2026年9月10日

Liga Champions vs Premier League: Lebih Menantang? Hari Penutup Gila dan Dominasi Tim Unggulan

Di musim kedua format “Swiss-style”, hari terakhir fase grup Liga Champions menghadirkan penutupan p...

Di musim kedua format “Swiss-style”, hari terakhir fase grup Liga Champions menghadirkan penutupan paling dramatis dalam sejarah. Siapa sangka Real Madrid, yang hanya butuh hasil imbang untuk lolos, justru kalah karena kekurangan pemain dan kebobolan gol terakhir dari Benfica? Siapa yang membayangkan PSG, juara bertahan, terseret oleh Newcastle, sementara pemenang Ballon d’Or baru Dembélé gagal mengeksekusi penalti? Lebih mengejutkan lagi, lima tim Spanyol kalah lebih banyak daripada menang, dengan satu tim hanya meraih 1 poin dan selisih gol -15.

Musim lalu, setiap poin dan gol bisa mengubah nasib tim, menghasilkan drama playoff seperti Real Madrid vs Manchester City. Musim ini, meski Premier League semakin menonjol di Liga Champions, tema utamanya tetap sama: persaingan ketat tanpa henti.

Hari Penentuan: Real Madrid Bukan Satu-satunya
Hari terakhir Liga Champions selalu menjadi ajang AI dan superkomputer menunjukkan kemampuannya. Benfica dengan 6 poin dari 7 pertandingan tampak seperti sudah tersingkir. Untuk lolos, mereka butuh kombinasi hasil sempurna di banyak pertandingan.

Sementara itu, Real Madrid hanya perlu satu poin. Namun, kelengahan berbuah bencana: Asensio diganjar kartu kuning kedua, Rodrigo diusir wasit, meninggalkan Madrid hanya dengan sembilan pemain. Kiper Benfica Trubin mencetak gol kepala untuk kemenangan, menjatuhkan Madrid dari posisi ke-3 ke-9, kembali harus melewati babak playoff.

PSG juga tidak beruntung. Dembélé gagal penalti di menit awal, Newcastle berhasil menahan imbang, memaksa PSG ke playoff. Napoli dan PSV Eindhoven juga menjadi sorotan, baik karena tersingkir langsung atau lolos tipis. Eindhoven tetap mendapat apresiasi atas penampilan mereka.

Dominasi Premier League, Kelesuan La Liga
Setelah perubahan format, Premier League menjadi pemenang besar: enam tim ikut, lima lolos lebih awal, Arsenal bahkan meraih 8 kemenangan sempurna. Liverpool, Tottenham, Chelsea, dan Manchester City juga tampil kuat.

La Liga, sebaliknya, mengecewakan: hanya satu dari lima tim lolos lebih awal. Dalam 40 pertandingan, tim Spanyol menang 15, kalah 19, dan di hari terakhir hanya meraih 1 kemenangan dan 4 kekalahan. Dari segi poin, Premier League memimpin 20.069, La Liga tertinggal di 14.375, bahkan di belakang liga Portugal.

Playoff: Pertarungan Maut Menanti
Dengan klasemen selesai, babak playoff Liga Champions siap dimulai. Madrid bisa bertemu Benfica lagi, PSG mungkin menghadapi Barcelona atau Chelsea. Duel takdir, rivalitas klasik, dan pertarungan menegangkan menanti—kompetisi paling seru Eropa belum akan berhenti.

接著讀