2026年9月10日

Pejabat Tinggi Rusia Peringatkan: Jika Ukraina Gunakan Rudal "Taurus", Rusia Mungkin Serang Jerman Langsung

Seorang pejabat tinggi Rusia memperingatkan bahwa jika Ukraina menggunakan rudal "Taurus" buatan Jerman untuk menyerang sasaran di wilayah Rusia, pasukan Rusia akan langsung menyerang wilayah Jerman. Jerman telah menandatangani kesepakatan industri militer senilai 5,7 miliar dolar AS untuk mendukung Ukraina dalam memproduksi senjata jarak jauh, dan Kanselir Scholz mengatakan pengiriman rudal "Taurus" mungkin terjadi. Menteri Luar Negeri Rusia Lavrov mengkritik keterlibatan Jerman yang semakin jauh, menyerukan Berlin untuk menghentikan langkah berbahaya ini.

Kanselir Jerman Scholz baru-baru ini menyatakan bahwa negara-negara Barat tidak lagi membatasi jangkauan senjata yang diberikan kepada Ukraina, yang memicu perhatian besar. Menurut "Russia Today" (RT) pada tanggal 29, Ketua Komite Pertahanan Duma Rusia dan mantan Wakil Menteri Pertahanan Andrei Kartapolov memperingatkan bahwa jika Ukraina menggunakan rudal "Taurus" dari Jerman untuk menyerang target jauh di dalam wilayah Rusia, Rusia siap untuk langsung menyerang Jerman.

Dalam wawancara dengan media Rusia Life.ru pada tanggal 28, Kartapolov mengatakan, "Kami telah siap sepenuhnya. Kami akan mencegat rudal 'Taurus', menyerang lokasi peluncuran dan operatornya, dan jika perlu, kami akan menyerang sumber pengiriman rudal—yaitu Jerman."

Rudal jelajah "Taurus" memiliki jangkauan hingga 500 kilometer, cukup untuk menyerang sasaran jauh di Rusia termasuk Moskow. Namun, Kartapolov menegaskan bahwa Ukraina belum memiliki kemampuan teknis untuk mengoperasikan senjata presisi tinggi semacam ini secara mandiri dan masih bergantung pada ahli militer Barat. Ia mengatakan, "Mereka (tentara Ukraina) bisa menekan tombol peluncur, tapi tidak bisa memasukkan data sasaran. Data ini berasal dari satelit AS dan Eropa. Jika Jerman menyediakan rudal ini, personel Jerman tak terelakkan akan ikut terlibat."

Pada tanggal 26, Scholz mengatakan kepada media Jerman bahwa tidak ada lagi batasan jangkauan senjata yang diberikan kepada Ukraina. Meskipun ia tidak menyebut secara langsung rudal "Taurus", pernyataan sebelumnya yang mendukung pengirimannya dianggap sebagai “jalan pembuka” untuk kemungkinan pengiriman.

Pernyataan Scholz memicu kontroversi di Jerman. Wakil Kanselir sekaligus Menteri Keuangan Christian Lindner menegaskan, “Tidak ada kesepakatan baru yang melebihi komitmen bantuan sebelumnya.” Pejabat pemerintah Jerman juga mengatakan kepada Reuters bahwa pernyataan Scholz “bukan kebijakan baru—pemerintah tidak pernah menetapkan batasan jangkauan untuk dukungan senjata.”

Pada tanggal 28, Scholz mengumumkan dalam konferensi pers bersama Presiden Ukraina Zelensky di Berlin bahwa Jerman akan mendanai produksi senjata jarak jauh di Ukraina sebagai bagian dari kerja sama industri militer baru. Kementerian Pertahanan Jerman kemudian mengonfirmasi bahwa Jerman dan Ukraina telah menandatangani kesepakatan senilai 5,7 miliar dolar AS untuk memproduksi dan mengirimkan sistem senjata jarak jauh, dengan batch pertama kemungkinan siap dalam beberapa minggu. Meskipun belum jelas apakah Jerman akan mengirimkan rudal "Taurus", Scholz mengatakan pengiriman “mungkin saja,” namun pasukan Ukraina perlu beberapa bulan pelatihan untuk dapat menggunakannya.

Menanggapi situasi ini, Menteri Luar Negeri Rusia Lavrov pada tanggal 28 menuduh Jerman telah melampaui batas. Ia berkata, “Keterlibatan langsung Jerman dalam perang ini kini sangat jelas.” Lavrov memperingatkan Jerman sedang berada di jalur “kejatuhan destruktif” yang pernah terjadi di abad lalu, dan mendesak politisi Jerman yang bertanggung jawab untuk menghentikan “kegilaan ini.”

Ringkasan & Analisis Utama
Risiko Eskalasi:
Ancaman Rusia untuk menyerang Jerman langsung jika Ukraina memakai rudal "Taurus" menunjukkan tekanan militer yang lebih besar bagi kedua negara.
Kerja Sama Militer Jerman-Ukraina:
Kesepakatan 5,7 miliar dolar AS ini menegaskan peran Jerman yang semakin aktif mendukung Ukraina.
Perbedaan Kebijakan di Barat:
Sikap tegas Scholz berseberangan dengan pernyataan “meredam” dari pejabat Jerman lain, menunjukkan ketidaksepakatan internal.
Strategi Rusia:
Klaim Rusia soal “pengendalian Barat” menjadi alasan bagi mereka untuk memperluas ancaman dan tekanan diplomatik ke Berlin.

接著讀