2026年9月10日

CEO YouTube Neal Mohan: Menangani “Konten Sampah” AI Jadi Prioritas Utama 2026

Pada 22 Januari, menurut CNBC, CEO YouTube Neal Mohan menyatakan bahwa memerangi konten “sampah” yan...

Pada 22 Januari, menurut CNBC, CEO YouTube Neal Mohan menyatakan bahwa memerangi konten “sampah” yang dihasilkan AI dan mendeteksi deepfake akan menjadi prioritas utama YouTube pada tahun 2026.

Dalam surat tahunan, Mohan menyoroti bahwa dengan cepatnya penyebaran konten AI, membedakan konten asli dan sintetis semakin sulit, sementara risiko deepfake sangat serius. YouTube meningkatkan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan komputasi yang terus bertambah, memperkuat model Gemini, dan memperluas kemampuan AI di produk komersial maupun konsumen.

Sebagai salah satu platform konten buatan pengguna terbesar di dunia, YouTube langsung terdampak lonjakan video AI. Volume besar konten AI berkualitas rendah dan repetitif telah menjadi masalah umum industri. YouTube, Meta, dan TikTok mengandalkan sistem rekomendasi AI untuk mempertahankan keterlibatan pengguna melalui konten yang sangat personal.

Mohan menekankan bahwa batas antara kreativitas dan teknologi semakin kabur. YouTube terus meningkatkan sistem anti-spam dan anti-clickbait untuk menekan penyebaran konten AI yang rendah kualitas dan repetitif, dengan hasil awal yang positif. Video AI ditandai dengan jelas, kreator wajib mengungkapkan modifikasi AI, dan konten berbahaya yang melanggar kebijakan platform akan dihapus.

Desember 2025, YouTube meluncurkan fitur “deteksi kesamaan” untuk membantu jutaan kreator mengenali deepfake wajah mereka yang digunakan tanpa izin. Mohan menekankan bahwa AI adalah alat bantu kreatif, bukan pengganti manusia. Hingga Desember 2025, rata-rata lebih dari 1 juta channel menggunakan alat kreasi AI YouTube setiap hari.

Ke depan, YouTube akan memperluas penggunaan AI di sisi kreatif, dengan Shorts menjadi fokus utama. Kreator dapat membuat Shorts menggunakan citra diri mereka, membuat game melalui perintah teks, dan mengeksplorasi kreasi musik AI, bersaing langsung dengan TikTok dan Instagram Reels.

接著讀