2026年9月10日

Kontroversi “Jenderal Foundation” Kian Memanas—Otoritas Penyiaran Tiongkok Perintahkan Penertiban Budaya Pemujaan Visual

(Beijing, 3 April) Drama kostum Tiongkok Zhu Yu tengah meraih popularitas besar di dalam dan luar ne...

(Beijing, 3 April) Drama kostum Tiongkok Zhu Yu tengah meraih popularitas besar di dalam dan luar negeri. Namun, penampilan rapi aktor utamanya Zhang Linghe justru memicu kontroversi, dengan warganet menyindirnya sebagai “jenderal pakai foundation.” Menanggapi hal ini, media militer Jun Zheng Ping mengeluarkan kritik langka, menilai bahwa penggambaran jenderal yang terlalu halus telah mengurangi kesan maskulinitas dan tanggung jawab sosial.

Menanggapi isu tersebut, National Radio and Television Administration pada 2 April menggelar “Simposium Estetika Sehat Televisi,” yang menekankan pentingnya menghentikan tren “mengutamakan penampilan” dan mendorong industri kembali berfokus pada kualitas cerita, bukan popularitas bintang.

Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai platform streaming dan perusahaan produksi besar, termasuk Daylight Entertainment, Linmon Media, dan Huace Media.

Dalam diskusi tersebut, disebutkan bahwa industri saat ini mengalami penyimpangan estetika, termasuk ketidaksesuaian antara tata rias dan karakter. Beberapa produksi dinilai terlalu menekankan tampilan visual sehingga kostum dan properti tidak selaras dengan latar cerita, mengurangi keaslian karakter.

Pihak berwenang juga menegaskan bahwa industri harus menghindari ketergantungan pada daya tarik visual semata dan tren popularitas, karena penonton sebenarnya lebih menghargai kualitas cerita. Prinsip “konten sebagai inti, karakter sebagai dasar” ditekankan agar tokoh terasa lebih hidup dan bermakna.

Selain itu, industri diminta untuk “menolak estetika yang menyimpang” dan beralih dari model berbasis bintang ke model berbasis naskah. Dalam produksi, kostum, riasan, dan properti harus mendukung pengembangan karakter dan alur cerita.

Terakhir, karya film dan televisi juga didorong untuk menampilkan “gaya khas Tiongkok” guna memperkuat identitas budaya dan meningkatkan kepercayaan diri dalam industri kreatif.

接著讀

Alexander Lampaui Rekor Durant, Tapi Gagal di Kuarter Akhir, Thunder Tertinggal 1–2

Di Gim 3 Final NBA 2025, Shai Gilgeous-Alexander tampil di bawah tekanan ketat dari Indiana Pacers. Ia mencetak 24 poin, 8 rebound, 4 assist, dan 3 blok, namun juga melakukan 6 turnover dan hanya mencetak 3 poin di kuarter keempat. Kekalahan ini membuat Thunder tertinggal 1–2. Meski begitu, Shai mencetak sejarah dengan melampaui rekor poin playoff satu musim milik Kevin Durant dengan total 572 poin.

455 天前