2026年9月10日

MSCI bertindak tegas, pasar saham Indonesia anjlok 7%.

(Jakarta, 28 Januari)Saham-saham Indonesia anjlok sekitar 7% setelah MSCI menyampaikan kekhawatiran ...

(Jakarta, 28 Januari)
Saham-saham Indonesia anjlok sekitar 7% setelah MSCI menyampaikan kekhawatiran serius terhadap “investability” pasar Indonesia dan memperingatkan kemungkinan penurunan status Indonesia dari “Emerging Market” menjadi “Frontier Market.”

MSCI menyatakan akan segera menghentikan sementara seluruh perubahan dan penyesuaian indeks sampai regulator Indonesia menyelesaikan masalah struktural yang terus berulang. MSCI juga akan menunda penambahan konstituen baru dan membekukan rencana peningkatan jumlah saham yang dianggap layak serta dapat diakses untuk investasi.

MSCI menyoroti “masalah investabilitas yang mendasar”

Dalam pernyataannya, MSCI menyebut pasar terbesar di Asia Tenggara ini menghadapi “masalah investabilitas yang mendasar,” terutama terkait struktur kepemilikan yang sangat terkonsentrasi (banyak saham dipegang erat oleh pemilik tertentu). MSCI juga menyampaikan kekhawatiran mengenai potensi perilaku terkoordinasi di pasar yang dapat mendistorsi pergerakan harga.

Pengumuman ini dinilai sebagai pukulan besar bagi pasar saham Indonesia, karena jika status Indonesia benar-benar diturunkan menjadi frontier market, dana yang mengikuti indeks MSCI Emerging Markets berpotensi mengalami arus keluar (outflow) atau terpaksa mengurangi eksposur.

Hingga pukul 10.46 waktu setempat, IHSG turun 631,24 poin atau 7,03% ke level 8.348,99.

接著讀