2026年9月10日

Tim Cook Akui Langsung: Apple AI Siap Masuk ke Pasar Tiongkok — Mampukah Menyaingi Huawei dan Xiaomi?

Tim Cook tampaknya masih belum bisa melepaskan pasar Tiongkok. Pada 18 Oktober, dalam ajang Shanghai...

Tim Cook tampaknya masih belum bisa melepaskan pasar Tiongkok.

Pada 18 Oktober, dalam ajang Shanghai Global Wealth Management Forum · 2025 Suhewan Conference, Cook kembali hadir di Tiongkok dan membawa pesan yang sangat jelas: Apple Intelligence tengah berupaya keras untuk masuk ke pasar Tiongkok. Ia menegaskan bahwa kecerdasan buatan memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan, bahkan menyelamatkan nyawa.

Jelas terlihat ambisinya—Cook ingin merebut hati 250 juta pengguna Apple di Tiongkok. Bagaimanapun, Apple pernah mencetak sejarah gemilang di negeri ini.

Kilas balik ke tahun 2015, iPhone mencatat rekor penjualan tertinggi dengan jutaan unit terjual di pasar Tiongkok. Berkat ekosistem iOS yang tertutup dan citra premium, Apple nyaris memonopoli segmen ponsel kelas atas. Memiliki iPhone saat itu menjadi simbol status dan kekayaan—karena memang mahalnya luar biasa.

Masih ingat betapa hebohnya saat iPhone pertama kali hadir? Internet penuh dengan lelucon seperti “jual ginjal demi beli iPhone,” menggambarkan betapa besarnya daya tarik produk tersebut. Bahkan hingga kini, banyak orang masih bernostalgia dengan iPhone lama, menggunakannya untuk memotret gambar dengan “vibe estetik.”

Siapa pula yang bisa melupakan iPhone 5s? Versi warna emasnya begitu populer hingga harga di pasar gelap melonjak mendekati 20.000 yuan. Publik pun menjulukinya “Tuhao Gold” atau “Emas Sultan.” Slogannya yang berbunyi forward-thinking bukan hanya menggambarkan teknologi, tapi juga harga yang bikin dompet menjerit.

Tak lama kemudian, Apple meluncurkan iPhone 6 dengan layar besar—sebuah langkah yang langsung memicu euforia baru. Orang-orang berbondong-bondong menukar ponsel lama, bahkan berutang demi bisa memegang perangkat terbaru dari Cupertino.

Namun masa kejayaan itu tak bertahan lama. Setelah 2015, penjualan iPhone di Tiongkok terus menurun dari tahun ke tahun. Baru pada 2020, dengan hadirnya iPhone 12, Apple menikmati sedikit kebangkitan karena pesaing utamanya seperti Huawei menghadapi sanksi yang membatasi produksi mereka.

Kini situasinya berbalik. Brand lokal seperti Huawei, Xiaomi, OPPO, dan vivo terus berinovasi di bidang baterai, prosesor, hingga AI, membuat persaingan semakin sengit. Sementara itu, Apple justru tertinggal dalam pengembangan kecerdasan buatan.

Dulu Siri sempat membuat dunia terpukau, tapi kini banyak yang menyebut Apple hanya melakukan “inovasi odol”—keluar sedikit demi sedikit tanpa terobosan berarti.

Namun membawa Apple Intelligence ke Tiongkok bukan perkara mudah. Pemerintah setempat mewajibkan proses persetujuan dan pendaftaran yang ketat. Sebagai perusahaan asing, Apple kemungkinan harus menunggu lebih lama, terutama karena isu sensitif seperti keamanan data dan penyaringan konten.

Saat ini, Apple telah bekerja sama dengan Alibaba dan Baidu untuk mengembangkan sistem AI di Tiongkok, masing-masing dengan fokus berbeda. Tapi, apakah hasil akhirnya akan memuaskan pengguna lokal? Itu masih jadi tanda tanya besar.

Masalah lain datang dari dalam. Apple Intelligence pertama kali diumumkan pada Juni tahun lalu dengan janji menghadirkan Siri versi lebih canggih pada April tahun ini. Namun pada Maret lalu, Apple kembali menunda peluncurannya hingga tahun depan—dan tak ada jaminan jadwal itu akan ditepati.

Bagi Cook, membawa AI ke Tiongkok bukan lagi sekadar pilihan, tapi keharusan. Dengan lebih dari 250 juta pengguna aktif, AI bisa menjadi kunci untuk mengembalikan dominasi Apple di pasar yang pernah menjadi kebanggaannya.

Ini bukan soal apakah Apple akan melakukannya, melainkan bagaimana cara melakukannya dengan benar. Apakah mereka mampu merebut kembali posisi di segmen premium kini bergantung pada respon konsumen Tiongkok. Karena pada akhirnya, produk yang benar-benar hebat tak akan pernah kekurangan pembeli.

Jadi, menurutmu, seri iPhone mana yang paling berkesan dan membuatmu terpukau?

接著讀