chips, yang kemudian menjadi fondasi teknologinya.

Dengan fondasi XPU ini, Baidu secara resmi meluncurkan proyek Kunlun pada 2018—beralih dari eksplorasi FPGA menuju pengembangan chip AI yang lebih terarah. Pada Baidu AI Developer Conference tahun itu, Baidu memperkenalkan “Kunlun 1”, chip AI cloud berbasis arsitektur XPU.

“Kunlun 1” menggunakan proses 14nm, berfokus pada tugas inferensi AI, dan kala itu disebut memiliki performa yang kompetitif. Setelah diperkenalkan pada 2018, chip ini kemudian memasuki produksi massal dan penerapan skala besar dalam kurun dua tahun berikutnya.

Dengan rangkaian kemajuan tersebut, Baidu pun mulai mendorong agenda pemisahan. Pada April 2021, “Kunlunxin (Beijing) Technology Co., Ltd.” resmi menyelesaikan pendanaan putaran pertama sebagai entitas independen, dan Ouyang Jian—arsitek chip utama Baidu—menjabat sebagai CEO.

Ini menjadi titik balik penting: dari proyek internal menjadi entitas pasar yang berdiri sendiri.

Akselerasi setelah independen: lini produk, klaster, dan roadmap

Setelah mandiri, Kunlunxin seperti “ditekan tombol akselerasi”, terutama di dua area.

Pertama, tidak lagi hanya satu chip. Dengan arsitektur XPU sebagai inti, Kunlunxin dengan cepat membangun portofolio lengkap dari cloud hingga edge.

Produk-produknya mencakup kartu akselerator AI dan server untuk data center, AI appliance terintegrasi untuk skenario tertentu, hingga perangkat edge computing untuk terminal—membentuk kemampuan pengiriman full-stack yang menggabungkan perangkat keras dan perangkat lunak.

Kedua, skalabilitas komputasi terus ditingkatkan. Di sisi cloud, kartu akselerator R300/P800 berbasis chip generasi ketiga disebut menjadi produk utama. Kunlunxin juga dilaporkan berhasil mengirimkan klaster AI skala “10 ribu kartu” (ten-thousand-card).

Pada akhir 2025, Kunlunxin mengungkap roadmap generasi berikutnya:

M100, dioptimalkan untuk inferensi skala besar, dijadwalkan rilis pada 2026;

M300, ditujukan untuk pelatihan dan inferensi model multimodal ultra-besar, diperkirakan rilis pada 2027.

Secara keseluruhan, perjalanan Kunlunxin menunjukkan jalur strategi yang konsisten: berangkat dari kebutuhan internal, berkembang menjadi entitas komersial mandiri dengan portofolio produk, dan kini memanfaatkan pasar modal untuk bersaing pada level yang lebih luas.

Hingga saat ini, pendanaan terbaru Kunlunxin masih tercatat pada Juli 2025 dengan valuasi sekitar RMB 21 miliar. Menjelang kabar IPO, pada 16 Desember 2025 perusahaan juga melakukan perubahan registrasi, mengganti nama menjadi “Kunlunxin (Beijing) Technology Co., Ltd.” (perusahaan berbentuk joint-stock), serta menaikkan modal terdaftar dari sekitar RMB 21,28 juta menjadi RMB 400 juta—kenaikan sekitar 1.780%.

Menurut proyeksi Morgan Stanley, pendapatan Kunlunxin diperkirakan melesat dari sekitar RMB 1,3 miliar pada 2025 menjadi RMB 8,3 miliar pada 2026, naik sekitar 6 kali lipat. Jika memakai estimasi price-to-sales rata-rata 10x, valuasi perusahaan berpotensi menembus RMB 80 miliar, yang juga dapat meningkatkan nilai ekonomis dari 59,45% kepemilikan Baidu secara signifikan.

Di balik semua perkembangan ini, figur CEO Ouyang Jian selalu hadir. Ia adalah salah satu perancang awal jalur teknologi Kunlunxin sekaligus tokoh kunci yang membawa perusahaan memasuki fase operasi mandiri.

Berdasarkan informasi publik, Ouyang Jian lulus S1 dari Beihang University dan meraih gelar master dari University of Science and Technology of China. Ia telah lama berfokus pada arsitektur komputasi dan chip berperforma tinggi—seorang pemimpin teknis dengan latar belakang engineer yang kuat.

Gelombang IPO chip domestik semakin menguat

Seperti disinggung di awal, IPO Kunlunxin bukan kasus tunggal.

Dari akhir tahun lalu hingga sekarang, sejumlah perusahaan chip domestik bergerak cepat menuju pasar modal. Jika dilihat per tahap, kurang lebih terbagi menjadi:

Yang sudah melantai: MetaX dan Moore Threads (GPU berperforma tinggi), serta Biren Technology yang baru saja ramai dibicarakan karena kabar positif terkait listing;

Yang sudah menyelesaikan bimbingan: Enflame Technology, yang fokus pada komputasi AI cloud, dikabarkan menuntaskan bimbingan IPO STAR Market pada akhir 2025;

Yang sejalur menuju Hong Kong: produsen GPU umum Tianshu Zhixin juga disebut memilih jalur HKEX dan mulai mempercepat proses IPO.

Banyak pihak menilai, setelah beberapa tahun investasi R&D yang sangat intens, produk para pemain chip AI terdepan telah memasuki fase implementasi berskala dan pertumbuhan pendapatan yang cepat.

Karena itu, keputusan serentak untuk masuk pasar modal punya tujuan yang sangat jelas: menyiapkan “amunisi” untuk fase pengembangan berikutnya, sekaligus mempertahankan keunggulan.

Dari sisi reaksi pasar, banyak investor juga memberikan “suara kepercayaan” awal—sebagaimana euforia yang pernah mengiringi listing Moore Threads yang masih segar dalam ingatan.

Dan yang patut dicatat: dibanding sejumlah pemain lain, volume pengiriman Kunlunxin juga konsisten berada di papan atas.

Peringkat pengiriman: Kunlunxin termasuk yang terdepan

Menurut laporan IDC tentang pengiriman chip komputasi akselerasi di Tiongkok pada 2024, Nvidia menguasai sekitar 70% pangsa pengiriman dengan volume lebih dari 1,9 juta unit.

Di luar Nvidia, peringkat pemain domestik disebut sebagai berikut: Huawei Ascend sekitar 640.000 unit di posisi pertama, disusul Kunlunxin 69.000 unit, Tianshu 38.000 unit, Cambricon 26.000 unit, MetaX 24.000 unit, dan Enflame 13.000 unit.

Apa pun hasil akhir proses listing nanti, satu hal sudah jelas: konfirmasi IPO Kunlunxin telah menambah panas pada “demam chip” domestik.

Pertunjukan besar baru saja dimulai.

接著讀