2026年9月10日

16 Tahun Beruntun Tanpa Tugas di Piala Dunia! Media Korea Ramai Membahas: “Memalukan, Bahkan Wasit China Lolos”

Kali ini, sepak bola Tiongkok benar-benar “menang” atas Korea Selatan—setidaknya di level perwasitan...

Kali ini, sepak bola Tiongkok benar-benar “menang” atas Korea Selatan—setidaknya di level perwasitan. Setelah Ma Ning masuk dalam daftar 10 kandidat wasit Piala Dunia dari AFC, kabar tersebut langsung memicu perbincangan panas di kalangan sepak bola Korea. Pasalnya, tidak ada satu pun wasit Korea yang terpilih. Itu berarti Korea Selatan kini harus menelan fakta pahit: sudah 16 tahun beruntun tanpa penugasan wasit di Piala Dunia. Media dan suporter Korea pun ramai melontarkan kritik tajam, menyebut situasinya memalukan—bahkan sampai muncul sindiran, “Wasit Tiongkok saja bisa lolos!”

Kabar ini baru diketahui publik sepak bola Korea kemarin, setelah muncul informasi bahwa tidak ada ofisial Korea yang masuk dalam seminar wasit terbaru untuk Piala Dunia tahun depan. Dalam daftar tersebut, AFC mengirim 10 peserta, termasuk Ma Ning dari Tiongkok dan Araki Yusuke dari Jepang. Korea terakhir kali memiliki asisten wasit yang tampil di Piala Dunia adalah pada edisi 2010 di Afrika Selatan, sementara terakhir kali memiliki wasit utama di Piala Dunia bahkan sudah 24 tahun lalu, yakni pada Piala Dunia Korea–Jepang.

Reaksi di dalam negeri Korea pun keras. Seorang wasit Korea disebut menyebut hasil ini sebagai “bencana”, menilai kualitas individu wasit Korea terus menurun. Kritik juga mengarah ke federasi, karena dalam lima tahun terakhir disebut telah menggelontorkan dana besar untuk mempersiapkan kandidat wasit menuju siklus Piala Dunia 2026, namun pada akhirnya tetap gagal menembus daftar utama.

Media Korea juga menyoroti kontroversi di K League. Mereka mengklaim jumlah kesalahan keputusan (misjudgment) melonjak dari 28 kasus tahun lalu menjadi 79 kasus tahun ini. Beberapa figur besar pun disebut sempat terlibat ketegangan dengan perangkat pertandingan, termasuk bintang Jesse Lingard serta pelatih asing Gus Poyet, yang semakin memperkuat sorotan publik terhadap kualitas perwasitan.

Sementara itu, langkah Ma Ning justru semakin mendapat perhatian. Setelah masuk daftar kandidat AFC, ia kembali bertugas dini hari tadi sebagai ofisial keempat pada final Piala Arab, dan bahkan disebut berpeluang menjadi wasit utama di Piala Dunia tahun depan. Media Korea pun menjadikan Ma Ning sebagai sorotan utama, sampai memajangnya di pemberitaan besar. Mereka menilai ironi ini sulit diterima: tim nasional Tiongkok tidak lolos Piala Dunia, tetapi wasitnya justru bisa tampil menonjol di panggung dunia—sesuatu yang membuat banyak pihak di Korea merasa kecewa sekaligus malu.

Jepang juga ikut mengangkat isu ini. Menurut laporan media Jepang, kondisi “memalukan” yang dialami perwasitan Korea sudah menjadi pembicaraan luas dan mendapat kritik keras. Walau timnas Tiongkok belum berhasil menembus Piala Dunia, perkembangan di sektor wasit kali ini setidaknya menjadi sebuah terobosan penting—dan secara simbolik dianggap sebagai kemenangan besar atas Korea Selatan di level perwasitan. Harapannya, setelah pada edisi terakhir bertugas sebagai ofisial keempat, Ma Ning dapat melangkah lebih jauh dan benar-benar memimpin pertandingan sebagai wasit utama di Piala Dunia tahun depan.

接著讀