2026年9月10日

Xiaomi Resmi Luncurkan Chip SoC Flagship Pertamanya "Surge O1": Investasi 13,5 Miliar Yuan dalam 4 Tahun, Menuju Ambisi Teknologi Inti

Pada 22 Mei pukul 19.00 waktu Tiongkok, Xiaomi akan menggelar acara peluncuran produk strategis yang dinanti-nantikan. Sorotan utama dari acara ini adalah pengenalan chip SoC flagship pertama buatan sendiri — Surge O1. Ini menandai pencapaian penting, karena Xiaomi menjadi produsen smartphone kedua di Tiongkok, setelah Huawei, yang berhasil memproduksi dan mengkomersialkan chip SoC kelas flagship.

Empat Tahun, 13,5 Miliar Yuan, dan 2.500 Insinyur: Mimpi Chip Xiaomi Terwujud

Pendiri dan CEO Xiaomi, Lei Jun, mengungkapkan bahwa proyek Surge dimulai pada awal 2021, bersamaan dengan keputusan besar perusahaan untuk memasuki industri kendaraan listrik. Saat itu, Xiaomi mengambil dua langkah strategis: memulai proyek mobil listrik dan menghidupkan kembali proyek chip SoC skala besar.

Setelah empat tahun pengembangan, Xiaomi berhasil mewujudkan produksi massal Surge O1, dengan investasi lebih dari ¥13,5 miliar (~Rp 30 triliun) dan melibatkan lebih dari 2.500 tenaga R&D. Tahun ini saja, Xiaomi merencanakan investasi lebih dari ¥6 miliar (~Rp 13 triliun) untuk pengembangan chip, dan memiliki komitmen jangka panjang sebesar ¥50 miliar (~Rp 110 triliun) dalam satu dekade ke depan.

Kata Lei Jun: "Tanpa tekad besar dan kemampuan teknis yang memadai, Surge O1 tidak akan pernah sampai sejauh ini."

Teknologi 3nm, Arsitektur AP Buatan Sendiri + Modem Eksternal, Performa Setara Chip Flagship Pasar

Surge O1 menggunakan teknologi fabrikasi 3 nanometer paling mutakhir, dengan arsitektur prosesor aplikasi (AP)yang dikembangkan sendiri oleh Xiaomi, dan dikombinasikan dengan modem eksternal dari pihak ketiga — pilihan strategis untuk produsen non-komunikasi.

Menurut analis dari Omdia, Surge O1 telah menunjukkan performa setara chip flagship lainnya di pasar, berkat arsitektur inti super-tinggi dan desain cache besar. Hasil uji benchmark-nya bahkan mengungguli beberapa pesaing utama.

Dari Gagal Jadi Gemilang: Xiaomi Bangkit Kembali di Jalur Chip

Xiaomi pertama kali masuk ke dunia chip pada 2014 melalui proyek Surge S1, yang diluncurkan pada 2017 dengan target kelas menengah-atas, namun tidak mencapai hasil yang diharapkan. Setelah itu, proyek chip sempat dihentikan.

Sementara fokus publik tertuju pada proyek mobil Xiaomi, pengembangan SoC sebenarnya tetap berjalan secara diam-diam. Seorang karyawan internal bahkan menyebut proyek ini sebagai "sangat rahasia, bahkan di dalam perusahaan sendiri."

Menggunakan Modem Eksternal: Pilihan Strategis yang Realistis

Menurut Omdia, penggunaan modem eksternal adalah keputusan paling logis bagi Xiaomi saat ini. Pengembangan baseband secara mandiri memerlukan hak paten kompleks, biaya tinggi, dan kompatibilitas global — bahkan Apple pun masih mengandalkan modem pihak ketiga.

Saat ini, hanya Huawei dan Samsung yang berhasil mengintegrasikan baseband mereka sendiri. Lainnya, termasuk Apple, menggunakan pendekatan eksternal seperti Xiaomi.

Pertama Kali Akan Ditanam di Xiaomi 15S Pro dan Mi Pad 7 Ultra

Chip Surge O1 akan debut di dua produk premium: Xiaomi 15S Pro dan Mi Pad 7 Ultra. Menurut Omdia, generasi pertama ini akan berfungsi sebagai platform validasi teknologi, dengan produksi terbatas di bawah 1 juta unit, dan tidak akan memberikan kontribusi signifikan terhadap laba perusahaan dalam jangka pendek.

Penting juga dicatat, Surge O1 tidak akan mengganggu hubungan Xiaomi dengan pemasok seperti Qualcomm, dan Xiaomi tetap akan mempertahankan kemitraan erat dengan penyedia chip pihak ketiga.

Xiaomi Perpanjang Kerja Sama Strategis dengan Qualcomm

Hanya dua hari sebelum peluncuran Surge O1, Xiaomi menandatangani perjanjian kerja sama strategis jangka panjang baru dengan Qualcomm (20 Mei). Perjanjian ini memastikan bahwa chip Snapdragon 8 Series akan terus digunakan pada seri flagship Xiaomi mendatang, termasuk produk di sektor smartphone, tablet, perangkat AR/VR, wearable, dan mobil pintar.

Ini menunjukkan bahwa Xiaomi tidak berniat mengganti pemasok chip-nya, melainkan memperkuat kapabilitas internal sambil menjaga kemitraan eksternal.

Teknologi 3nm dan Risiko Geopolitik Masih Jadi Tanda Tanya

Beberapa pengamat industri mengkhawatirkan potensi risiko dari penggunaan proses 3nm, mengingat produsen wafer lokal Tiongkok saat ini belum mampu memproduksi chip di node ini. Walau belum ada larangan resmi, ancaman geopolitik dan hambatan pasokan tetap menjadi ketidakpastian ke depan.

Namun begitu, peluncuran Surge O1 tetap menjadi simbol penting kemajuan teknologi mandiri Tiongkok.

Menuju Merek Teknologi Kelas Dunia: Xiaomi Menetapkan Peta Baru

Dengan peluncuran Surge O1 dan ekspansi besar-besaran ke industri otomotif, Xiaomi kini bergerak ke arah brand teknologi hardcore, memperkuat posisi di pasar high-end.

Lei Jun menutup dengan pernyataan tegas:
"Untuk menjadi perusahaan teknologi kelas dunia, menguasai chip adalah medan perang yang harus dimenangkan."

Jika Surge O1 dan generasi-generasi berikutnya berhasil, Xiaomi tak hanya akan mendapatkan keunggulan biaya, tetapi juga diferensiasi produk yang signifikan di tengah kompetisi global yang semakin ketat.

接著讀

Buffett Bertaruh Besar di Jepang: Investasi Rp 490 Triliun Naik 5 Kali Lipat dalam 4 Tahun

Pada ulang tahunnya ke-90 tahun 2020, Warren Buffett secara mengejutkan mengumumkan investasinya di lima perusahaan dagang terbesar Jepang. Empat tahun kemudian, nilainya melonjak dari $6,3 miliar menjadi lebih dari $31 miliar. Dengan terus menambah kepemilikan—bahkan melewati batas 10% yang dulu dijanjikan—Buffett menunjukkan keyakinan jangka panjang terhadap “saham bernilai” di Jepang.

332 天前