2026年9月10日

Pakar Tanggapi Isu CO₂ di Gerbong Kereta Cepat: Batas Standar di Tiongkok 2.500 ppm—Selama Masih Dalam Ambang, Tidak Berdampak pada Kesehatan

Fast Technology melaporkan pada 24 Januari bahwa belakangan ini muncul unggahan dari seorang penumpa...

Fast Technology melaporkan pada 24 Januari bahwa belakangan ini muncul unggahan dari seorang penumpang yang mengukur kadar karbon dioksida (CO₂) di dalam gerbong kereta cepat hingga 2.207 ppm. Ia kemudian menyebut angka tersebut telah melampaui “batas standar” 1.000 ppm, sehingga memicu perbincangan hangat di kalangan warganet.

Menanggapi hal itu, Tao Guidong, pakar rangkaian EMU (kereta cepat) dari CRRC Qingdao Sifang, menjelaskan bahwa Tiongkok memiliki standar khusus yang berlaku untuk konsentrasi CO₂ di dalam kereta penumpang. Selama angkanya masih berada dalam batas yang ditetapkan, kondisi tersebut tidak akan berdampak pada kesehatan penumpang.

Tao memaparkan bahwa pengendalian konsentrasi CO₂ di dalam kereta penumpang mengacu pada standar TB/T 3493-2017, yang menetapkan ambang batas pada kondisi operasi normal tidak lebih dari 2.500 ppm.

Sebagai perbandingan, standar Eropa EN13129-2016 menetapkan batas konsentrasi CO₂ hingga 5.000 ppm. Artinya, ambang batas yang diterapkan di Tiongkok justru lebih ketat. Dengan demikian, angka 2.207 ppm yang beredar luas tersebut tetap berada dalam rentang standar dan tidak dapat dikategorikan sebagai “melewati batas”.

Ia juga menekankan bahwa angka “1.000 ppm” yang dijadikan rujukan dalam unggahan tersebut berasal dari GB 50736-2012, yaitu standar desain ventilasi dan tata udara untuk bangunan sipil. Standar ini tidak ditujukan untuk lingkungan kereta penumpang, sehingga tidak tepat digunakan sebagai pembanding bagi kondisi di gerbong kereta cepat.

Menurut Tao, batas konsentrasi CO₂ pada kereta penumpang di berbagai negara umumnya ditetapkan berdasarkan indikator kenyamanan yang lebih komprehensif untuk sarana transportasi bergerak, termasuk mempertimbangkan fluktuasi tekanan di dalam kabin selain konsentrasi CO₂ itu sendiri.

Diketahui, rangkaian EMU menggunakan bodi yang sepenuhnya kedap udara, sehingga pertukaran udara di dalam kabin sepenuhnya mengandalkan sistem ventilasi AC. Sistem ini menyediakan suplai udara segar lebih dari 15 meter kubik per orang per jam, dengan frekuensi pergantian udara sekitar 6 hingga 12 kali per jam, serta dilengkapi mekanisme perlindungan tekanan.

Saat kereta melaju di lintasan non-terowongan, ventilasi dapat berlangsung secara kontinu dan kadar CO₂ umumnya tidak melebihi 1.500 ppm. Namun ketika melewati rangkaian terowongan yang berdekatan, kereta dapat mengaktifkan mode perlindungan tekanan dengan menutup sementara jalur pertukaran udara dengan luar. Langkah ini bertujuan mengurangi ketidaknyamanan pada telinga penumpang akibat perubahan tekanan udara, sehingga kadar CO₂ dapat naik untuk sementara—tetapi tetap berada dalam batas standar yang berlaku.

接著讀

WTT Singapore Smash

Dalam laga babak 32 besar tunggal putra, unggulan pertama Wang Chuqin tampil luar biasa dengan kemen...

198 天前