2026年9月10日

Zuckerberg Tak Gentar Isu “Gelembung”: Meta Proyeksikan Belanja Hingga US$135 Miliar Tahun Ini, Menggandakan Investasi di AI

ITHome melaporkan pada 30 Januari bahwa, menurut laporan BBC pada 29 Januari (waktu setempat), CEO M...

ITHome melaporkan pada 30 Januari bahwa, menurut laporan BBC pada 29 Januari (waktu setempat), CEO Meta Mark Zuckerberg bersiap untuk terus meningkatkan investasi AI tahun ini, meski sejumlah eksekutif industri mengingatkan bahwa euforia AI saat ini berpotensi membentuk gelembung.

Dalam paparan kepada analis keuangan bersamaan dengan pengumuman kinerja 2025, Meta mengungkapkan proyeksi belanja 2026 yang dapat mencapai hingga US$135 miliar, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur AI.

Sebagai perbandingan, belanja Meta untuk proyek AI dan infrastruktur terkait pada tahun lalu berada di angka US$72 miliar—yang berarti investasi tahun ini hampir berlipat ganda. Dalam tiga tahun terakhir, Meta diperkirakan telah mengucurkan total sekitar US$140 miliar untuk mendorong kapabilitas AI, sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengamankan posisi terdepan di tengah gelombang transformasi teknologi.

Zuckerberg juga menilai 2026 berpotensi menjadi tahun penting ketika AI mulai mengubah cara kerja organisasi secara signifikan.

Pada kuartal terakhir 2025, laju pertumbuhan biaya Meta melampaui pertumbuhan pendapatan, sehingga menekan margin keuntungan. Meski begitu, respons pasar tetap positif. Setelah pengumuman tersebut, saham Meta tercatat naik sekitar 6,5% dalam perdagangan setelah jam bursa.

Sambil menegaskan nilai strategis investasi AI, Zuckerberg turut memberi sinyal bahwa opsi pengurangan tenaga kerja masih mungkin berlanjut. Ia menyampaikan bahwa semakin banyak proyek yang sebelumnya membutuhkan tim besar, ke depan dapat ditangani oleh satu individu yang sangat unggul—mencerminkan potensi perubahan besar pada dinamika produktivitas seiring kematangan AI.

Meta sendiri telah memangkas ratusan posisi, terutama di divisi Reality Labs, yang mencakup pengembangan metaverse, produk perangkat keras, serta sebagian inisiatif AI.

Zuckerberg menambahkan, Meta juga memperluas penerapan alat-alat AI di seluruh perusahaan untuk membantu karyawan—termasuk insinyur perangkat lunak—meningkatkan output kerja. Menurutnya, ketika alat-alat ini membuat orang menjadi “jauh lebih efisien”, kesenjangan antara mereka yang mampu memanfaatkan AI dan yang tidak akan semakin lebar.

“Sulit memprediksi seperti apa bentuk kerja di organisasi ke depan,” ujarnya, seraya menekankan bahwa ketika agen AI mulai benar-benar berjalan dalam skala besar, dampaknya akan sangat signifikan.

接著讀

Perburuan Sembilan Tahun untuk “Cermin Ajaib”: Inovasi Tiongkok di Balik Potret HD Pertama Mars oleh Tianwen-1

Pada 2021, wahana Tianwen-1 Tiongkok berhasil memotret “potret” definisi tinggi Mars dari jarak sekitar 2,2 juta kilometer, menampilkan tekstur lembah dan retakan permukaan dengan kejernihan luar biasa. Sedikit yang tahu bahwa terobosan ini bergantung pada sistem optik tiga cermin off-axis yang sempat diblokir negara Barat—sekarang telah dikuasai secara mandiri oleh ilmuwan Tiongkok dan siap menjadi standar misi antariksa mendatang.

417 天前