2026年9月10日

Terima Kasih “Tim Hua Tuo Los Angeles”? Kawhi Kembali Usai Absen 6 Hari dan Langsung Cetak 24 Poin, 5 Rebound—Perpanjang Rekor 23 Laga Beruntun dengan 20+ Poin

Pada 23 Januari (waktu Beijing), NBA regular season menghadirkan duel panas Los Angeles, dan Clipper...

Pada 23 Januari (waktu Beijing), NBA regular season menghadirkan duel panas Los Angeles, dan Clippers berhasil menundukkan Lakers 112–104 untuk menghindari kekalahan beruntun. Kawhi Leonard kembali bermain setelah absen sejak 17 Januari, dan setelah beristirahat enam hari di LA, ia langsung tampil meyakinkan. Leonard mengoleksi 24 poin dalam tiga kuarter pertama; meski di kuarter empat Lakers meningkatkan intensitas pertahanan hingga membuatnya tak mencetak angka, Clippers tetap mampu mengunci kemenangan—dan Leonard tetap memperpanjang catatan 23 pertandingan beruntun dengan 20+ poin.

Julukan “Tim Hua Tuo Los Angeles” untuk Lakers pun terasa relevan. Sebelumnya, saat melawan Pistons, Leonard sempat menerima benturan beruntun di lutut kirinya dari Ausar Thompson dan Isaiah Stewart, yang membuatnya masuk daftar cedera dan melewatkan tiga pertandingan. Menjelang derby Los Angeles ini, statusnya ditingkatkan menjadi siap bermain—dan begitu turun ke lapangan, ia langsung menunjukkan level kompetisi yang tinggi. Dalam enam menit pertama saja, Leonard memasukkan 2 dari 3 tembakan tiga angka untuk total 8 poin dan 2 rebound, bahkan menambahkan satu midrange sulit di bawah penjagaan LeBron James.

Di kuarter kedua, ritme Leonard tetap mulus. Ia mengeksekusi tiga tembakan midrange secara beruntun dengan sempurna. Meski sempat gagal pada satu percobaan tripoin dari area atas, kontribusinya sudah cukup untuk memperlebar jarak hingga 12 poin. Leonard hanya bermain enam menit di kuarter ini sebelum ditarik keluar, dan tidak berada di lapangan pada momen penutup paruh pertama. Namun, James Harden mengambil alih kendali, memimpin Clippers memperbesar keunggulan menjadi 17 poin saat turun minum. Di babak pertama, Leonard mencatat 11 menit 46 detik, 6/9 tembakan (tripoin 2/4), dengan 14 poin, 3 rebound, dan 2 assist.

Memasuki babak kedua, meski sempat mendapat waktu istirahat yang cukup panjang, sentuhan Leonard tidak hilang. Ia kembali mencetak midrange di atas LeBron, lalu menyambar tripoin terbuka untuk membawa keunggulan Clippers melebar hingga 23 poin dan memaksa Lakers mengambil timeout. Ketenangan Leonard benar-benar terasa—diberi ruang di area midrange, ia tak ragu menghukum pertahanan. Dalam delapan menit di kuarter ketiga, ia memasukkan 3 dari 6 tembakan (tripoin 1/2) untuk 10 poin dan 1 rebound. Sampai akhir kuarter ketiga, Leonard hanya butuh 19 menit bermain untuk mengemas 24 poin dari 9/15 tembakan (tripoin 3/6), ditambah 4 rebound, 2 assist, dan tanpa turnover.

Kuarter empat menjadi cerita yang berbeda. Leonard memimpin unit kedua, dan Lakers memilih melakukan double-team agresif untuk memaksanya melepas bola. Di sisi lain, Clippers menemukan poin dari sumber lain—Jordan Miller memanfaatkan celah untuk mencetak angka, sementara Ivica Zubac menjadi penopang melalui offensive rebound beruntun yang memberi peluang ekstra. Ketika pertahanan Lakers makin rapat, Leonard kehilangan feel, gagal pada dua tembakan awal, dan menutup kuarter dengan 0 poin dari 0/3 tembakan. Secara keseluruhan di paruh kedua, ia hanya memasukkan 3 dari 10 tembakan, setara 30% akurasi.

Pada akhirnya, Leonard menyelesaikan laga dengan 24 poin dalam 26 menit, dengan 9/19 tembakan, tripoin 3/7, dan free throw 3/3. Ia juga menorehkan 5 rebound, 4 assist, 1 steal, serta 2 turnover, dengan akurasi tembakan 47,4% dan tripoin 42,9%. Performanya seolah berbanding terbalik dengan LeBron—LeBron semakin efisien di paruh kedua, sementara Leonard menurun di akhir. Namun, kontribusi besarnya di tiga kuarter awal sudah cukup menjadi fondasi kemenangan, dan yang terpenting: rekor 23 laga beruntun dengan 20+ poin tetap berlanjut.

接著讀

Masa Depan Højlund di Manchester United Diragukan: Diam-diam Jalin Kontak dengan Inter, Ten Hag Bisa Jadi Faktor di Jerman

Meski secara terbuka menyatakan akan tetap di Manchester United musim depan, Rasmus Højlund dilaporkan tengah menjalin komunikasi pribadi dengan Inter Milan. Media Italia mengungkap bahwa agen pemain asal Denmark tersebut telah bertemu pihak Inter. Klub Serie A itu menginginkan skema pinjaman dengan opsi pembelian, sedangkan United hanya mempertimbangkan penjualan permanen seharga €40–45 juta. Kehadiran mantan pelatih Erik ten Hag di Bayer Leverkusen menambah dinamika, karena sejumlah klub Bundesliga juga disebut tertarik.

457 天前

Protes Memanas di Los Angeles, Terjadi Bentrokan Antara Polisi dan Demonstran; Komunitas Tionghoa Tetap Tenang tapi Khawatir Akan Penjarahan

Operasi penangkapan imigran ilegal secara besar-besaran di Los Angeles memicu gelombang protes dan kerusuhan. Garda Nasional dikerahkan di beberapa wilayah saat ketegangan meningkat. Di pusat kota dilaporkan terjadi aksi perusakan dan penjarahan; polisi menggunakan gas air mata dan granat kejut, sementara demonstran membalas dengan lemparan batu dan botol air. Konsulat Tiongkok di Los Angeles mengeluarkan imbauan agar warga negara Tiongkok meningkatkan kewaspadaan dan menghindari area unjuk rasa serta tidak bepergian sendirian atau di malam hari.

457 天前

Pemerintah AS Tak Bisa “Putuskan” SpaceX Milik Musk: Kontrak Miliar Dolar “Tak Tergantikan,” Sengketa Subsidi Kembali Mencuat

Pada 19 Juli, Wall Street Journal melaporkan pejabat AS yang meninjau kontrak federal SpaceX—perusahaan eksplorasi luar angkasa milik Elon Musk—menyimpulkan mereka tak dapat membatalkan sebagian besar kontrak senilai miliaran dolar karena “sangat vital” bagi Departemen Pertahanan dan NASA. Berita ini muncul setelah mantan Presiden Trump mengancam awal Juni lalu untuk memutuskan kerja sama atas besarnya subsidi yang diterima Musk, memicu debat baru soal ketergantungan pemerintah pada SpaceX.

417 天前