2026年9月10日

Dari Sony ke Tony: bagaimana raksasa Jepang berdamai—dan berjuang menyelamatkan diri.

Pada 20 Januari, Sony menandatangani MoU dengan TCL untuk menyerahkan 51% kendali bisnis hiburan rum...

Pada 20 Januari, Sony menandatangani MoU dengan TCL untuk menyerahkan 51% kendali bisnis hiburan rumah tangga. Merek Sony dan BRAVIA tetap dipakai, namun langkah ini menandai berakhirnya satu era.

Selama 20 tahun terakhir, Sony perlahan keluar dari bisnis hardware berat:
Walkman, baterai, VAIO, hingga ponsel Xperia. Ini bukan kegagalan, melainkan strategi bertahan hidup.

Dulu Sony menang lewat integrasi vertikal. Namun ketika industri beralih ke skala besar, modal besar, dan efisiensi rantai pasok, model “craftsmanship” berbiaya tinggi mulai kalah.

  • VAIO kalah oleh PC mass-market
  • Bisnis baterai kalah oleh kompetisi pabrik raksasa
  • TV kehilangan daya saing setelah Sony keluar dari panel display

Sony kemudian fokus pada hal yang paling sulit ditiru:
sensor kamera dan konten IP. Hasilnya, profitabilitas meningkat signifikan.

Kerja sama dengan TCL adalah puncak strategi asset-light Sony—
risiko manufaktur dan inventori dilepas, nilai merek dan teknologi inti dipertahankan.

Ini bukan kemunduran, melainkan evolusi.
Saat manufaktur tak lagi menciptakan nilai, perusahaan harus mengubah cara bertahan.

接著讀