2026年9月12日

Likuidasi paksa memicu efek berantai; harga Bitcoin bergejolak bak naik roller coaster.

(New York, 3 Feb)Pada sesi perdagangan AS hari Senin, Bitcoin bangkit dari posisi terendah di sesi A...

(New York, 3 Feb)
Pada sesi perdagangan AS hari Senin, Bitcoin bangkit dari posisi terendah di sesi Asia dan sempat naik ke US$79.207, atau sekitar 6,1% di atas level terendah harian US$74.674.

Pemulihan ini terjadi setelah aksi jual tajam pada akhir pekan di tengah likuiditas pasar yang rendah. Bitcoin sempat menembus ke bawah US$76.000 dan mencatat koreksi sekitar 40% dari rekor tertinggi April 2025, sebelum kembali turun ke bawah US$75.000. Hingga pukul 10.30 waktu Malaysia, Bitcoin diperdagangkan di US$78.738,81, naik tipis 0,08%.

Analis menilai pelemahan ini bukan disebabkan oleh masalah struktural di pasar kripto, melainkan sejalan dengan pergeseran sentimen global menuju aset yang lebih aman. Dalam tujuh hari terakhir, harga Bitcoin tercatat turun sekitar 12%, dengan kapitalisasi pasar menyusut lebih dari US$200 miliar.

Analis Nexo, Dessislava Ianeva, mengatakan penurunan tersebut diperbesar oleh minimnya likuiditas akhir pekan dan tidak berasal dari tekanan fundamental khusus di pasar kripto.

Korelasi Bitcoin dengan aset berisiko juga turut berperan. Bursa saham AS melemah pada Jumat lalu, dipimpin oleh penurunan saham teknologi seperti Microsoft setelah laporan keuangan yang mengecewakan.

Tekanan juga datang dari likuidasi paksa. Sejak 29 Januari, lebih dari US$2 miliar posisi long dan short telah dilikuidasi, memicu efek berantai di pasar. Selain itu, investor turut mencermati potensi dampak perubahan personel di Federal Reserve.

Ke depan, pandangan pasar masih terbelah. Sebagian analis menilai level US$70.000 sebagai area dukungan penting, sementara pandangan yang lebih pesimistis tidak menutup kemungkinan Bitcoin turun hingga US$40.000 tahun ini.

接著讀