2026年9月10日

Ringgit melonjak tajam — siapa yang paling diuntungkan?

(KUALA LUMPUR, 26) Seiring ringgit terus menguat terhadap dolar AS—naik sekitar 2,3% sejak awal tahu...

(KUALA LUMPUR, 26) Seiring ringgit terus menguat terhadap dolar AS—naik sekitar 2,3% sejak awal tahun—analis menilai ada kelompok saham yang berpotensi menjadi pemenang. Perusahaan berorientasi ekspor yang banyak membeli bahan baku dari luar negeri, serta emiten dengan porsi utang besar dalam denominasi dolar AS, diperkirakan menjadi pihak yang paling diuntungkan.

Analis Public Investment Bank menyebut investor sedang mengalihkan dana dari pasar maju ke ekonomi berkembang yang tumbuh lebih cepat dan memiliki disiplin fiskal yang lebih kuat, dan Malaysia termasuk yang diuntungkan. Ia menambahkan, setelah ringgit menembus level psikologis 4,00 dan menyentuh level tertinggi lebih dari tujuh tahun, arus dana asing ke pasar Malaysia diperkirakan akan semakin jelas.

Menurutnya, prediktabilitas kebijakan Malaysia dan pertumbuhan ekonomi yang stabil telah menarik investor internasional ke aset keuangan Malaysia, terutama obligasi pemerintah. Didukung arus dana asing, ringgit menguat lebih dari 10% terhadap dolar AS sepanjang 2025 dan tren penguatan tersebut berlanjut pada 2026.

Dari sisi strategi pemilihan saham, analis mengunggulkan dua kelompok: (1) perusahaan yang sangat bergantung pada input impor, dan (2) perusahaan dengan utang besar dalam denominasi dolar AS. Penguatan ringgit meningkatkan daya beli sehingga biaya impor dalam mata uang lokal turun dan margin berpotensi melebar. Di sisi lain, ringgit yang lebih kuat juga membantu meringankan beban pembayaran utang berdenominasi dolar.

Menariknya, analis mengamati bahwa sebelumnya penguatan ringgit sering diiringi pelemahan indeks KLCI. Namun belakangan, meningkatnya arus dana asing membuat indeks ikut naik seiring penguatan ringgit—berbeda dari pola historis.

接著讀