2026年9月10日

Tindakan Tak Terpuji: Pemain Vietnam Memukul Bayhati dan Menolak Meminta Maaf kepada China, Pemain Lain Lolos dari Hukuman Meski Bertindak Kasar

Pada 21 Januari, laga semifinal Piala Asia U23 mempertemukan Vietnam U23 dan China U23, dengan hasil...

Pada 21 Januari, laga semifinal Piala Asia U23 mempertemukan Vietnam U23 dan China U23, dengan hasil akhir kemenangan telak 3–0 untuk China. Namun, pertandingan ini tercoreng oleh sejumlah tindakan kekerasan di lapangan.

Pada menit ke-74, setelah Peng Xiao mencetak gol untuk China, Bayhati mengambil bola dari dalam gawang untuk melanjutkan permainan. Tiba-tiba, bek utama Vietnam bernomor punggung 3, Pham Ly Duc, menghampirinya dari samping dan melayangkan pukulan tangan kanan yang jelas, membuat Bayhati terjatuh ke lapangan.

Wasit kemudian meninjau insiden tersebut melalui VAR dan langsung mengeluarkan kartu merah untuk Pham Ly Duc. Vietnam pun harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain. Namun, gol tersebut akhirnya dianulir karena adanya pelanggaran sebelumnya.

Usai pertandingan, Pham Ly Duc menulis pernyataan di media sosial:
“Terima kasih kepada semua yang telah mendukung kami. Saya dengan tulus meminta maaf kepada para penggemar Vietnam. Sebanyak apa pun permintaan maaf tidak akan cukup.”
Pernyataan ini menuai kritik karena ia hanya meminta maaf kepada fans Vietnam, tanpa menyampaikan permintaan maaf kepada Bayhati maupun kepada tim China.

Lebih lanjut, tayangan ulang menunjukkan bahwa sebelum insiden pukulan tersebut, pemain Vietnam nomor 16, Nguyen Nhat Minh, telah lebih dulu melakukan tindakan agresif dengan mencoba memukul Bayhati. Setelah gagal, ia kemudian menjegal Bayhati dengan kaki. Tindakan tersebut seharusnya juga berujung kartu merah, namun wasit tidak memberikan hukuman apa pun, bahkan kartu kuning sekalipun.

Rangkaian insiden ini kembali memicu perdebatan luas mengenai disiplin pemain, konsistensi keputusan wasit, serta pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dalam sepak bola internasional.

接著讀