2026年9月10日

Saham Anjlok dan Sempat Jadi Trending! Ada yang Mengaku “Tidak Bisa Tidur Semalaman” Usai Minum—CHAGEE Rilis Pernyataan Panjang Menjawab Polemik “Kafein”

CHAGEE kembali menjadi sorotan publik akibat isu kandungan kafein, hingga masuk jajaran topik terpop...

CHAGEE kembali menjadi sorotan publik akibat isu kandungan kafein, hingga masuk jajaran topik terpopuler di berbagai platform media sosial.

Belakangan ini, seorang blogger mengunggah opini di media sosial yang menyebut bahwa minuman berkafein tinggi yang kerap dijadikan “penyemangat kerja” para pekerja kantoran—termasuk CHAGEE—dinilai sedang bermain di wilayah abu-abu dengan memasarkan produk berstimulasi tinggi. Unggahan tersebut cepat memicu perbincangan luas. Sejumlah warganet mengaku sulit tidur setelah mengonsumsinya, sementara yang lain menyebut mengalami jantung berdebar.

Menanggapi hal ini, CHAGEE menyatakan bahwa terdapat tindakan melanggar hukum berupa pemalsuan fakta yang berniat merusak reputasi perusahaan. Pihaknya menegaskan tim legal telah turun tangan sepenuhnya dan proses hukum telah dimulai, dengan komitmen untuk membela hak perusahaan sesuai peraturan yang berlaku.

Namun, respons tersebut belum sepenuhnya meredakan polemik. Pada 26 Desember, saham CHAGEE di bursa AS sempat turun lebih dari 15% dan mencatat level terendah sejak melantai di bursa. Hingga penutupan perdagangan, penurunan menyempit menjadi 2,54% ke level USD 11,9 per saham, dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 2,21 miliar. Di hari yang sama, topik “CHAGEE kafein” sempat meramaikan trending Weibo, lalu pada pagi 27 Desember, topik “CHAGEE anjlok” kembali melesat ke posisi teratas.

Pada malam 26 Desember, CHAGEE kembali mengunggah klarifikasi melalui akun resmi Weibo, memberikan penjelasan lebih rinci terkait kadar kafein. Perusahaan menyebut, berdasarkan data publik dan hasil pengujian yang tersedia, minuman teh yang diseduh langsung dari daun teh utuh—jika dihitung per 100 ml—memiliki kandungan kafein yang kurang lebih setara dengan latte, dan secara signifikan lebih rendah dibanding Americano.

CHAGEE juga menekankan bahwa teh bukan hanya soal kafein. Teh mengandung beragam senyawa aktif seperti polifenol dan asam amino, serta mineral yang dibutuhkan tubuh seperti kalium, mangan, magnesium, dan seng. Menurut perusahaan, komponen-komponen ini tidak bekerja secara terpisah, melainkan berinteraksi dengan kafein sehingga membentuk keseimbangan yang lebih lembut dan kompleks.

Perusahaan menambahkan, mereka konsisten menggunakan seduhan dari daun teh utuh yang disiapkan segar, bukan teh remuk, bubuk teh, atau perisa industri. CHAGEE mengakui pendekatan ini dapat menghasilkan rasa teh yang lebih kaya dan berlapis, sekaligus membuat kandungan kafein alami lebih “terasa”—yang mereka sebut sebagai konsekuensi dari komitmen terhadap keaslian bahan dan fondasi rasa khas merek.

Di saat yang sama, CHAGEE menyatakan memahami bahwa tiap konsumen memiliki kebutuhan dan respons tubuh yang berbeda. Karena itu, perusahaan mengklaim terus melakukan eksplorasi dan pengembangan, termasuk melalui pertukaran pengetahuan dan kolaborasi dengan pakar akademik maupun industri untuk memperdalam pemahaman atas teknik pengolahan teh serta nilai budaya di baliknya.

CHAGEE menyebut, hasil riset tersebut mendorong peluncuran produk “Light Caffeine · Boya Juexian” pada bulan Maret. Produk ini diklaim menurunkan kandungan kafein sekitar 50% tanpa menghilangkan karakter utama rasa teh, sekaligus menambahkan elemen herbal alami seperti biji jujube asam dan daun gaharu, dengan inspirasi dari praktik tradisional untuk menghadirkan pengalaman yang lebih ringan.

