2026年9月10日

Lei Jun mengumumkan penarikan dari penjualan: varian SU7 ini resmi jadi edisi “habis selamanya”.

Kalau harus memilih warna mobil Xiaomi yang paling membekas di ingatan, selain “Gulf Blue” yang seri...

Kalau harus memilih warna mobil Xiaomi yang paling membekas di ingatan, selain “Gulf Blue” yang sering jadi sorotan, satu lagi yang benar-benar mencolok adalah “Lava Orange.”

Warnanya punya karakter kuat: proses cat dua lapis dan tingkat saturasi yang tinggi, jadi di tengah lalu lintas pun mudah sekali terlihat. Baik Xiaomi SU7 maupun SUV Xiaomi YU7 sebelumnya sempat menyediakan opsi Lava Orange ini.

Tapi ada “namun”-nya: yang membeli ternyata sedikit, dan sekarang warna ini kemungkinan akan “pensiun.” Lei Jun baru-baru ini mengatakan Lava Orange memang bagus, tetapi hanya sedikit orang yang berani memilihnya. Opsi Lava Orange untuk SU7 dan YU7 kabarnya sudah diturunkan. Di aplikasi Xiaomi Auto pilihan cat oranye tidak terlihat lagi, dan di situs resmi juga tidak ditemukan.

Kalau begini, ke depannya SU7/YU7 “Lava Orange” mungkin hanya tersisa dalam bentuk model die-cast resmi.

Kenapa warna semenarik itu justru kurang laku? Sederhana saja. Kalau di ponsel, aksesori oranye terang bisa jadi cara mengekspresikan diri. Tapi kalau mobil besar berwarna oranye terang melaju di jalan, efeknya “jadi pusat perhatian” total. Orang-orang menoleh, bahkan peluang diajak ngobrol di lampu merah oleh pengemudi sebelah bisa meningkat. Sejak hari pertama ambil mobil, kamu bisa jadi yang paling mencolok di jalan.

Memang keren, tapi tidak semua orang merasa nyaman “membawanya.” Ditambah lagi faktor realistis seperti biaya perbaikan cat dan nilai jual kembali, wajar kalau tingkat pemilihannya rendah. Padahal, Lava Orange terasa sangat nyambung dengan identitas warna Xiaomi.

Mungkin suatu hari Xiaomi akan menghadirkan kembali versi oranye yang lebih kalem di model lain — tetap khas, tapi tidak terlalu “teriak.”

Pertanyaan terakhir: kamu pernah lihat Xiaomi SU7 atau YU7 warna Lava Orange di jalan?

接著讀