2026年9月12日

Pasar Kripto Bergejolak Hebat, Bitcoin Kembali Anjlok!

(New York, 6 Feb) Bitcoin terus merosot di bawah level US$70.000, dengan likuidasi paksa posisi leve...

(New York, 6 Feb) Bitcoin terus merosot di bawah level US$70.000, dengan likuidasi paksa posisi leverage serta gejolak pasar global memperparah gelombang penjualan yang telah menghantam pasar kripto selama tiga pekan terakhir.

Pada Kamis (5 Feb), Bitcoin sempat jatuh 8,3% ke US$66.596, level terendah sejak Oktober 2024. Hingga pukul 10.25 waktu Malaysia, harga turun lebih lanjut ke US$64.511,90, meski sempat memantul US$1.710,64 atau 2,72%.

Sejak mencetak rekor tertinggi empat bulan lalu, nilai pasar Bitcoin telah terpangkas hampir setengahnya. Tekanan jual juga menyebar ke aset kripto lain, ETF terkait, serta perusahaan seperti Strategy yang memiliki kepemilikan Bitcoin besar.

Seluruh kenaikan pasca kembalinya Trump terhapus

Penurunan ini menghapus seluruh kenaikan sejak Presiden AS Donald Trump kembali ke Gedung Putih. Sikap Trump yang pro-kripto sebelumnya mendorong reli tajam, namun ketegangan geopolitik yang meningkat dan sentimen risk-off global memicu aksi jual besar sejak pertengahan Januari.

Analis menyebut penjualan paksa untuk memenuhi penarikan dana serta likuidasi berantai posisi leverage mempercepat kejatuhan. Chris Newhouse dari Ergonia mengatakan ketakutan dan ketidakpastian sangat terasa di pasar, sementara setiap gelombang penarikan ETF memicu efek domino.

Status aset lindung nilai dipertanyakan

Bitcoin kerap dipromosikan sebagai lindung nilai inflasi atau alternatif emas dan dolar AS, tetapi belakangan justru bergerak seperti aset berisiko tinggi dan gagal berfungsi sebagai safe haven saat pasar bergejolak. Kehadirannya yang semakin besar di portofolio institusi juga membuatnya lebih rentan selama fase de-risking.

Penurunan ini menghantam seluruh sektor aset digital, terutama token spekulatif kecil yang likuiditasnya rendah. Ilan Solot dari Marex mengatakan aksi jual dipicu berbagai faktor, termasuk koreksi saham teknologi, kinerja emas yang kuat, meningkatnya aversi risiko, serta keraguan atas kerangka valuasi kripto.

Perusahaan kripto ikut terdampak

Saham Strategy anjlok 17,12% ke US$106,99, level terendah sejak Februari 2024, dan menjadi saham terburuk di indeks Nasdaq 100 tahun ini.

Strategy melaporkan rugi bersih US$12,4 miliar pada kuartal terakhir tahun fiskal 2025, terutama akibat kerugian belum terealisasi dari aset digital. Perusahaan mengungkapkan kepemilikan sekitar 713.502 Bitcoin per 1 Februari.

Sementara itu, bursa kripto Gemini menyatakan akan memangkas hingga 25% tenaga kerja dan secara bertahap keluar dari pasar Inggris, Uni Eropa, dan Australia untuk menekan biaya. Saham Gemini turun 8,72% ke US$6,70.

接著讀