2026年9月10日

Protes Memanas di Los Angeles, Terjadi Bentrokan Antara Polisi dan Demonstran; Komunitas Tionghoa Tetap Tenang tapi Khawatir Akan Penjarahan

Operasi penangkapan imigran ilegal secara besar-besaran di Los Angeles memicu gelombang protes dan kerusuhan. Garda Nasional dikerahkan di beberapa wilayah saat ketegangan meningkat. Di pusat kota dilaporkan terjadi aksi perusakan dan penjarahan; polisi menggunakan gas air mata dan granat kejut, sementara demonstran membalas dengan lemparan batu dan botol air. Konsulat Tiongkok di Los Angeles mengeluarkan imbauan agar warga negara Tiongkok meningkatkan kewaspadaan dan menghindari area unjuk rasa serta tidak bepergian sendirian atau di malam hari.

Menanggapi penggerebekan imigrasi baru-baru ini, berbagai aksi protes pecah di seluruh Los Angeles. Pada 9 Juni, Garda Nasional turun tangan untuk mengendalikan situasi. Polisi menggunakan gas air mata, granat kejut, dan peluru karet untuk membubarkan massa, sementara para demonstran melawan dengan melemparkan batu dan benda lainnya.

Konsulat Jenderal Tiongkok di Los Angeles mengimbau warganya untuk lebih waspada, menjauhi lokasi protes dan area rawan kejahatan, serta membatasi aktivitas malam hari atau bepergian sendirian.

Dalam wawancara dengan Xiaoxiang Morning Herald, seorang warga Tionghoa bernama Tuan Han mengatakan bahwa komunitas Tionghoa di daerah pinggiran kota tetap tenang, jauh dari pusat kota. Namun, ia khawatir bisnis dan gudangnya yang berada di pusat kota terkena dampak. “Di pusat kota sudah mulai rusuh — ada penjarahan dan suara tembakan. Saya suruh staf tutup lebih awal dan tidak masuk kerja besok,” jelasnya.

Menurut Tuan Han, kekacauan terjadi di dekat jalan tol di mana beberapa mobil polisi terjebak dan dirusak oleh demonstran yang melempar batu. Para petugas sampai berlindung di bawah jembatan untuk menghindari serangan.

接著讀

Skandal “Callgate” Guncang Politik Thailand: PM Paetongtarn Minta Maaf, Koalisi Pemerintahan di Ambang Runtuh

Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn, menghadapi tekanan besar untuk mundur setelah rekaman telepon pribadinya dengan mantan PM Kamboja Hun Sen bocor dan memicu kontroversi. Dalam konteks ketegangan perbatasan yang sedang memanas, rekaman ini menuai reaksi keras di dalam negeri. Paetongtarn menyampaikan permintaan maaf publik pada 19 Juni. Sementara itu, Partai Bhumjaithai resmi menarik diri dari koalisi, membuat pemerintahannya berada di ujung tanduk.

447 天前