2026年9月10日

Ketika RAM 256GB Lebih Mahal dari RTX 5090: Harga Naik 3 Kali Lipat, Dunia Membayar Taruhan Besar AI

Harga memori global kini benar-benar lepas kendali. Dalam satu tahun, harga RAM melonjak hampir tiga...

Harga memori global kini benar-benar lepas kendali.

Dalam satu tahun, harga RAM melonjak hampir tiga kali lipat. Seorang pengguna mengungkapkan bahwa modul RAM 64GB yang dibelinya seharga USD 350 kini dijual hingga USD 2.500. Bahkan, RAM 256GB kini lebih mahal USD 1.400 dibandingkan GPU RTX 5090.

Ini bukan ulah calo—melainkan krisis memori global yang dipicu oleh ledakan AI.

Laporan menyebut proyek infrastruktur AI yang dipimpin Sam Altman telah mengamankan sekitar 40% kapasitas DRAM dunia, memaksa konsumen global menanggung biayanya.

Apple, misalnya, kini membayar sekitar USD 70 per chip LPDDR5X 12GB untuk iPhone 17—naik dari USD 25–29 di awal tahun. Produsen PC seperti Lenovo dan HP berlomba mengamankan pasokan, sementara harga kontrak DDR5 melonjak 123%.

Dampaknya meluas ke pasar game dan GPU. Dengan produsen memprioritaskan HBM dan komponen AI bernilai tinggi, memori kelas konsumen semakin langka. Kekurangan ini diperkirakan berlanjut hingga 2026.

AMD dan NVIDIA dikabarkan akan menaikkan harga GPU mulai 2026, dengan biaya memori dan inti chip mencakup hampir 80% total biaya produksi. Di Jepang, toko-toko PC bahkan mulai membatasi pembelian kartu grafis.

Industri kini dihadapkan pada pilihan sulit:
menaikkan harga atau memangkas spesifikasi.

Era memori murah dan melimpah telah berakhir.
Dan semua orang, cepat atau lambat, akan ikut membayar harga dari taruhan besar AI ini.

接著讀