2026年9月10日

Pasangan selebritas Hong Kong ternama впервые tampil bersama sebagai “suami-istri” dalam sesi obrolan, membahas pernikahan dan masa sulit; sang suami mengungkap alasan memilih menikahi sang istri.

Mantan eksekutif TVB, Stephen Chan, mengundang aktor Louis Cheung dan penyanyi-aktris Kay Tse (Tse O...

Mantan eksekutif TVB, Stephen Chan, mengundang aktor Louis Cheung dan penyanyi-aktris Kay Tse (Tse On-kay) sebagai tamu di program talk show online-nya. Ini menjadi wawancara pertama mereka tampil bersama sebagai “pasangan suami-istri” setelah 18 tahun menikah. Dalam perbincangan tersebut, keduanya berbagi kisah tentang kehidupan rumah tangga, titik balik hidup, serta proses bertumbuh masing-masing.

Chan membuka acara dengan mengucapkan selamat kepada Kay yang meraih posisi kedua dalam kategori “Professional Recommendations – Top Ten” tahun 2025 melalui lagu 50/50. Kay mengungkapkan bahwa sebelum malam penghargaan ia sempat dirawat di rumah sakit karena sakit, namun tetap memilih tampil menyanyi. Ia ingin berterima kasih kepada tim, keluarga, dan teman-teman, sekaligus menjadikannya penanda kerja keras selama setahun bersama perusahaannya.

Louis bercerita bahwa malam itu seluruh keluarga menonton siaran langsung di rumah dan sangat khawatir dengan kondisi Kay. Ia mengatakan naik ke panggung tidak punya alasan: berapa pun usianya, “kalau nyanyinya tidak bagus, itu tidak ada pembenaran.” Ia baru merasa lega setelah Kay menyelesaikan penampilannya.

Kay menjelaskan lagu 50/50 merekam perjalanan batinnya dari kebingungan hingga belajar melepaskan. Ia mengaku setelah memasuki usia 45 tahun, ia sering merasa ragu, lelah, dan lama terjebak dalam konflik batin. Saat Chan bertanya bagaimana Louis menghadapi masa itu, Louis bercanda bahwa ia hanya mencoba “membuatnya tertawa.” Ia mengibaratkan mereka seperti atlet: “Dia petinju, aku pelatih,” sambil terus menyemangati Kay untuk mulai lagi dan menemaninya melewati masa sulit.

Ketika ditanya apa yang membuat mereka saling tertarik hingga akhirnya menikah, keduanya kompak menjawab seperti “kena sihir.” Kay mengenang Louis sebagai teman pertama yang ia kenal setelah masuk industri hiburan, dan sejak awal ia merasa Louis sangat menarik: sekali duduk, ia bisa berbicara dua jam tanpa henti, dan Kay menikmati ceritanya. Kay juga tertawa mengatakan ia yakin bahkan saat mereka berusia 80-an, melihat Louis tetap membuatnya bahagia dan mendengar Louis berbicara masih membuatnya ingin tertawa. Louis menjawab singkat dan cepat: “Karena dia cantik.”

Mengenai perubahan selama pernikahan, Kay menggambarkan Louis seperti mengalami “tukar jiwa” setelah usia 30: dari pribadi yang mudah marah menjadi lebih tenang, stabil, dan mampu mengendalikan emosi. Louis mengakui dulu ia memang penuh amarah, dan pengalaman mereka sempat berada di dua kutub: Kay yang tadinya cukup bernyanyi “di belakang” tiba-tiba didorong ke depan sorotan dan terus dinilai dengan “kaca pembesar,” sementara dirinya merasa nyaris tak terlihat—“seperti orang tidak akan menoleh bahkan kalau pakai teropong.” Ia berterima kasih karena mereka terus bertumbuh bersama, saling menopang, dan berkata bahwa “Kay bisa tidur nyenyak setiap malam adalah hadiah terbesar bagiku.”

Saat ditanya momen paling bahagia, Kay mengatakan banyak kebahagiaan datang dari hal-hal sehari-hari yang konyol. Ia membagikan satu kisah lucu: suatu malam Louis bermimpi sedang syuting adegan laga lalu tiba-tiba meninju—tanpa sadar mengenai area empeng/pacifier bayi mereka yang baru lahir. Kay sampai berseru antara kesal dan geli, “Pukul aku saja—kenapa pukul anak!”

接著讀