2026年9月10日

Kenaikan Harga Smartphone: Merek Mid-to-Low-End Tertekan, Premiumisasi Mungkin Akan Meningkat

Menurut China News Service, beberapa merek smartphone domestik utama—termasuk OPPO, vi...

Menurut China News Service, beberapa merek smartphone domestik utama—termasuk OPPO, vivo, Xiaomi, dan Honor—akan menaikkan harga pada bulan Maret. Zhang Yi, analis utama iiMedia Research, menyebut Maret sebagai “titik perubahan harga”: model lama akan naik moderat, sedangkan model baru akan melonjak tajam. Secara keseluruhan, pasar diperkirakan naik sekitar 18%, dengan flagship meningkat lebih dari 30%.

Kenaikan Biaya Mendorong Harga Naik

Para analis menilai lonjakan harga chip memori sebagai faktor utama. Menurut Counterpoint, kuartal pertama 2026, harga memori dan NAND flash naik 80%-90% dibanding kuartal sebelumnya. Gao Zhengyang menambahkan, investasi global perusahaan teknologi besar pada infrastruktur AI telah menekan pasokan chip smartphone, menyebabkan kekurangan struktural. Kenaikan harga bahan baku seperti tembaga juga meningkatkan biaya komponen.

Dalam kondisi pasokan ketat, produsen berlomba memesan chip. Zhang Yi mengamati bahwa merek besar mendapat keuntungan dari leverage rantai pasok dan skala ekonomi, sedangkan merek kecil menghadapi tekanan lebih besar. Data IDC menunjukkan memori menyumbang hampir 30% biaya perangkat menengah-ke-rendah. Meski biaya absolut lebih tinggi pada flagship, margin keuntungan lebih besar.

Tekanan pada Ponsel Budget

Ponsel budget tidak akan hilang, tetapi proporsinya akan menyusut. Zhang Yi menjelaskan, ponsel ini tetap dibutuhkan oleh lansia, sebagai cadangan, dan untuk pasar tier bawah. Namun, margin negatif dapat memaksa produsen mengurangi spesifikasi atau produksi. Konsumen mungkin memperpanjang siklus ganti ponsel atau memilih model premium untuk penggunaan lebih lama, sehingga semakin mengonsolidasikan pangsa pasar merek besar.

Premiumisasi Sebagai Tren

Dalam jangka pendek, kenaikan harga dapat memperpanjang siklus ganti ponsel dan menurunkan penjualan. Guo Tianxiang memprediksi pasar bisa menyusut 10,5%, namun harga rata-rata naik lebih dari 10%. Dalam jangka menengah hingga panjang, restrukturisasi produk dan inovasi akan meningkatkan proporsi model premium, menjaga keuntungan tetap stabil. Produk bernilai tinggi seperti AI smartphone, ponsel lipat, dan perangkat interaksi multimodal akan menjadi fokus R&D.

Zhang Yi menekankan, kenaikan harga menciptakan “kompulsif inovasi”: merek harus berinovasi atau berisiko tersingkir. Pergeseran ini diharapkan meredakan persaingan harga rendah dan mendorong industri menuju kualitas, teknologi, nilai, dan profitabilitas yang lebih tinggi.

接著讀