2026年9月10日

Zhang Shuihua: Malu di Meja Makan, Tangguh di Lintasan

Setelah Marathon Chongqing 2026, di mana ia finis ke-4 kategori wanita domestik dengan waktu 2:30:51...

Setelah Marathon Chongqing 2026, di mana ia finis ke-4 kategori wanita domestik dengan waktu 2:30:51, “perawat tercepat” Zhang Shuihua diminta teman-temannya untuk memberi beberapa kata. Wajahnya memerah dan gugup, ia akhirnya hanya berkata: “Saya tidak bisa, saya tidak pandai berbicara, hanya sedikit kata saja.”

Dengan memegang gelas dan pandangan menghindar, ia bahkan tak bisa menyelesaikan baris puisi yang dipersiapkan: “Perahu ringan telah melewati ribuan gunung.” Rasa malu ini nyata—bukan sandiwara. Ia tidak mahir bersosialisasi, tidak suka menjilat, dan tak punya maksud tersembunyi. Bahkan percakapan ringan pun sering membuatnya kikuk. Namun kesederhanaan inilah yang membuatnya berbicara dengan langkah kakinya di lintasan.

Di dunia maya, kesederhanaan ini sering disalahtafsirkan sebagai egois dan angkuh. Orang hanya melihat potongan video, tanpa memahami perjuangannya saat lomba di masa menstruasi atau saat kaki terasa panas. Kontroversi telah lama dijernihkan, namun label negatif tetap melekat.

Faktanya, Zhang Shuihua adalah “pemberi gelombang” bagi komunitas marathon. Siaran langsung Marathon Chongqing mencatat rekor penonton, delapan dari sepuluh komentar menanyakan tentangnya. Karena dia, atlet lain seperti juara National Games Zhang Deshun, ikon marathon Li Meizhen, hingga pelari amatir Huang Xuemei dan Zhu Qing dikenal publik di luar komunitas lari.

Kontrasnya nyata: di internet, ia digambarkan sebagai perhitungan; dalam kenyataan, ia pemalu, tulus, dan murni. Ucapan kikuknya di meja makan adalah bukti—dia bukan penjahat dramatis, hanya pelari biasa yang berbicara lewat langkahnya, lebih sederhana dan polos daripada yang dibayangkan orang.

接著讀