2026年9月10日

Skandal “Callgate” Guncang Politik Thailand: PM Paetongtarn Minta Maaf, Koalisi Pemerintahan di Ambang Runtuh

Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn, menghadapi tekanan besar untuk mundur setelah rekaman telepon pribadinya dengan mantan PM Kamboja Hun Sen bocor dan memicu kontroversi. Dalam konteks ketegangan perbatasan yang sedang memanas, rekaman ini menuai reaksi keras di dalam negeri. Paetongtarn menyampaikan permintaan maaf publik pada 19 Juni. Sementara itu, Partai Bhumjaithai resmi menarik diri dari koalisi, membuat pemerintahannya berada di ujung tanduk.

Skandal “Callgate” Guncang Politik Thailand, PM Paetongtarn Minta Maaf di Tengah Desakan Mundur

Rekaman percakapan antara PM Thailand Paetongtarn dan mantan PM Kamboja Hun Sen yang bocor ke publik memicu badai politik besar. Dalam pembicaraan itu, Paetongtarn terdengar meminta bantuan untuk meredakan ketegangan perbatasan Thailand-Kamboja. Bocornya rekaman tersebut menyebar luas dan langsung mengguncang stabilitas politiknya.

Hun Sen kemudian mengonfirmasi kebenaran panggilan tersebut lewat media sosial, dan menyatakan bahwa rekaman itu telah dibagikan kepada sejumlah pejabat Kamboja—mengisyaratkan bahwa kebocoran mungkin berasal dari pihaknya.

Koalisi Retak, Petisi Desak PM Mundur

Menurut Bangkok Post, legitimasi Paetongtarn sebagai pemimpin sedang dalam krisis serius. Pada 18 Juni, Partai Bhumjaithai—partai terbesar kedua dalam koalisi—menyatakan keluar dari pemerintahan, yang membuatnya kehilangan dukungan mayoritas. Setidaknya tiga petisi resmi telah diajukan, mempertanyakan kelayakan jabatan dan menyerukan pengunduran dirinya.

Banyak pihak mengecam sikap diplomasi diam-diam yang dianggap melemahkan kedaulatan nasional dan mencerminkan kelalaian serius.

PM Membela Diri: Ini Strategi Negosiasi, Tapi Tetap Minta Maaf

Dalam konferensi pers pada 19 Juni, Paetongtarn menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada rakyat Thailand, menyebut panggilan tersebut sebagai “strategi negosiasi” yang dimaksudkan untuk menenangkan konflik militer di perbatasan.

Kontroversi ini terjadi setelah insiden baku tembak singkat antara pasukan Thailand dan Kamboja pada 28 Mei yang menewaskan seorang tentara Kamboja.

Hubungan Diplomatik Memanas, Masa Depan PM Belum Jelas

Dengan ketegangan yang belum reda, posisi politik Paetongtarn kian rapuh. Ia dianggap gagal menyeimbangkan diplomasi dan keterbukaan, membuatnya menjadi sasaran kritik publik dan oposisi politik. Meski belum ada pengumuman pengunduran diri, banyak pihak menganggap masa jabatan Paetongtarn sudah di ujung tanduk.

接著讀