2026年9月10日

Liu Qiangdong Umumkan Langkah Baru di Bidang AI

Liu Qiangdong kembali menunjukkan langkah baru di ranah AI. Reporter 科創板日報 mengungkap bahwa JD.com (...

Liu Qiangdong kembali menunjukkan langkah baru di ranah AI.

Reporter 科創板日報 mengungkap bahwa JD.com (Jingdong) telah membentuk “Divisi Bisnis Chameleon”, yang akan memegang tanggung jawab penuh atas riset dan pengembangan, pembangunan produk, hingga komersialisasi berbagai produk AI inti perusahaan—termasuk JoyAI App, merek embodied intelligence JoyInside, serta bisnis digital human (avatar/host virtual).

Menurut informasi yang dihimpun 科創板日報, JD sebelumnya juga pernah memiliki proyek “Chameleon” di bawah JD Exploratory Research Institute. Sumber industri menyebut tim ini berfokus pada integrasi AI antara perangkat lunak dan perangkat keras. Terkait posisi dan level organisasi divisi baru tersebut di dalam struktur JD, pihak media telah mengajukan permintaan wawancara, namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari JD.

Jika ditarik ke belakang, pada ajang World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2025, JD resmi memperkenalkan merek model besar JoyAI, meluncurkan merek embodied intelligence JoyInside, serta memaparkan peta lengkap aplikasi AI—membangun kerangka teknologi “model besar + embodied intelligence” sebagai dua pilar utama. JD mengungkap keluarga model JoyAI mencakup skala 3B hingga 750B parameter, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan kecepatan respons dan performa untuk berbagai skenario. JoyAI juga mendukung kemampuan multimodal, mulai dari bahasa, suara, gambar, video, hingga digital human.

JD menyatakan JoyAI meningkatkan kemampuan adaptasi industri melalui teknologi seperti dynamic hierarchical distillation dan cross-domain data governance. Perusahaan mengklaim efisiensi inferensi rata-rata meningkat 30%, sementara biaya pelatihan turun 70%, sehingga penerapan model dalam skenario bisnis nyata menjadi lebih kuat dan lebih terjangkau.

Di jalur embodied intelligence, JoyInside disebut telah menyelesaikan integrasi teknis dengan lebih dari 40 merek robot dan mainan AI terkemuka, termasuk Zhongqing Robotics, Yunshen (Deep Robotics), SenseTime Yuanluobo, dan Huohuotu. Kolaborasi ini mencakup beragam perangkat—mulai dari robot humanoid, robot berkaki empat, mainan anak, hingga AI designer toys—dengan tujuan menanamkan “otak” interaksi yang lebih berempati pada perangkat pintar. JD menyebut jumlah giliran percakapan pada perangkat yang telah terintegrasi meningkat rata-rata lebih dari 120%.

Sementara itu, digital human telah menjadi salah satu skenario komersialisasi AI paling menonjol bagi JD. Data resmi JD menunjukkan bahwa hingga Desember 2025, lebih dari 45.000 merek telah terhubung dengan layanan digital human mereka. Biaya live streaming dengan digital human diklaim hanya sepersepuluh dari live streaming dengan host manusia, dengan kenaikan konversi rata-rata sekitar 30%. Selama periode “Double 11” 2025, jumlah pedagang yang memakai live streaming digital human disebut meningkat hampir 6 kali lipat secara tahunan, dan secara kumulatif mendorong GMV tahunan hingga ratusan miliar yuan.

Yang juga menarik perhatian, JD telah menghadirkan “digital human premium” untuk masuk ke ruang live streaming merek kelas atas. Dalam sesi live streaming merek seperti MCM dan COACH, digital host ini mampu menjalankan skenario profesional seperti interaksi dua host dan penyajian detail produk. JD mengklaim durasi tinggal pengguna dapat meningkat hingga 3 kali lipat, dengan performa konversi melampaui 80% host manusia.

Di sisi konsumen, ekspansi AI JD juga semakin cepat. Pada akhir 2025, JD meluncurkan boneka plush AI hasil pengembangan sendiri. Batch pertama langsung ludes terjual, hingga memicu beberapa kali restock. Kabarnya, batch kedua sudah dalam tahap persiapan dan akan memperluas target pengguna menjadi semua kelompok usia, dengan rencana peluncuran penuh pada pertengahan Januari.

Pendiri Haitun Society, Li Chengdong, dalam wawancara dengan 科創板日報 menilai pembentukan Divisi Bisnis Chameleon merupakan pendorong dua transformasi utama dalam strategi AI JD.

Pertama, dari sisi organisasi, JD melakukan konsolidasi sumber daya—menyatukan lini AI yang sebelumnya tersebar agar lebih terkoordinasi dan membentuk kekuatan di level grup. Kedua, dari sisi bisnis, JD membangun closed-loop komersialisasi, dengan memanfaatkan skenario e-commerce serta kapabilitas penjualan untuk mendorong teknologi AI bergerak dari R&D menuju penerapan nyata.

Menurut Li, “parit pertahanan” JD terletak pada kekuatan rantai pasok dan daya tawar terhadap pemasok. Sebagai salah satu kanal penjualan terbesar untuk elektronik konsumsi, 3C, dan peralatan rumah tangga, JD memiliki fondasi yang solid untuk mempercepat penerapan AI ke skala produk dan layanan.

Namun ia juga menyoroti beberapa kelemahan yang masih jelas terlihat. Di satu sisi, investasi jangka panjang JD pada model besar dinilai belum sekuat Alibaba maupun ByteDance. Di sisi lain, sistem AI JD saat ini masih berfokus pada pasar domestik, belum memiliki jejak global yang kuat, sehingga pengaruhnya di pasar internasional masih terbatas.

接著讀