2026年9月10日

Risiko kian meningkat — apakah ATM kripto di AS akan menjadi sejarah?

Washington, 12 Januari — Data FBI menunjukkan penipuan melalui ATM kripto menyebabkan kerugian sebes...

Washington, 12 Januari — Data FBI menunjukkan penipuan melalui ATM kripto menyebabkan kerugian sebesar US$240 juta pada paruh pertama tahun lalu—sekitar dua kali lipat dibanding total kerugian sepanjang 2024. Angka ini mendorong sebagian pembuat kebijakan mempertimbangkan larangan atau pembatasan yang lebih ketat.

Detektif Spokane, Washington, Tim Schwering, mengatakan ia sudah melihat tren kejahatan terkait kripto meningkat sejak 2023. Banyak korban adalah orang lanjut usia atau kesepian yang menjadi sasaran jaringan penipu luar negeri yang menyamar sebagai pasangan romantis, memanfaatkan penurunan fungsi kognitif, atau menekan korban dengan ancaman. Dalam beberapa kasus, pelaku berpura-pura sebagai pejabat pemerintah dan mengancam menggunakan kewenangan IRS untuk memaksa korban mentransfer uang.

Schwering menambahkan, dana ilegal kerap mengalir ke luar negeri sehingga “sulit dilacak atau dipulihkan,” dan tidak sedikit korban kehilangan tabungan seumur hidup. Karena itu, anggota dewan kota Spokane Paul Dillon mengusulkan larangan total ATM kripto di kota tersebut. Kebijakan itu mulai berlaku sejak Juni tahun lalu, dan operator berlomba-lomba mencabut mesin sebelum masa tenggang berakhir.

Namun, efektivitas larangan total masih diperdebatkan. Negara bagian seperti Arizona, Arkansas, dan Vermont sedang memperketat aturan atau menimbang pembatasan tambahan, sedangkan St. Paul, Minnesota juga mengkaji larangan menyeluruh seperti Spokane. Sejumlah pakar menilai pencabutan massal ATM kripto tidak otomatis menghapus penipuan dan bisa menimbulkan dampak lain yang tidak diinginkan.

Pendiri dan CEO perusahaan blockchain Mavryk, Alex Davis, menyebut ATM kripto tetap bertahan karena memenuhi kebutuhan yang belum sepenuhnya diatasi sistem keuangan yang diawasi—akses yang mudah, privasi, dan aliran dana yang minim hambatan—sementara sistem keuangan tradisional makin ketat dalam perlindungan dan kepatuhan. COO The Crypto Company, Jared Strasser, mengatakan ATM kripto terutama dipakai oleh orang yang membutuhkan akses dana secara cepat; penipu menyukainya karena transaksi cepat dan tidak bisa dibatalkan.

Dosen hukum William & Mary, Lev Breydo, menilai maraknya ATM bitcoin mencerminkan persoalan struktural yang lebih besar, seperti tingginya jumlah masyarakat “underbanked” (akses layanan bank terbatas) serta kebutuhan remitansi tunai ke luar negeri. Menurutnya, mesin-mesin ini lebih menunjukkan kelemahan sistem keuangan dan jaring pengaman sosial daripada sekadar simbol “inovasi.”

接著讀