2026年9月10日

Wall Street Heboh: Apakah Era Emas Sepatu Sneakers Telah Berakhir?

Di awal 2026, Bank of America melemparkan “bom” ke industri sepatu sneakers. Analis Thierry Cota mem...

Di awal 2026, Bank of America melemparkan “bom” ke industri sepatu sneakers. Analis Thierry Cota memperingatkan bahwa masa kejayaan jangka panjang sneakers mungkin telah berakhir. Dalam dua dekade terakhir, sneakers berubah dari perlengkapan olahraga khusus menjadi alas kaki sehari-hari, meningkat dari kurang dari 25% menjadi lebih dari 50% penjualan global, dengan puncak selama pandemi. Dengan perubahan struktural ini hampir selesai, pertumbuhan tahunan diperkirakan melambat dari sekitar 9% menjadi 4%-5%. Saham Adidas bahkan mengalami “double downgrade”, turun lebih dari 7% dalam sehari.

Respons pasar cepat muncul. Pakar industri Matt Powell menolak klaim tersebut di media sosial: “Tidak ada bukti mendukung hal ini.” Beth Goldstein dari Circana menunjukkan bahwa sneakers menyumbang sekitar 60% penjualan sepatu AS dan tetap tumbuh 4% hingga November 2025, sementara sepatu fashion turun 3%. Analis Bloomberg Intelligence, Poonam Goyal, menilai pasar sedang stabil, bukan berakhir. UBS menegaskan optimisme, menyebut tren konsumsi sehat global mendorong fase pertumbuhan baru.

Data menunjukkan perlambatan pertumbuhan bukan berarti runtuh. StockX melaporkan bahwa loafer terlaris 2025 adalah New Balance 1906L, menunjukkan konsumen mengutamakan fungsi dan gaya. CEO StockX, Greg Schwartz, menekankan bahwa pemenang masa depan adalah merek yang memahami kelangkaan, bercerita, dan komunitas, bukan sekadar volume penjualan.

Gambaran industri pun berubah: Puma rugi, On fluktuatif, Asics meraih keuntungan rekor di segmen lari. Di China, pasar sneakers tumbuh menjadi 598,9 miliar RMB pada 2025 dan diproyeksikan 896,3 miliar RMB pada 2030. Tingkat penetrasi mendekati pasar matang, menandakan pergeseran dari ekspansi ke kompetisi stok.

Singkatnya, sneakers tidak akan hilang. Era pertumbuhan telah berakhir, dan fokus kini pada kedalaman, ketelitian, dan nilai merek. Perdebatan ini mendorong pemain industri menata strategi: raksasa mengoptimalkan pemasaran, penantang fokus pada niche, dan distributor melakukan diversifikasi. Babak baru industri sneakers telah dimulai.

接著讀