Menurut laporan media, ini bukan kali pertama CHAGEE mendapat sorotan terkait kafein. Pada Mei tahun lalu, beberapa konsumen sempat menulis di media sosial bahwa mereka mengalami ketidaknyamanan—seperti rasa cemas dan jantung berdebar—setelah meminum milk tea “Wanli Mulan”, bahkan ada yang mengklaim reaksinya cukup serius.

CHAGEE disebut telah menyampaikan kepada wartawan pada 27 Desember bahwa daftar komposisi produk tersedia secara terbuka di halaman utama mini-program CHAGEE, dan informasi kandungan kafein juga dicantumkan pada gelas minuman.

Berdasarkan informasi resmi merek, satu gelas ukuran besar 580 ml “Boya Juexian” mengandung 117,2 mg kafein, sedangkan “Light Caffeine · Boya Juexian” ukuran besar mengandung 55,4 mg. Produk yang sebelumnya dikritik “berkafein tinggi”, yakni “Wanli Mulan”, tercatat mengandung 184,4 mg kafein untuk ukuran besar. Sementara minuman lain, “Yiqi Hongchen”, tercantum memiliki 175,8 mg kafein.

Di halaman pemesanan mini-program, CHAGEE juga menampilkan pengingat bahwa teh daun utuh secara alami mengandung kafein, serta menyarankan pelanggan menyesuaikan waktu minum sesuai kondisi masing-masing. Beberapa minuman—termasuk “Baiwu Hongchen”, “Light Caffeine · Boya Juexian”, “Light Caffeine · Boya Xianqi”, dan “Hupo Guang”—juga diberi label “kafein ringan”.

Dari sisi kinerja bisnis, laporan keuangan kuartal III 2025 yang dirilis pada 28 November menunjukkan jumlah gerai CHAGEE secara global mencapai 7.338. Total GMV kuartal tersebut tercatat sebesar RMB 7,93 miliar, pendapatan bersih RMB 3,208 miliar, dan laba bersih yang disesuaikan RMB 503 juta. Bisnis luar negeri terus bertumbuh, dengan GMV luar negeri melampaui RMB 300 juta—naik 75,3% secara tahunan dan 27,7% secara kuartalan—serta mencatat dua kuartal berturut-turut pertumbuhan tahunan di atas 75%. Perusahaan juga menyebut telah mencatat laba selama 11 kuartal berturut-turut, meski laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham turun secara tahunan dalam dua kuartal beruntun.

Dalam paparan kinerja, CFO Huang Hongfei menyampaikan bahwa meski ekspansi gerai berlanjut, perusahaan menyadari GMV gerai yang sudah ada sedang menghadapi tekanan. Penjualan same-store turun 27,9% di pasar domestik dan 23,4% di luar negeri, yang disebut dipengaruhi basis tinggi pada periode yang sama tahun lalu serta persaingan yang makin ketat. Namun, ia menilai fundamental mitra waralaba masih stabil, tingkat penutupan gerai tetap rendah, dan dalam jangka pendek pertumbuhan GMV same-store kemungkinan masih akan berada di bawah tekanan.

Untuk ke depan, Huang menyatakan fokus strategi akan diarahkan pada penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemegang saham, melanjutkan inovasi produk dan investasi merek secara strategis untuk memperluas pangsa pasar, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional demi mengoptimalkan alokasi sumber daya dan memperbaiki kinerja—agar perusahaan dapat bertumbuh secara fleksibel dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, pendiri sekaligus ketua dan CEO global CHAGEE, Zhang Junjie, mengatakan perusahaan akan mempercepat penerapan “menu 4.0” dan meluncurkan kategori baru seperti teh murni racikan khusus untuk memperkaya portofolio produk. CHAGEE juga berencana memperluas skenario konsumsi, termasuk menggali momen sarapan dan jam malam guna meningkatkan pemanfaatan gerai di berbagai waktu. Selain itu, perusahaan menargetkan peningkatan pengalaman pelanggan melalui penyempurnaan cara penyajian selama proses pembuatan minuman.

Sebagai catatan terpisah, pada 15 Desember, Zhang Junjie menggelar pernikahan dengan Gao Haichun, co-chair Trina Solar. Sejumlah foto dan video yang beredar dari acara tersebut memperlihatkan para tamu disuguhi milk tea CHAGEE dalam jumlah besar.

接著讀