2026年9月10日

Saham Baidu melonjak hampir 10% dalam sehari, IPO mandiri “Kunlunxin” picu penilaian ulang valuasi

Pada 2 Januari 2026, Baidu memicu respons kuat pasar setelah mengumumkan bahwa unit chip AI-nya, Kun...

Pada 2 Januari 2026, Baidu memicu respons kuat pasar setelah mengumumkan bahwa unit chip AI-nya, Kunlunxin, telah mengajukan permohonan IPO papan utama di Bursa Hong Kong pada 1 Januari. Kunlunxin dipandang sebagai “fondasi hardware dan komputasi” bagi strategi AI Baidu, sehingga kabar ini langsung memunculkan ekspektasi penilaian ulang (value re-rating) terhadap aset AI infrastruktur Baidu.

Dari sisi pendanaan, Kunlunxin bukan pemain yang baru “muncul kemarin”: laporan menyebut valuasinya sekitar RMB 13 miliar pada 2021 dan naik menjadi sekitar RMB 21 miliar (~US$3 miliar) pada putaran pendanaan Juli 2025.

Baidu tetap memegang kendali. Perusahaan mengungkap kepemilikan sekitar 59,45%, dan Kunlunxin diperkirakan masih menjadi anak usaha Baidu setelah spin-off listing.

Kenapa dipisah (spin-off)?

Alasannya: (1) membuat valuasi Kunlunxin lebih transparan dan bisa dinilai sendiri oleh pasar; (2) menarik investor hard-tech yang lebih spesialis; (3) memperkuat tata kelola serta memberi ruang pembiayaan mandiri—yang pada akhirnya dapat menguntungkan ekosistem Baidu.

Detail penting: pengecualian aturan PN15

Poin teknis yang krusial adalah Baidu mendapat pengecualian dari ketentuan PN15 soal “assured entitlement” (semacam kuota/ hak preferensi bagi pemegang saham lama). Baidu menilai pemberian hak itu secara global—terutama untuk pemegang ADR—bisa memicu prosedur hukum sekuritas AS yang rumit dan mahal, tidak sebanding dengan manfaatnya; HKEX menyetujui pengecualian tersebut agar proses spin-off lebih efisien.

Tantangan setelah IPO

Setelah IPO, Kunlunxin harus membuktikan bukan hanya sisi teknologinya, tetapi juga kemampuan komersialisasi, perluasan klien di luar ekosistem Baidu, serta jalur profitabilitas jangka panjang—di tengah persaingan pemain global dan domestik yang sama-sama kuat.

接著讀