2026年9月10日

Masih ingat dia? Striker yang pernah dijuluki “nomor 9 terburuk dalam sejarah Brasil,” dihujani kritik hingga keluar dari tim nasional, namun tetap bermain sampai usia 38 tahun — Fred!

Sebagai raksasa sepak bola dunia, Brasil memang meraih kejayaan besar pada awal 2000-an lewat gelar ...

Sebagai raksasa sepak bola dunia, Brasil memang meraih kejayaan besar pada awal 2000-an lewat gelar Piala Dunia 2002. Namun setelah itu, performa mereka terus menurun. Lima edisi Piala Dunia berturut-turut tanpa mencapai final, prestasi terbaik hanya peringkat empat, dan tragedi kekalahan 7–1 dari Jerman pada 2014 menjadi luka mendalam bagi fans. Selain meningkatnya kekuatan tim-tim Eropa, Brasil juga menghadapi masalah internal — terutama kegagalan menemukan penerus sejati nomor 9 setelah Ronaldo.

Jika harus memilih “yang terburuk,” banyak fans akan menunjuk Fred pada 2014. Selain satu gol yang tidak terlalu penting di fase grup, ia hampir tidak memberi kontribusi dan akhirnya dihujani kritik sampai memutuskan keluar dari timnas. Namun bagaimana perjalanan kariernya setelah itu? Mari kita telusuri kisah penuh pasang surut ini.


🌟 Dari Bintang Muda hingga Merumput di Eropa

Lahir pada 1983, Fred memang bukan striker paling elit Brasil, tetapi ia memiliki bakat besar. Pada 2003, ia debut untuk América Mineiro dan mencetak gol hanya dalam 3,17 detik — rekor gol tercepat dalam sejarah sepak bola Brasil!

Ia bersinar di América Mineiro dan Cruzeiro dengan total 61 gol sebelum usia 22 tahun, menarik perhatian klub-klub Eropa. Pada 2005, ia bergabung dengan Lyon dengan harga €15 juta — salah satu transfer besar pada masa itu.

Di Lyon, ia meraih tiga gelar Ligue 1 dan mendapat panggilan untuk Piala Dunia 2006 serta Copa América 2007. Meskipun menit bermainnya terbatas, dipanggil ke timnas sudah menjadi pengakuan besar.


🌟 Peluang Kembali ke Eropa Hilang Usai Piala Dunia

Pada musim 2008–09, Fred tersisih karena kebangkitan Karim Benzema. Ia kembali ke Brasil dan bergabung dengan Fluminense, tempat ia kembali menunjukkan ketajamannya. Bersama Dario Conca, ia membentuk duet mematikan, meraih gelar liga, dan beberapa kali menjadi top skor.

Penampilannya membawa ia kembali ke timnas untuk Piala Dunia 2010, Piala Konfederasi 2013, dan Piala Dunia 2014. Pada 2013, ia mencetak 5 gol dan menghentikan rekor tak terkalahkan Spanyol selama 26 pertandingan — pencapaian yang membuatnya layak mengenakan nomor 9 Brasil.

Namun, bencana terjadi di Piala Dunia 2014. Bermain di rumah sendiri, Fred tidak memberikan kontribusi besar di fase gugur dan menjadi sasaran kritik setelah kekalahan 7–1. Tekanan mental yang sangat besar membuatnya memutuskan mundur dari tim nasional.


🌟 Legenda Liga Brasil, Pensiun di Usia 38

Setelah meninggalkan timnas, Fred tetap melanjutkan karier klubnya dengan konsisten. Baik di Fluminense, Atlético Mineiro, maupun Cruzeiro, ia terus tampil produktif hingga akhirnya pensiun pada usia 38 tahun.

Dalam kariernya, ia bermain 786 pertandingan dan mencetak 399 gol, menjadikannya pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah Liga Brasil, melampaui legenda seperti Romário.

Jika kita menilai secara objektif, terlepas dari kegagalannya di panggung dunia, Fred sebenarnya adalah striker hebat — bahkan seorang legenda — yang hanya gagal pada saat terpenting dalam kariernya.

接著讀