2026年9月10日

Temu Sementara Menghentikan Penjualan Lintas Batas di Turki

Pada 25 Januari, media Today Turkey melaporkan bahwa peritel daring asal Tiongkok, Temu, telah menan...

Pada 25 Januari, media Today Turkey melaporkan bahwa peritel daring asal Tiongkok, Temu, telah menangguhkan seluruh penjualan produk internasional di Turki. Langkah ini menandai perubahan strategi yang cukup besar bagi platform tersebut di pasar lokal.

Sebelumnya, Temu gencar menarik perhatian konsumen Turki melalui produk impor berharga sangat kompetitif serta kampanye iklan besar-besaran. Namun kini, ketika pengguna membuka aplikasi atau situs Temu, mereka tidak lagi dapat mengakses ribuan barang murah dari luar negeri yang selama ini menjadi daya tarik utama.

Sebagai gantinya, Temu saat ini hanya menampilkan produk dari penjual lokal Turki yang menyediakan pengiriman di dalam negeri. Secara praktis, perubahan ini mengubah raksasa e-commerce global tersebut menjadi platform yang operasinya terbatas untuk layanan domestik di Turki.

Perubahan mendadak ini juga berarti belanja lintas negara—yang sebelumnya memerlukan proses bea cukai—dihentikan, sehingga Temu kehilangan salah satu keunggulan terbesarnya bagi konsumen yang sangat sensitif terhadap harga. Kini, pelanggan yang mencoba menelusuri produk atau menambahkannya ke keranjang hanya akan melihat stok domestik, sementara seluruh opsi internasional telah dihapus dari sistem.

Perubahan dipicu inspeksi otoritas persaingan

Kebijakan ini muncul beberapa hari setelah Otoritas Persaingan Turki melakukan inspeksi langsung di kantor Temu di Istanbul pada 21 Januari.

Meski otoritas menegaskan bahwa kunjungan tersebut tidak otomatis berarti penyelidikan formal, waktu terjadinya perubahan mengindikasikan Temu mungkin sedang menata ulang operasinya di Turki untuk menjawab tuntutan kepatuhan regulasi.

Dalam pernyataan kepada Reuters, Temu mengakui adanya inspeksi tersebut dan menyatakan akan bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas Turki. Perusahaan membantah laporan bahwa pejabat menyita laptop dan komputer desktop selama pemeriksaan, namun mengonfirmasi bahwa perangkat memang diperiksa. Otoritas Persaingan Turki juga sama-sama membantah adanya penyitaan.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi terkait batas waktu kebijakan ini. Temu juga belum mengeluarkan penjelasan publik apakah model “hanya penjual lokal” merupakan transformasi permanen atau sekadar langkah sementara, serta belum memberi kepastian kapan—atau apakah—penjualan lintas negara akan kembali.

Perubahan ini langsung memengaruhi kebiasaan belanja konsumen Turki, mengingat banyak pengguna sebelumnya sudah terbiasa membeli barang impor berharga murah lewat platform tersebut.

Temu berada di bawah PDD Holdings (Tiongkok). Inti model bisnisnya adalah menyediakan barang murah yang dikirim langsung dari Tiongkok, dengan memanfaatkan kebijakan bebas pajak untuk paket bernilai rendah, sehingga harganya kerap lebih rendah dibanding peritel domestik.

Platform Tiongkok menghadapi tekanan regulasi yang kian kuat

Penangguhan ini terjadi di tengah pengawasan yang semakin ketat terhadap platform e-commerce Tiongkok yang beroperasi di Turki selama beberapa bulan terakhir.

Pada awal Januari, Kementerian Perdagangan Turki mengumumkan bahwa mulai 1 Februari, prosedur bea cukai yang disederhanakan untuk barang bernilai di bawah 30 euro akan dicabut. Alasannya, hasil pengujian menemukan sebagian produk impor mengandung zat beracun dan karsinogenik, sehingga langkah ini ditempuh demi keselamatan.

Sebelumnya, pada Oktober, pemerintah Turki juga menerapkan kebijakan yang mengecualikan kategori berisiko tinggi—seperti mainan, alas kaki, dan produk kulit—dari prosedur bea cukai sederhana. Kelompok industri Turki selama ini mendorong pengetatan impor, dengan alasan harga yang “terlalu ditekan” oleh platform asing merugikan produsen domestik.

Pada Juni 2025, setelah Kementerian Perdagangan mewajibkan seluruh operator marketplace digital asing untuk mendaftarkan badan hukum lokal di Turki, Temu mendirikan kantor perwakilan setempat. Platform ini juga mulai mengizinkan penjual Turki untuk mendaftarkan produk, sehingga cakupan bisnisnya meluas melampaui model lintas negara yang menjadi inti sebelumnya.

Menurut perkiraan pelaku industri, hingga 2024 Temu telah mencapai 416 juta pengguna aktif bulanan (MAU) secara global, dengan proyeksi penjualan tahunan sekitar 70,8 miliar dolar AS. Ekspansi yang sangat cepat ini turut menarik perhatian regulator di berbagai pasar, termasuk tindakan penegakan yang melibatkan kantor pusat Eropa Temu di Dublin pada Desember lalu.

接著讀