2026年9月10日

Membintangi karya “urban legend terakhir” Who Moved the Giant Buddha, Louis Koo bocorkan: ending-nya sangat mengejutkan

(Hong Kong, 28 Januari) Film kolosal bertema perjalanan waktu A Step Into the Past (尋秦記) diproduseri...

(Hong Kong, 28 Januari) Film kolosal bertema perjalanan waktu A Step Into the Past (尋秦記) diproduseri sekaligus dibintangi Louis Koo sebagai pemeran utama. Film ini menghadirkan kembali jajaran pemain versi drama, seperti Raymond Lam, Jessica Hsuan, Sonija Kwok, dan Joyce Tang, serta menambah karakter baru yang diperankan Michael Miu, Bai Baihe, Zhu Jianran, dan Sammy Hung. Kabar yang beredar menyebut pencapaiannya di box office juga memecahkan rekor. Dalam wawancara terbaru, Koo turut menyinggung satu proyek lain yang kerap disebut penggemar sebagai “legenda urban terakhir”: Who Stole the Buddha? (誰變走了大佛), sehingga memicu pertanyaan apakah film itu akhirnya akan benar-benar tayang.

Menurut laporan HK01, Louis Koo menjadi bintang tamu di program daring SpotiTalk. Selain membahas proses produksi A Step Into the Past, ia jarang-jarang membicarakan Who Stole the Buddha? yang disutradarai Wilson Yip dan dibintangi olehnya. Film tersebut sudah merilis teaser pada 2023, namun hingga kini belum mengumumkan tanggal rilis resmi, sehingga terus menjadi bahan perbincangan penonton dan penggemar.

Menanggapi penundaan, Koo menjelaskan bahwa agar film bisa balik modal bahkan meraih keuntungan, penjadwalan rilis harus selaras antara pasar Tiongkok daratan dan Hong Kong, sekaligus mempertimbangkan rangkaian promosi. Karena itu, keputusan rilis tidak mungkin ditentukan oleh satu pihak saja dan harus menunggu banyak faktor yang cocok.

Walau belum bisa memastikan kapan film itu akan tayang, Koo mengungkap ia sempat berdiskusi dengan Wilson Yip mengenai bagian akhir cerita. Ia mengaku terkejut dengan ending versi naskah, tetapi ketika melihat potongan pertama film, ia mendapati ending tersebut tampaknya diubah. Koo menyebut sang sutradara sempat ragu karena takut ending terlihat terlalu “melodramatis”, sementara ia justru menyarankan agar tetap mempertahankan versi yang lebih berani dan inovatif.

Soal apakah film ini akhirnya tetap menjadi “legenda urban”, Koo menutup dengan jawaban yang sama: semuanya masih bergantung pada kecocokan jadwal rilis.

接著讀