2026年9月10日

Baru memasuki 2026, Apple langsung “pamit” dari tiga perangkat klasik ini.

Baru memasuki 2026, Apple langsung mengumumkan pembaruan siklus dukungannya: hingga akhir 2025, bebe...

Baru memasuki 2026, Apple langsung mengumumkan pembaruan siklus dukungannya: hingga akhir 2025, beberapa perangkat populer—termasuk iPhone 11 Pro dan MacBook Air 13 inci (2020)—resmi masuk ke dalam daftar “produk vintage dan obsolete”.

Kalau kamu masih menggunakan perangkat-perangkat ini, tidak perlu panik. Ini adalah kebijakan rutin Apple yang sudah berjalan lama. Tujuannya bukan membuat perangkat lama tiba-tiba “tidak bisa dipakai”, melainkan secara bertahap mengurangi dukungan perbaikan seiring waktu, sementara penggunaan harian umumnya tetap normal.

Dalam definisi resmi Apple, “vintage” adalah perangkat yang sudah berhenti dijual lebih dari 5 tahun namun belum mencapai 7 tahun. Sementara “obsolete” mengacu pada perangkat yang sudah dihentikan penjualannya lebih dari 7 tahun.

Berdasarkan patokan tersebut, perangkat yang terdampak kali ini umumnya berasal dari periode rilis akhir 2019 hingga 2020. Di antaranya adalah seri iPhone 11 Pro, MacBook Air 13 inci Retina (2020), dan Apple Watch Series 5.

Lalu, apa arti “vintage” dan “obsolete” bagi pengguna biasa? Apakah ini berarti Apple benar-benar meninggalkan perangkat-perangkat tersebut?

Jawabannya tidak sesederhana itu, karena dampak praktisnya bergantung pada kategori perangkat dan kebijakan dukungan untuk tiap produk. Apple juga tidak memberikan tingkat dukungan yang sama untuk semua lini perangkat.

Untuk produk yang masuk kategori vintage, Apple Store maupun Apple Authorized Service Provider masih bisa menerima perbaikan selama stok suku cadang masih tersedia. Namun, Apple tidak menjamin ketersediaan komponen dalam jangka panjang.

Artinya, layanan perbaikan dasar biasanya masih mungkin dilakukan, tetapi ketersediaannya akan semakin sulit diprediksi seiring waktu. Sedangkan untuk produk obsolete, dukungan perbaikan perangkat keras dihentikan sepenuhnya—Apple tidak lagi menyediakan servis maupun suku cadang.

Kabar baiknya, seri iPhone 11 Pro, MacBook Air 13 inci Retina (2020), dan Apple Watch Series 5 dalam pengumuman ini masih masuk kategori vintage, bukan obsolete.

Namun, urusan dukungan software bisa lebih “berlapis”. Contohnya, iPhone 11 Pro yang sudah berstatus vintage ternyata masih bisa memperbarui sistem ke iOS 26. Walaupun pengalaman dan beberapa fitur mungkin tidak sama seperti iPhone terbaru, ini tetap menunjukkan bahwa Apple cukup konsisten dalam memberikan dukungan panjang untuk iPhone.

Apalagi, iPhone 11 Pro punya posisi penting dalam sejarah Apple. Inilah iPhone pertama yang membawa sistem tiga kamera, dan bisa dibilang generasi inilah yang benar-benar memantapkan identitas iPhone “Pro”, terutama dari sisi kemampuan foto dan video.

Sementara itu, dukungan software untuk MacBook Air 13 inci Retina (2020) terlihat sedikit lebih terbatas, karena pembaruan sistemnya saat ini berhenti di macOS Sequoia.

Model ini juga punya makna simbolis bagi Apple. Ia merupakan generasi terakhir MacBook Air yang masih memakai prosesor Intel dengan arsitektur x86. Setelahnya, Apple beralih penuh ke chip M-series buatan sendiri. Ketika model Intel ini masuk daftar vintage, rasanya seperti penanda bahwa era x86 di laptop Apple semakin resmi ditutup.

Untuk Apple Watch Series 5, pembaruan sistemnya juga berhenti di watchOS 10.

Padahal, Series 5 adalah Apple Watch pertama yang mendukung Always-On Display (AOD), dan hingga sekarang masih banyak pengguna yang setia memakainya. Dalam praktiknya, banyak perangkat vintage masih bisa digunakan dengan baik—sebagian besar fitur harian tidak langsung terpengaruh.

Fungsi inti seperti aktivasi perangkat, layanan iCloud, dan penggunaan sehari-hari biasanya tetap berjalan normal. Yang perlahan berubah adalah frekuensi pembaruan keamanan dan kemudahan untuk mendapatkan servis.

Karena itu, jika perangkatmu membutuhkan perbaikan, sebaiknya jangan menunda terlalu lama. Semakin waktu berjalan, stok komponen akan semakin terbatas, dan bahkan perbaikan rutin bisa menjadi lebih sulit.

Dari sisi industri, langkah Apple ini sebenarnya wajar. Setiap produk punya siklus hidup, dan tidak ada produsen yang bisa memberikan dukungan purna jual selamanya. Yang menarik, Apple justru sering menjadi tolok ukur dalam urusan dukungan jangka panjang—baik software maupun layanan.

Bayangkan, iPhone 11 Pro yang dirilis pada 2019 masih bisa naik ke iOS 26. Itu berarti Apple memberikan sekitar enam tahun pembaruan software dan dukungan layanan, sesuatu yang tidak selalu bisa diikuti oleh banyak kompetitor. Bahkan, beberapa flagship yang baru berusia tiga tahun pun sering kali sudah berhenti mendapat pembaruan sistem besar.

Kalau dibandingkan seperti itu, Apple memang terlihat jauh lebih “niat” menjaga perangkat lamanya.

Bahkan untuk MacBook Air berbasis Intel, Apple tetap memberi dukungan software dan layanan selama lebih dari empat tahun. Ini kontras dengan pengalaman banyak pengguna PC saat Windows 11 hadir—karena syarat TPM 2.0, banyak komputer tanpa chip tersebut langsung tidak bisa upgrade.

Tak heran bila perangkat Apple cenderung memiliki nilai jual kembali yang lebih tinggi. Pasar tahu Apple biasanya memberikan dukungan yang lebih panjang, dan itu membuat pengguna merasa lebih aman untuk tetap memakai perangkatnya lebih lama.

Tentu, ketika sebuah produk sudah masuk daftar vintage atau obsolete, itu juga menandakan satu hal: perangkat tersebut memang sudah cukup “berumur”, dan pengalaman pengguna bisa makin sulit dijaga, terutama jika mempertimbangkan usia pakai, penurunan daya tahan baterai, serta gap performa yang semakin jauh.

Ambil contoh MacBook Air 2020 berbasis Intel. Dari sisi arsitektur, performa, dan efisiensi daya, ia tertinggal cukup jauh dibanding Mac dengan chip M-series saat ini. Ditambah faktor degradasi baterai dan usia penggunaan, wajar jika Apple memasukkannya ke kategori vintage.

Secara keseluruhan, pembaruan berkala daftar “vintage dan obsolete” adalah kebijakan yang masuk akal. Di satu sisi, pengguna mendapat kepastian dan bisa bersiap lebih dini. Di sisi lain, Apple dapat mengelola biaya operasional dan inventaris suku cadang secara realistis. Dan yang paling penting, semua ini terjadi setelah Apple memberikan masa dukungan yang relatif panjang terlebih dahulu.

Terakhir, kalau kamu masih setia memakai iPhone 11 Pro atau MacBook Air 2020, silakan “muncul” di kolom komentar.

接著讀