2026年9月10日

Membidik investasi paling potensial, orang kaya di Tiongkok optimistis pada tiga jenis aset.

(Beijing, 7 Januari) Setelah pasar properti Tiongkok turun selama beberapa tahun, kalangan kaya di T...

(Beijing, 7 Januari) Setelah pasar properti Tiongkok turun selama beberapa tahun, kalangan kaya di Tiongkok mulai tidak lagi menempatkan properti sebagai fokus utama dalam rencana pensiun dan investasi. Laporan media Hong Kong yang mengutip survei Hurun Research Institute menyebutkan, kelompok high-net-worth (HNW) kini secara bertahap mengurangi jumlah properti yang dimiliki, sambil meningkatkan alokasi ke asuransi, emas, dan aset luar negeri.

Laporan tersebut mencontohkan seorang pengusaha manufaktur asal Guangdong berusia 60-an, disebut “Li Jiang” (transliterasi), yang mulai menjual propertinya sejak 2020. Pada puncak kariernya, ia menempatkan sebagian besar kekayaannya di properti dan sempat memiliki tujuh unit, dari apartemen di pusat kota hingga vila premium di pinggiran. Saat ini ia hanya mempertahankan dua properti: satu untuk ditempati sendiri dan satu untuk anaknya yang pernah belajar di luar negeri dan sudah kembali.

Ia menilai investasi properti kini terasa seperti “ketidakpastian atau beban,” dan menurutnya “satu rumah sudah cukup untuk pensiun dengan nyaman.” Ia mengalihkan sebagian asetnya ke asuransi jiwa bernilai besar dan asuransi kesehatan premium, serta menyarankan anaknya berinvestasi pada dana perwalian (trust fund) yang berfokus pada industri-industri baru.

Temuan Hurun menunjukkan tren ini semakin meluas: lebih banyak keluarga kaya mengurangi eksposur ke properti dan menambah kepemilikan asuransi, emas, serta aset luar negeri. Perubahan portofolio kelompok berpengaruh ini diperkirakan dapat mengubah peta pasar perencanaan pensiun dan investasi di Tiongkok.

Laporan strategi pensiun Hurun juga menyebut jumlah penduduk Tiongkok berusia 60+ telah melampaui 300 juta, dengan rata-rata sekitar 55.000 orang pensiun setiap hari. Namun, jumlah keluarga kaya justru menurun. Pada 2025, jumlah keluarga dengan aset di atas RMB 10 juta diproyeksikan turun 0,8% menjadi sekitar 2,066 juta, sementara yang memiliki aset di atas RMB 100 juta turun 1,7% menjadi sekitar 130.000. Menyusutnya basis aset membuat kelompok ini makin sensitif terhadap stabilitas arus kas dan paparan risiko.

Hurun menambahkan bahwa sebelumnya, akumulasi kekayaan kelompok kaya banyak bergantung pada kenaikan nilai properti dan dividen bisnis. Dalam satu tahun ke depan, mereka berencana mengurangi properti dan sebagian produk manajemen kekayaan bank, serta meningkatkan alokasi ke asuransi, emas, dan saham.

接著讀