2026年9月10日

Menang telak 53 poin dan puncaki peringkat No. 1 liga: Tim NBA yang dulu disebut “terburuk sepanjang sejarah” kini resmi bangkit

Pada pagi hari 3 Februari (waktu Beijing), NBA merilis edisi terbaru Power Rankings. Detroit Pistons...

Pada pagi hari 3 Februari (waktu Beijing), NBA merilis edisi terbaru Power Rankings. Detroit Pistons kembali menjadi sorotan karena dua pekan beruntun bertengger di posisi No. 1 liga, sementara Oklahoma City Thunder berada di urutan kedua. Di belakangnya, San Antonio Spurs sukses melewati Houston Rockets dan naik ke peringkat ketiga.

Berikut 10 besar Power Rankings terbaru:

  1. Pistons (pekan lalu No. 1)
  2. Thunder (pekan lalu No. 2)
  3. Spurs (pekan lalu No. 4)
  4. Rockets (pekan lalu No. 3)
  5. Nuggets (pekan lalu No. 5)
  6. Suns (pekan lalu No. 6)
  7. Timberwolves (pekan lalu No. 7)
  8. Knicks (pekan lalu No. 9)
  9. Celtics (pekan lalu No. 8)
  10. Cavaliers (pekan lalu No. 10)

Di luar 10 besar, LA Clippers berada di peringkat 11, Los Angeles Lakers di 13, dan Golden State Warriors di 16. Yang cukup menarik, Charlotte Hornets—meski sedang mencatat tujuh kemenangan beruntun—hanya menempati peringkat 18. Lima tim terbawah dalam daftar ini adalah Pacers, Wizards, Nets, Jazz, dan Kings. Seperti biasa, Power Rankings menilai kombinasi kekuatan tim dan performa terkini, mempertimbangkan faktor seperti rekor pertandingan, tren performa, hingga kondisi kebugaran pemain.

Kebangkitan Pistons juga terlihat jelas di panggung NBA All-Star. Daftar pemain All-Star untuk gim utama sudah diumumkan, dan Pistons meloloskan dua wakil: Cade Cunningham sebagai starter Wilayah Timur, serta Jalen Duren sebagai pemain cadangan. Ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya sejak 2008, Pistons kembali memiliki lebih dari satu pemain yang terpilih All-Star dalam satu musim.

Jika menengok klasemen, Pistons saat ini mengantongi rekor 36 menang–12 kalah dan kokoh di puncak Wilayah Timur, unggul 5,5 game atas Knicks di posisi kedua. Selama lebih dari dua bulan terakhir, kursi teratas Timur nyaris selalu menjadi milik Pistons. Bahkan, peluang untuk menjadi No. 1 se-liga juga terbuka lebar: Thunder kalah 3 kali dalam 5 laga terakhir dan kini hanya unggul 2 kemenangan dari Pistons—segalanya masih bisa terjadi.

Performa Pistons juga sangat menonjol sepanjang Januari. Pada periode tersebut, Clippers mencatat persentase kemenangan terbaik liga (73,3%), sementara Pistons berada tepat di belakangnya dengan 71,4%. Lalu pada 2 Februari, Pistons mengirim pesan tegas dengan menghancurkan Nets 130–77, menang 53 poin dan sekaligus menorehkan rekor selisih kemenangan terbesar sepanjang sejarah klub. Rekor sebelumnya adalah 52 poin, tercipta pada tahun 2003 saat menghadapi Celtics. Tidak berlebihan jika dikatakan: Pistons saat ini benar-benar sudah resmi bangkit.

Yang membuat kisah ini semakin luar biasa adalah latar belakangnya. Dari 31 Oktober hingga 29 Desember 2023, Pistons sempat melewati periode kelam tanpa kemenangan selama hampir dua bulan dan menelan 28 kekalahan beruntun—rekor kekalahan beruntun terpanjang dalam satu musim di sejarah NBA. Pada musim 2023–24, mereka finis dengan rekor 14–68, menjadi juru kunci liga. Namun hanya dalam waktu dua tahun, Pistons sukses bertransformasi dari tim “sejarah buruk” menjadi kekuatan elite di Wilayah Timur.

Sekarang giliran kamu: menurutmu, sejauh mana Pistons bisa melaju musim ini?

接著讀