2026年9月10日

Taruhan Politik Musk Berbalik Arah: Nilai Pasar Anjlok, Kekayaan Pribadi Menyusut, Tesla Jadi Saham Teknologi Paling Buruk

Pada tahun 2024, Elon Musk mempertaruhkan segalanya—menggelontorkan hampir $300 juta untuk mendukung Donald Trump kembali ke Gedung Putih. Setahun kemudian, taruhan politik ini justru menghancurkan kekayaannya dan mengguncang kerajaan bisnisnya. Juni 2025, saham Tesla anjlok, kontrak SpaceX dengan pemerintah terancam, dan pendanaan xAI terganggu—semuanya berawal dari keretakan hubungan Musk dengan Trump.

I. Kekayaan Musk Naik-Turun: Dari Puncak ke Jurang

Menurut Bloomberg Billionaires Index, dari Agustus hingga Desember 2024, kekayaan bersih Musk melonjak dari $230 miliar menjadi $486 miliar, didorong oleh kemenangan Trump.
Namun pada Januari 2025, setelah diangkat sebagai Kepala “Departemen Efisiensi Pemerintah”, Musk menghadapi kritik atas pemotongan anggaran dan PHK besar-besaran. Kebijakan tarif baru juga menghantam bisnisnya. Hingga April, kekayaannya turun menjadi sekitar $300 miliar.
Pada 5 Juni, ketika perselisihannya dengan Trump memuncak, saham Tesla anjlok 14%, dan nilai pasar hilang sebesar $153 miliar. Dalam satu hari, Musk kehilangan $33 miliar—penurunan harian terbesar dalam sejarah kekayaannya.

II. SpaceX: Kontrak Pemerintah Dalam Ancaman

SpaceX, andalan teknologi luar angkasa dan militer AS, telah menerima lebih dari $22 miliar dalam kontrak pemerintah.
Namun awal Juni, Trump mengancam akan mengakhiri kerja sama. NASA dan Pentagon pun segera menghubungi pesaing seperti Blue Origin untuk mempercepat alternatif.
Musk sempat mengancam akan “memensiunkan” wahana Dragon—pernyataan yang kemudian ia tarik—namun tetap memicu kekhawatiran. Nasib proyek Starship dan layanan militer Starlink kini jadi tanda tanya.

III. Tesla: Dari Mesin Pertumbuhan Menjadi Aset Berisiko

Tesla kini menghadapi berbagai tekanan:

  • Saham Anjlok: Turun 33% sepanjang tahun ini, jauh di bawah indeks S&P 500;
  • Citra Terluka: Protes anti-Musk meluas di Eropa dan AS, mobil Tesla dirusak dan dibakar;
  • Risiko Kebijakan: Rencana Trump untuk mencabut insentif kendaraan listrik bisa membuat Tesla kehilangan $1,2 miliar per tahun;
  • Ancaman Kredit Emisi: Pelonggaran standar emisi bisa merugikan hingga $2 miliar tambahan per tahun.

CEO Gerber Kawasaki, Ross Gerber, menyebut: “Musk mengorbankan kepentingan pemegang saham demi agenda politiknya.”

IV. X dan xAI: Tekanan Regulasi dan Pendanaan

Setelah membeli Twitter dan menggantinya menjadi X, Musk sempat menikmati pertumbuhan pendapatan iklan dan minat investor karena kedekatannya dengan pemerintah. Kini, situasinya berubah.
Rencana penerbitan obligasi senilai $5 miliar oleh xAI dinilai gagal menarik minat, dan Morgan Stanley mencoba mencari pembeli alternatif. Beberapa investor mengaku semula tertarik karena hubungan Musk dengan Trump—yang kini justru menjadi hambatan.
Sementara itu, SEC sedang menyelidiki pembelian saham Twitter oleh Musk sebelum akuisisi. Upayanya melobi regulasi mobil otonom juga berpotensi terhenti.


Musk telah lama menjadi tokoh sentral di persimpangan teknologi, politik, dan keuangan. Namun saat modal politiknya memudar, kekayaan dan kerajaannya berada di titik kritis.
Dari sosok penentu arah politik, kini ia justru menjadi target. Tantangannya sekarang bukan seberapa cepat ia bisa meluncur, tapi seberapa mulus ia bisa mendarat.

接著讀