2026年9月10日

Pemerintah Belanda Membekukan Aset Nexperia, Anak Perusahaan Wingtech — Raksasa Semikonduktor dengan Pendapatan Lebih dari 14,7 Miliar Yuan Tahun Lalu

Pada 12 Oktober, Wingtech Technology, yang sempat menghentikan perdagangan sahamnya selama beberapa ...

Pada 12 Oktober, Wingtech Technology, yang sempat menghentikan perdagangan sahamnya selama beberapa hari karena adanya informasi penting yang belum diungkapkan, resmi mengumumkan bahwa Pemerintah Belanda telah membekukan seluruh aset anak perusahaannya, Nexperia, beserta 30 entitas global di bawahnya, mulai 30 September 2025, dengan masa berlaku satu tahun. Berdasarkan pengumuman tersebut, dua entitas utama—Nexperia B.V. dan Nexperia Holding B.V.—telah menerima perintah menteri dari Kementerian Urusan Ekonomi dan Kebijakan Iklim Belanda, serta keputusan dari Pengadilan Niaga (Enterprise Chamber) di Pengadilan Banding Amsterdam.

Pada 30 September 2025 waktu Belanda, kementerian tersebut mengeluarkan perintah resmi yang melarang Nexperia dan seluruh cabangnya di seluruh dunia melakukan perubahan apa pun terhadap aset, hak kekayaan intelektual, operasi bisnis, maupun personel selama satu tahun. Sehari kemudian, pada 1 Oktober 2025, Chief Legal Officer Nexperia, Ruben Lichtenberg (berkebangsaan Belanda), bersama CFO Stefan Tilger dan COO Achim Kempe (keduanya berkebangsaan Jerman), mengajukan permohonan darurat kepada Pengadilan Niaga untuk melakukan investigasi dan mengambil tindakan sementara. Tanpa menggelar sidang terbuka, pengadilan langsung menetapkan sejumlah langkah darurat, termasuk memberhentikan sementara Zhang Xuezheng dari jabatannya sebagai direktur eksekutif dan non-eksekutif di Nexperia, menangguhkan kewenangan CEO, serta menempatkan saham Nexperia Holding yang dimiliki oleh Union Development Holdings Ltd. (anak perusahaan penuh Wingtech yang berbasis di Hong Kong) di bawah pengelolaan pihak ketiga independen hingga sidang lisan pada 6 Oktober.

Setelah sidang digelar, pada 7 Oktober 2025 pengadilan memutuskan untuk mempertahankan pemberhentian Zhang Xuezheng, menunjuk seorang direktur independen asing yang memiliki hak suara penuh untuk mewakili Nexperia Holding dan Nexperia B.V., serta menempatkan hampir seluruh saham Nexperia (kecuali satu saham) di bawah pengawasan manajemen independen.

Wingtech mulai mengakuisisi saham Nexperia sejak tahun 2018 secara bertahap dengan total investasi lebih dari 33 miliar yuan, menjadikannya akuisisi lintas batas terbesar dalam sejarah industri semikonduktor Tiongkok. Tahap pertama dilakukan pada 2018 dengan pembelian 33,66% saham senilai sekitar 11,4 miliar yuan, disusul pada 2019 dengan investasi tambahan 19,9 miliar yuan untuk meningkatkan kepemilikan menjadi 79,98%. Melalui serangkaian pembelian kecil berikutnya, Wingtech akhirnya menguasai 100% saham Nexperia.

Nexperia menjadi pilar penting dalam bisnis Wingtech. Pada tahun 2024, bisnis semikonduktor ini mencatat pendapatan sebesar 14,7 miliar yuan atau sekitar 20% dari total pendapatan perusahaan, dengan margin laba kotor 37,52%, jauh di atas divisi ODM (Original Design Manufacturing) yang hanya mencatat 2,49%. Dalam laporan keuangan semester pertama 2025, Wingtech melaporkan pendapatan sebesar 25,3 miliar yuan dan laba bersih 474 juta yuan—melonjak 237,36% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan dari divisi semikonduktor meningkat 11,23% menjadi 7,8 miliar yuan, dengan laba bersih naik 17,05% menjadi 1,26 miliar yuan.

Awal tahun ini, Wingtech juga mengumumkan penjualan aset ODM-nya. Hingga 12 Oktober, proses transfer aset di Kunming, Shenzhen, Huangshi, Hong Kong, Indonesia, dan Wuxi telah selesai atau sedang dalam tahap penyelesaian. Setelah transaksi ini rampung, bisnis utama Wingtech hanya akan berfokus pada divisi semikonduktor—yaitu Nexperia. Dengan demikian, apabila Pemerintah Belanda nantinya memaksa penjualan Nexperia, Wingtech berpotensi menjadi perusahaan “kosong” tanpa aset inti.

Menanggapi situasi ini, Wingtech menegaskan bahwa operasional harian Nexperia masih berjalan normal, namun diakui terdapat dampak sementara akibat perintah menteri dan keputusan pengadilan, seperti keterlambatan dalam proses pengambilan keputusan serta menurunnya fleksibilitas dalam alokasi sumber daya. Keputusan pengadilan juga membuat Union Development Holdings, meski masih mempertahankan satu saham, kehilangan sementara hak-hak pemegang saham lainnya seperti hak suara dan hak pengelolaan. Namun, hak atas manfaat ekonomi dari kepemilikan saham tersebut tetap tidak terpengaruh.

Wingtech menyampaikan bahwa pihaknya tengah menjaga komunikasi intensif dengan pemasok, pelanggan, dan karyawan untuk menjaga stabilitas produksi dan penjualan. Perusahaan juga bekerja sama dengan firma hukum internasional untuk mencari solusi hukum terbaik dan berkoordinasi dengan otoritas pemerintah guna mendapatkan dukungan. Wingtech menegaskan komitmennya untuk melindungi kepentingan investor, memastikan transparansi informasi, dan mengambil setiap langkah yang diperlukan demi menjaga stabilitas jangka panjang serta hak-hak hukum perusahaan di tengah tantangan regulasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

接著讀