2026年9月12日

Hanya 1 dari 27 perusahaan mencetak laba, pasar properti China masih belum menyentuh titik dasar.

(BEIJING, 22) Pasar properti Tiongkok terus melemah, dengan luas penjualan dan nilai penjualan sama-...

(BEIJING, 22) Pasar properti Tiongkok terus melemah, dengan luas penjualan dan nilai penjualan sama-sama menurun. Berdasarkan perhitungan media Tiongkok, dari 27 pengembang properti tercatat yang telah merilis prakiraan kinerja 2025, hanya Poly Developments yang masih membukukan laba, sementara sisanya mencatat kerugian. Total kerugian yang telah diungkap melampaui RMB 60 miliar (sekitar RM34,85 miliar).

Data Biro Statistik Nasional menunjukkan bahwa penjualan rumah baru pada 2025 mencapai 880 juta meter persegi, turun 8,7% secara tahunan. Nilai penjualan turun 12,6% menjadi RMB 8,4 triliun (sekitar RM487,93 miliar). Investasi properti, luas konstruksi baru, dan luas bangunan yang selesai masing-masing turun 17,2%, 20,4%, dan 18,1%.

Bertahan tipis di zona laba

Menurut laporan Yicai, dari 27 pengembang properti A-share yang telah mengumumkan prakiraan kinerja, hanya Poly Developments yang mencatat laba bersih. Sejumlah perusahaan lain, setelah bertahun-tahun kinerja melemah, mulai mendekati kondisi insolvensi dan menghadapi risiko delisting.

Data Wind menunjukkan bahwa total kerugian gabungan perusahaan-perusahaan tersebut diperkirakan berada di kisaran RMB 47,55 miliar hingga RMB 62,46 miliar.

Poly Developments mencatat pendapatan sekitar RMB 308,26 miliar pada 2025, turun 1,09% (yoy), sementara laba bersih anjlok 79,49% menjadi sekitar RMB 1,03 miliar.

Sementara itu, China Fortune Land Development diperkirakan memperlebar kerugian menjadi RMB 16–24 miliar pada 2025. Greenland Holdings juga diproyeksikan mencatat kerugian besar, dan telah mengakumulasi kerugian lebih dari RMB 40 miliar dalam tiga tahun terakhir.

Tekanan berlapis

Banyak pengembang lain juga diperkirakan merugi, mencerminkan tekanan struktural yang telah berlangsung sejak 2022. Faktor-faktor utama meliputi proyek dengan margin rendah, pencadangan penurunan nilai aset, kenaikan beban bunga, serta penurunan penjualan yang berkepanjangan.

Meski kebijakan pendukung terus diluncurkan, pemulihan pasar masih terbatas. Jika kerugian besar berlanjut, kondisi arus kas, kredit, dan neraca keuangan pengembang akan semakin tertekan, bahkan berpotensi memicu delisting. China Fortune Land Development telah mengeluarkan peringatan risiko delisting atas sahamnya.

接著讀