2026年9月10日

Para Ahli: Virus Nipah di India Sulit Menyebar Luas; Berbagai Perusahaan Telah Memiliki Alat Uji

Belakangan ini, berita tentang wabah virus Nipah di India menarik perhatian publik secara luas. Menu...

Belakangan ini, berita tentang wabah virus Nipah di India menarik perhatian publik secara luas. Menurut Xinhua News dan CCTV yang mengutip media asing, virus ini muncul di Bengal Barat, India timur, dengan lima kasus terkonfirmasi, termasuk tenaga medis. Hampir 100 orang diminta untuk isolasi mandiri, dan satu pasien dalam kondisi kritis.

Pertanyaan utama: Apakah virus Nipah bisa menyebar luas seperti COVID-19?

Profesor Jin Dongyan, Wakil Dekan Senior di Institut Riset Fakultas Ilmu Biomedis, Universitas Hong Kong, kepada Blue Whale News menyatakan bahwa pandangan umum para ahli adalah virus Nipah tidak mungkin menimbulkan wabah luas seperti COVID-19, sehingga publik tidak perlu panik. Virus Nipah bukanlah virus baru; selama 20 tahun terakhir, wabah kecil dengan beberapa kasus per tahun hampir selalu terjadi, dan tahun ini tidak berbeda. Selain itu, infeksi tanpa gejala jarang terjadi, dan isolasi efektif mengendalikan penyebaran.

Data sejarah menunjukkan virus Nipah pertama kali ditemukan pada 1999 di kalangan petani babi di Malaysia, dan sejak itu Malaysia tidak melaporkan wabah baru. Pada 2001, Bangladesh mengalami wabah, dan hampir setiap tahun terjadi wabah skala kecil. Di India timur, kasus sporadis juga pernah dilaporkan. Negara lain berisiko terinfeksi, karena bukti virus ditemukan pada kelelawar di Kamboja, Ghana, Indonesia, Madagaskar, serta di Filipina dan Thailand.

Pada 26 Januari, Wang Xinyu, Wakil Direktur Departemen Penyakit Menular Rumah Sakit Huashan, Universitas Fudan, menekankan pentingnya “kewaspadaan strategis” dan “ketenangan taktis” dalam menghadapi virus Nipah dan virus terkait. Langkah-langkah yang disarankan meliputi:

  1. Kesadaran kesehatan ekologi: Wabah sering kali akibat kerusakan ekologi. Penebangan hutan memaksa kelelawar masuk ke kebun dan desa. Melindungi habitat satwa liar berarti melindungi manusia.
  2. Perlindungan pribadi dan higienitas makanan: Hindari mengonsumsi satwa liar, cuci dan kupas buah secara menyeluruh, dan hindari meminum jus kelapa atau kurma mentah di daerah wabah.
  3. Kewaspadaan medis: Pelancong dari daerah wabah yang mengalami demam, sakit kepala, bingung, atau gangguan pernapasan harus segera ke fasilitas medis dan memberitahukan riwayat perjalanan.
  4. Harapan ilmiah: Meski belum ada obat spesifik, penelitian terus berlanjut. Vaksin Nipah (misalnya ChAdOx1 NipahB) telah memasuki uji klinis, dan antibodi monoklonal (misalnya m102.4) menunjukkan potensi dalam penggunaan khusus.

Dalam hal deteksi, berbagai perusahaan termasuk Antu Biotech, Shuoshi Biotech, JinHao Pharma, CapBio, ZJ Biotech, Sinocare, Vibexin Biotech, dan Shengke Original Bio telah mengembangkan alat uji asam nukleat untuk virus Nipah, memberikan dukungan teknis bagi pemantauan epidemi. Beberapa sumber industri menyebutkan, permintaan pengadaan telah muncul di daerah terdampak, dan pelabuhan domestik utama memiliki cadangan alat uji terkait.

Secara keseluruhan, meski virus Nipah perlu diperhatikan, tingkat kendalinya yang tinggi dan kemajuan riset serta teknologi deteksi memberikan perlindungan kuat bagi kesehatan publik.

接著讀