2026年9月10日

Film 대표 karya Josie Ho, Dream Home, akhirnya dicabut pelarangannya; versi internasional tayang perdana di Hong Kong dan membuat penonton terkejut dengan adegan kekerasan yang intens.

(Hong Kong, 1 Februari) Aktris sekaligus penyanyi Hong Kong 何超儀 (Josie Ho) kembali menjadi sorotan s...

(Hong Kong, 1 Februari) Aktris sekaligus penyanyi Hong Kong 何超儀 (Josie Ho) kembali menjadi sorotan setelah film thriller kultus tahun 2010, 維多利亞壹號, diputar kembali dalam versi “International Version” dan menggelar pemutaran perdana di Hong Kong. Film tersebut diproduseri dan dibintangi oleh Ho bersama suaminya, 陳子聰 (Conroy Chan), serta disutradarai oleh **彭浩翔 (Pang Ho-cheung). Karya ini sebelumnya mendapat pengakuan penghargaan dan membawa Ho pada nominasi aktris terbaik.

Ho mengatakan penayangan versi terbaru ini terasa seperti “akhirnya mendapat keadilan”, karena versi yang dulu tayang di Hong Kong disebut mengalami pemotongan untuk menyesuaikan aturan klasifikasi film. Kini, setelah 15 tahun, versi yang lebih lengkap akhirnya dapat dinikmati penonton Hong Kong.

Laporan juga menyebut film ini memiliki nilai emosional karena merupakan proyek perdana perusahaan “852 Film Company” yang didirikan Ho dan Chan. Tahun ini bertepatan dengan ulang tahun ke-20 perusahaan tersebut, sehingga perilisan versi internasional dianggap sebagai penanda penting. Chan pun mengenang bahwa sejak pemutaran festival internasional, film ini dikenal memiliki dampak kuat dan menjadi bahan pembicaraan.

Terkait alasan memilih genre thriller dengan gaya yang tegas, Ho bercerita bahwa ia sempat kekurangan kesempatan pada awal karier dan mendapat dukungan keluarga untuk membangun perusahaan sendiri. Melalui perkenalan dari teman mereka, 麥浚龍 (Juno Mak), mereka bertemu sutradara Pang. Ho mengaku langsung menyukai naskahnya, dan ia juga menanggapi label “anti-hero” yang diberikan media luar negeri, menyebut peran tersebut cocok dengan kepribadiannya yang kuat.

Pemutaran perdana di Hong Kong disebut mendapat sambutan hangat: antrean tanda tangan berlangsung lama, sementara sesi diskusi di universitas melampaui durasi yang direncanakan karena antusiasme mahasiswa. Meski sudah lama ada ketertarikan dari luar negeri untuk membeli hak adaptasi, termasuk kemungkinan pengembangan versi baru, Ho menegaskan ia berkali-kali menolak. Baginya, film ini seperti “anak pertama”, sehingga ia tidak ingin melanjutkan jika bentuk barunya tidak bisa mempertahankan rasa asli karya tersebut.

接著讀