2026年9月10日

Saat tim basket putra Tiongkok mengadakan rapat internal selama dua jam untuk mengevaluasi kekalahan dengan rasa malu, tim Korea Selatan justru merayakan kemenangan mereka dengan sangat meriah.

Dalam dua pertandingan terbaru melawan Korea Selatan, tim basket putra Tiongkok tampil sangat mengec...

Dalam dua pertandingan terbaru melawan Korea Selatan, tim basket putra Tiongkok tampil sangat mengecewakan. Pada laga pertama, Tiongkok sempat tertinggal hampir 20 poin, dan pada laga kedua jarak tersebut bahkan melebar hingga 32 poin. Perbedaan sebesar ini membuat para penggemar sulit menerima, terlebih karena pada Piala Asia musim panas lalu, Tiongkok pernah mengalahkan Korea Selatan dengan selisih besar. Padahal kali ini Tiongkok menurunkan hampir seluruh pemain terbaiknya, hanya tanpa Zhao Rui dan Wang Junjie, namun tetap kalah telak.

Setelah pertandingan, media melaporkan bahwa tim Tiongkok mengadakan rapat internal selama dua jam di ruang ganti untuk membahas kekalahan tersebut. Namun melihat betapa buruknya performa di lapangan, banyak penggemar menilai rapat panjang seperti itu tidak banyak membantu dan justru menambah rasa kecewa.

Sebaliknya, tim Korea Selatan merayakan kemenangan mereka dengan sangat meriah. Sebelum pertandingan, salah satu pemain inti Korea bahkan menegaskan bahwa mereka akan “mengalahkan Tiongkok dua kali”. Saat itu, banyak penggemar dan media Tiongkok menanggapinya dengan sinis. Tetapi kini, pernyataan tersebut menjadi kenyataan—Korea Selatan benar-benar mendominasi kedua laga.

Kekalahan ini memperlihatkan berbagai masalah pada tim basket putra Tiongkok, bukan hanya dalam eksekusi teknik, tetapi juga mentalitas dan kemampuan penyesuaian saat pertandingan. Banyak pengamat menilai bahwa alih-alih “melampiaskan frustrasi” lewat rapat panjang setelah kalah, tim harus fokus menemukan solusi mendasar, membangun kembali kepercayaan diri, dan meningkatkan daya saing sesungguhnya.

接著讀