2026年9月10日

Disorot Media Negara China! Tomokazu Harimoto Berturut-turut Hadapi Pemain Timnas China—Netizen Jepang: “Jembatan Jepang–China”, Namun Teriakannya Dinilai Tidak Sopan

Pada babak 1/16 final tunggal putra WTT Doha Champions, Tomokazu Harimoto tampil sangat meyakinkan d...

Pada babak 1/16 final tunggal putra WTT Doha Champions, Tomokazu Harimoto tampil sangat meyakinkan dengan kemenangan 3–0 atas bintang muda Tiongkok berusia 22 tahun, Xiang Peng. Setelah ini, Harimoto dijadwalkan kembali menghadapi wakil Tiongkok lainnya, Zhou Qihao.

Sebelumnya, Harimoto sempat menjadi sorotan setelah disebut dan dikritik oleh media arus utama di Tiongkok. Karena itu, laga pembuka tahun melawan pemain timnas Tiongkok pun otomatis menjadi lebih disorot. Namun di meja pertandingan, Harimoto menjawabnya dengan performa tegas: ia hanya membutuhkan 23 menit untuk menuntaskan kemenangan 3–0 atas Xiang Peng, yang disebut memiliki peringkat dunia No. 11.

Media Jepang kemudian memuji penampilan Harimoto, sekaligus menekankan statusnya sebagai juara WTT Finals 2025. Menjelang laga berikutnya, media Jepang juga memperkenalkan Zhou Qihao sebagai pemain berusia 28 tahun dengan peringkat dunia No. 40, yang pernah disebut sebagai kandidat “ace” generasi berikutnya. Dalam laporan yang sama, disebut pula bahwa Zhou pernah mencuri perhatian pada 2017 ketika menumbangkan pemain yang kala itu berada di peringkat dunia No. 1, Ma Long.

Perbincangan mengenai Harimoto yang “dipanggil namanya” oleh media Tiongkok turut memicu reaksi beragam dari warganet Jepang. Ada yang menilai, di level olahraga individu kelas dunia, persoalan kebangsaan seharusnya tidak menjadi fokus utama. Mereka menyebut Harimoto sebagai sosok penting yang dapat menjadi jembatan antara Jepang dan Tiongkok, serta berharap ia dihormati oleh kedua pihak.

Di sisi lain, sebagian warganet juga mengkritik kebiasaan Harimoto yang kerap berteriak keras saat bertanding. Ada yang menilai selebrasi tersebut terasa mengganggu, bahkan mempertanyakan apakah teriakan itu bisa dianggap sebagai bentuk tidak menghormati lawan. Seorang komentar menyebut, meski tidak terlalu mengikuti tenis meja, ia tetap merasa tidak nyaman dengan gaya tersebut.

接著讀

Xibei Tak Mau Kalah

Belakangan ini tagar #SlipGajiPelayanXibei# kembali meramaikan trending topic. Kabar bahwa sebagian ...

244 天前