2026年9月10日

Ingin meniru model pertambangan Tiongkok, mampukah AS mewujudkan rencananya?

(Washington, 5 Februari)Menanggapi pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai program...

(Washington, 5 Februari)
Menanggapi pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai program cadangan mineral kritis senilai US$12 miliar yang dikenal sebagai “Project Vault”, sejumlah komentar media AS menilai kebijakan ini pada dasarnya meniru pendekatan China yang sudah ada. Namun, efektivitas jangka panjangnya dalam sistem Amerika Serikat masih belum dapat dipastikan.

China telah lama menggunakan kekuatan negara untuk mengamankan pasokan mineral dan mengubahnya menjadi alat pengaruh geopolitik. Keberhasilan strategi tersebut didukung oleh kebijakan yang konsisten, modal industri berjangka panjang, serta kemampuan menanggung biaya jangka pendek demi kendali jangka panjang.

Sebaliknya, Amerika Serikat kini beralih dari pendekatan yang menekankan efisiensi pasar menuju fokus pada keamanan nasional dan ketahanan rantai pasok. Namun, dengan siklus politik yang relatif singkat dan dunia usaha yang sangat berorientasi pasar, peran pemerintah sebagai “pembeli terakhir” dalam jangka panjang masih diragukan.

Kontradiksi internal

Para pengamat juga menyoroti kontradiksi dalam perubahan kebijakan ini. Selama bertahun-tahun AS mengkritik intervensi negara ala China, tetapi kini menerapkan instrumen serupa di sektor mineral kritis. Dalam jangka pendek, langkah ini dapat memperkuat rantai pasok, namun dalam jangka panjang berpotensi mengaburkan batas antara mekanisme pasar dan kebijakan, serta menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu dan sektor swasta.

Selain itu, pengelolaan mineral strategis jauh lebih kompleks dibandingkan minyak. Permintaan terhadap material penting dapat berubah cepat seiring perkembangan teknologi, sehingga kesalahan dalam penentuan cadangan berisiko menyebabkan salah alokasi sumber daya.

Yang paling krusial, keunggulan China tidak hanya terletak pada sumber tambang, tetapi juga pada sistem pengolahan dan manufaktur yang terintegrasi. Tanpa memperluas kapasitas pengolahan di dalam negeri dan bersama mitra, cadangan bahan mentah saja kemungkinan hanya memberikan perlindungan strategis yang terbatas.

接著讀

WWDC Berakhir Lesu: Apple Kehilangan USD 36,8 Miliar dalam Nilai Pasar Akibat Minimnya Inovasi AI

WWDC 2025, yang sebelumnya diharapkan menjadi ajang unjuk kekuatan AI Apple, ternyata mengecewakan investor dan pengguna. Tidak ada pembaruan signifikan pada Siri atau fitur AI transformatif. Fokus utama justru pada desain UI dan perubahan penamaan OS. Saham Apple anjlok setelah acara, kehilangan nilai pasar sebesar USD 36,8 miliar. Di Tiongkok, pemotongan harga agresif menunjukkan Apple sedang berjuang mempertahankan dominasinya di pasar premium.

456 天前