2026年9月10日

Murid Guardiola! Chelsea Pecat 4 Manajer dalam 4 Tahun dengan Kompensasi £39 Juta, Maresca Rela Lepas £14 Juta

Dulu, Premier League pernah diramaikan “duel” Guardiola vs Mourinho. Kini, Pep Guardiola masih kokoh...

Dulu, Premier League pernah diramaikan “duel” Guardiola vs Mourinho. Kini, Pep Guardiola masih kokoh memimpin Manchester City, sementara José Mourinho sudah beberapa kali diberhentikan oleh klub-klub dari liga yang berbeda—hingga dikenal sebagai salah satu pelatih dengan total uang kompensasi pemutusan kontrak terbesar dalam sejarah sepak bola. Sebaliknya, Guardiola sepanjang karier kepelatihannya sejauh ini belum pernah dipecat. Menariknya, Enzo Maresca—yang kerap disebut sebagai pelatih beraliran Guardiola—juga tampil sebagai sosok yang “berbeda” di dunia kepelatihan modern.

Sejak Clearlake Capital mengambil alih Stamford Bridge dan Chelsea memasuki era pasca-Abramovich, The Blues tercatat sudah memecat empat pelatih hanya dalam kurun empat tahun: Thomas Tuchel, Graham Potter, Mauricio Pochettino, dan Maresca. Total kompensasi yang harus dibayarkan klub disebut mencapai £39 juta. Namun, yang paling menyita perhatian adalah keputusan Maresca yang dikabarkan rela melepas kompensasi hingga £14 juta dengan memilih pergi secara sukarela.

Rincian kompensasi pemecatan pelatih Chelsea pada era Todd Boehly disebut sebagai berikut:

Tuchel: diberhentikan pada 2022 — kompensasi £13 juta.

Potter: diberhentikan pada 2023 — kompensasi £13 juta.

Pochettino: diberhentikan pada 2024 — kompensasi £13 juta.

Di era pasca-Abramovich, Chelsea seakan melanjutkan tradisi “ganti pelatih” dengan tempo yang sangat cepat—praktis satu pelatih per tahun. Namun berbeda dari kisah yang sering terjadi, ketika pelatih memilih bertahan demi menunggu uang pesangon, Maresca justru mengambil jalan lain: mundur dengan cara terhormat, bahkan setelah disebut sukses membawa tim meraih gelar ganda UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub.

Pelatih yang memilih menjaga profesionalisme, menolak “mengambil jalan mudah” demi uang kompensasi, dan tetap mengedepankan sikap sportif seperti ini biasanya tidak akan kekurangan peminat. Dengan reputasi dan karakter seperti itu, Maresca diyakini akan tetap punya banyak opsi untuk melanjutkan kariernya.

接著讀

Dari “Enam Kali Juara” ke “Ikon Global”: Mengapa “Evergreen Serba Bisa” LeBron James Telah Melampaui Jordan

Perdebatan tentang NBA Greatest of All Time (GOAT) antara Michael Jordan dan LeBron James sudah lama berlangsung. Baru-baru ini, daftar “100 Pemain Terbaik” kembali memanas setelah menempatkan Jordan hanya satu suara di atas James. Meski puncak dominasi Jordan sulit ditiru, perolehan statistik dan penghargaan LeBron yang tak henti-hentinya telah membentuk warisan yang lebih matang—dan bertahan lebih lama.

420 天前