Minuman Alkohol Rendah Booming, Tapi Brand Sulit Meraih Laba
“Cocktail ini terlihat bagus, rasanya enak, cocok diminum saat berkumpul dengan teman,” kata Zhang Q...
“Cocktail ini terlihat bagus, rasanya enak, cocok diminum saat berkumpul dengan teman,” kata Zhang Qiqi (nama samaran), konsumen generasi 2000-an, saat berbelanja di Hema, Beijing, pada 29 Desember untuk persiapan Tahun Baru. Situasi serupa terjadi di seluruh negeri, dengan zona promosi minuman alkohol rendah yang menonjol di supermarket, menarik perhatian konsumen muda.
Pasar minuman alkohol rendah berkembang pesat. Menurut “Laporan Tren Minuman Alkohol Rendah” dari TMIC dan Kantar, pasar China naik dari 20 miliar CNY pada 2020 menjadi lebih dari 57 miliar CNY pada 2024. Secara global, pasar mencapai 634,17 miliar CNY pada 2023 dan diproyeksikan melewati 740 miliar CNY pada 2025.
Pemain Baru Memasuki Pasar
Dari eksperimen pada 1970-80an hingga minuman trendi saat ini, minuman alkohol rendah mengalami beberapa gelombang inovasi. Bir nanas muncul sebagai pionir, sementara Bacardi “Bingrui” dan RIO bersaing di 2000-an. RIO berhasil merebut pasar melalui branding “muda dan modis.” Pasca-2020, merek seperti Meijian, Berry Sweet, dan Luoyin memanfaatkan media sosial dan bar khusus untuk meningkatkan popularitas.
Memasuki 2025, pasar semakin padat: produsen minuman keras tradisional seperti Moutai, Wuliangye, dan Luzhou Laojiao meluncurkan anggur buah rendah alkohol, sementara rantai retail dan restoran seperti Hema dan 7Fresh meluncurkan produk mereka sendiri. Produk baru seperti Autumn Pear Rice Wine Hema dan Cream Cheese Rice Wine 7Fresh langsung habis terjual.
Perubahan Preferensi Konsumen
Preferensi konsumen muda beralih dari “budaya jamuan” ke “minum santai.” Skenario konsumsi utama meliputi minum di rumah, berkemah, dan berkumpul dengan teman. Usia 18-35 tahun menyumbang 68% penjualan, dengan 62% perempuan. Kesadaran kesehatan mendorong preferensi minuman rendah alkohol, sementara minuman keras tinggi mulai ditinggalkan. Statistik nasional menunjukkan produksi baijiu China turun 11,5% YoY pada Jan-Okt 2025, menandai sembilan tahun berturut-turut penurunan.
Tantangan Brand
Meski pasar panas, profitabilitas sulit dicapai. Perusahaan induk RIO, Bailun, melaporkan pendapatan 22,7 miliar CNY pada tiga kuartal pertama 2025 (-4,89% YoY) dan laba bersih 5,49 miliar CNY (-4,35% YoY). Analis mencatat generasi muda mengalami “kelelahan minuman manis,” tingkat pembelian ulang menurun, dan inovasi kesehatan serta skenario masih diperlukan. Produksi OEM memungkinkan iterasi cepat, tetapi homogenisasi membatasi diferensiasi brand.
Kesimpulan
Minuman alkohol rendah telah berhasil menarik konsumen muda, tetapi brand “bintang” yang benar-benar mendominasi pasar dan mindshare masih langka. Kategori ini meriah, namun profitabilitas dan daya saing jangka panjang brand tetap menjadi tantangan.
Dogecoin Tembus $0,23 Berkat Akumulasi Whale dan Rumor Pembayaran di Platform X dari Musk
Pada 11 Agustus, pasar kripto menyoroti Dogecoin (DOGE) yang diperdagangkan di $0,23 dengan kenaikan...
“Beckxit” dalam Keluarga Beckham: Pacar Baru Jadi Kesayangan, Sementara Brooklyn Semakin Menjauh
Drama keluarga Beckham kembali memanas dengan kontras mencolok antara pasangan anak-anak mereka. Bro...
Film ‘Nanjing Photo Studio’ Resmi Mewakili Tiongkok di Ajang Oscar ke-98 untuk Kategori Best International Feature Film
Pada 26 September, sebuah film Tiongkok yang sarat makna, Nanjing Photo Studio, resmi diumumkan seba...
Harga Naik, Minat Meningkat: Demam Emas di Libur Panjang
“Kalau saya tidak bangun sejam lebih awal, pasti tidak kebagian nomor antrean!” ujar seorang calon p...
Raymond Lam dan Kristal Tin Tampilkan Duet Perdana di Malaysia, Tutup Acara dengan Aksi Chair Dance yang Menghibur Penonton
(Kuala Lumpur, 16) Konser tur Raymond Lam, “GO WITH THE FLOW,” resmi digelar di Kuala Lumpur pada Sa...
Pelatih Football AS Jadi Bahan Olok-olok: Enggan Bayar Kantong Belanja, Bawa Keranjang Supermarket Pulang—Padahal Gajinya Fantastis
Lane Kiffin, pelatih football Amerika yang sangat dikenal dan kini menangani tim LSU, mendadak viral...
Studio Huang Zitao menyampaikan permintaan maaf, mengakui bahwa narasi/teks promosi berpotensi dilebih-lebihkan dan ditafsirkan secara berlebihan.
Pada dini hari 1 Januari, ZTAO Studio milik Huang Zitao merilis permintaan maaf sekaligus klarifikas...
Atlet Esports Thailand Gantikan Sang Pacar, Skandal “Pemain Pengganti” di SEA Games Terungkap
Beberapa minggu setelah tim putri Thailand untuk Honor of Kings International mundur dari ajang SEA ...
Apakah Camilan Olahan Bumbu (Luwei) Mulai Lesu? Kinerja Tiga Raksasa Terbelah: Juewei Catat Rugi Tahunan Pertama Sejak IPO, Tutup Lebih dari 4.000 Gerai
Dalam beberapa waktu terakhir, perusahaan-perusahaan luwei (camilan rebusan berbumbu) yang terdaftar...
Berperan seperti “orang tua” saat melihat rapor penggemar, Charmaine Sheh kaget melihat nilai 60: “Wah, kok rendah sekali!”
(Hong Kong, 2 Feb) — Aktris Hong Kong Charmaine Sheh kembali mencetak puncak karier tahun ini. Berka...
Penggemar lintas negara berkumpul di pusat perbelanjaan dan bernyanyi bersama artis TVB Malaysia membawakan “Ni Ge Xin Nian Hou Gan Yiu”, suasana Tahun Baru pun makin meriah.
(Kuala Lumpur, 3)TVBI Company Limited (TVBI) merilis lagu Tahun Baru Imlek berbahasa Kanton berjudul...
🌍 Perang Memicu Tanda Tanya: Apakah Iran Masih Bisa Tampil di Piala Dunia 2026?
Setelah serangan militer terhadap Iran pada 28 Februari, muncul pertanyaan besar: apakah Tim nasiona...