2026年9月12日

Uji Perbandingan Tiga AI Recording Card Terpanas Saat Ini—Hasilnya Benar-Benar Mengesankan

Memasuki tahun 2025, perkembangan perangkat keras AI memasuki fase baru dengan lahirnya sebuah bentu...

Memasuki tahun 2025, perkembangan perangkat keras AI memasuki fase baru dengan lahirnya sebuah bentuk produk yang benar-benar segar—AI Recording Card. Perangkat berukuran sekitar kartu nama ini dapat ditempel secara magnetis di bagian belakang ponsel, dan berfungsi untuk membantu pengguna melakukan perekaman, transkripsi, hingga peringkasan otomatis.

Dengan rasa penasaran yang besar, kami mengumpulkan tiga produk AI recording card paling populer di pasaran saat ini untuk melihat sejauh mana mereka benar-benar mampu mengubah cara kita bekerja sehari-hari.

Kesan Pertama

Tiga produk yang kami uji kali ini adalah Mobvoi TicNote, Plaud Note Pro yang sedang naik daun, serta DingTalk A1. Dari sisi desain, ketiganya tampak jelas ditujukan untuk pengguna iPhone karena semuanya menggunakan sistem MagSafe magnetik sebagai metode pemasangan.

Pilihan desain ini terasa sangat masuk akal. Saat ini, sebagian besar ponsel Android sudah memiliki fitur bawaan seperti perekaman panggilan, transkripsi AI, hingga rangkuman otomatis. Sebaliknya, pengguna iPhone yang masih menanti penyempurnaan Apple Intelligence justru menjadi kelompok yang paling membutuhkan perangkat keras tambahan seperti ini.

Meskipun sama-sama disebut sebagai “recording card”, masing-masing produk punya filosofi desain yang berbeda. Plaud dan TicNote memilih jalur ultra-tipis dengan sistem pengisian daya magnetik, sebuah pendekatan yang terbilang unik di era standar USB-C. Daya tahan baterainya memang cukup untuk penggunaan seharian, namun pengguna tetap harus menyediakan kabel magnetik khusus di rumah atau kantor.

Bahkan saat saya meminjam TicNote dari seorang teman, ia dengan santai mengakui bahwa kabel aslinya sudah lama hilang, sehingga ia terpaksa membeli kabel pengganti secara online.

Di sisi lain, DingTalk A1 tampil lebih praktis dengan menggunakan port USB-C standar. Meski bodinya sedikit lebih tebal, kapasitas baterainya jauh lebih besar. DingTalk A1 mampu merekam hingga 45 jam nonstop, sementara Plaud Note Pro bertahan 30 jam (hingga 50 jam dalam mode hemat daya pada jarak 5 meter), dan TicNote berada di posisi terakhir dengan 20 jam saja.

Namun perlu dicatat, baterai TicNote yang lebih pendek dibayar dengan jangkauan tangkap suara terjauh, hingga 10 meter. Sebaliknya, DingTalk A1 dan Plaud Note Pro bekerja paling optimal di jarak 5 meter.

Desain dan Kontrol

Dari segi tampilan, Plaud Note Pro tampil paling elegan. Bodinya memadukan logam bermotif gelombang dengan lapisan kaca di bagian belakang, dan hanya mengandalkan satu tombol fisik. Baik ditempel di ponsel untuk merekam panggilan maupun diletakkan di meja untuk rapat, perangkat ini dapat beralih mode perekaman secara otomatis—sederhana, mewah, dan modern.

TicNote menambahkan satu tombol tambahan untuk mengubah mode mikrofon di samping tombol daya/rekam. Pengguna harus memilih secara manual antara mode omnidirectional untuk rapat dan mode directional untuk panggilan. Meski fungsional, pendekatan ini sedikit merepotkan karena jika lupa mengganti mode, kualitas rekaman bisa menurun dan berdampak pada akurasi transkripsi.

Yang paling mencolok secara visual adalah DingTalk A1. Selain tombol daya dan rekam, perangkat ini memiliki satu tombol khusus bernama “Record”. Tombol ini memungkinkan pengguna menandai bagian penting saat merekam, atau menekan dan berbicara langsung ke perangkat. Suara tersebut bisa langsung dikirim ke akun DingTalk milik sendiri atau ke AI.

Fitur ini mengingatkan pada tombol “Flash Capsule” di ponsel Smartisan dulu—sangat cocok untuk menangkap ide secara instan. Berkat desain ini, DingTalk A1 bukan hanya alat pencatat rapat, tetapi juga berkembang menjadi alat input AI dan pintu masuk produktivitas berbasis suara.

Pengujian Langsung

Untuk menguji kinerja fitur pencatatan rapat, kami menggunakan film Twelve Citizens sebagai bahan uji. Film ini sarat dengan debat sengit, adu argumen, emosi tinggi, serta dialog saling tumpang tindih—sebuah tantangan ekstrem bagi sistem pengenalan suara AI.

Dalam cuplikan yang diuji, terdapat 8 suara berbeda yang sering berbicara secara bersamaan. Kondisi ini benar-benar menguji kemampuan AI dalam membedakan pembicara.

Hasilnya cukup mencolok. TicNote hanya mampu mengenali 3 orang, sementara Plaud hanya 2 orang. Sebaliknya, DingTalk A1 tampil sangat dominan dengan mengenali 5 pembicara secara akurat. Ini sangat membantu dalam proses penyuntingan ulang dan peninjauan dokumen.

Lebih menarik lagi, dalam mode “AI Visual Recording”, DingTalk A1 bahkan dapat menampilkan posisi setiap pembicara di dalam ruangan. Ini menunjukkan pendekatan diferensiasi yang kuat dalam integrasi antara perangkat keras dan kecerdasan buatan.

Analisis dan Ringkasan AI

Dalam hal analisis inti kasus—mulai dari poin sengketa utama, informasi saksi, kesaksian, hingga bukti fisik—ketiga perangkat menampilkan performa yang solid.

Menariknya, unit TicNote yang kami uji adalah versi internasional, namun hasil analisisnya tidak menunjukkan perbedaan berarti dibandingkan versi domestik.

DingTalk memiliki keunggulan lewat integrasinya dengan model AI Qwen dari Alibaba, yang telah dioptimalkan sejak tahap pengembangan produk. Dalam hal ini, DingTalk dapat dikatakan sebagai satu-satunya perangkat yang benar-benar memiliki dukungan penuh dari ekosistem model AI internal.

TicNote dan Plaud juga secara otomatis menghasilkan mind map bersamaan dengan analisis tertulis. Dibandingkan blok teks panjang, sajian visual seperti ini jauh lebih mudah dipahami.

DingTalk memilih jalur berbeda. Karena terhubung erat dengan platform kolaborasi yang kaya fitur, ia mampu menampilkan ringkasan berbasis gambar dan teks secara otomatis di dalam hasil transkripsi. AI akan menentukan jenis informasi dan menyajikannya dalam bentuk infografik dengan tingkat detail yang berbeda-beda.

Setelah analisis selesai, seluruh aplikasi mendukung pertanyaan lanjutan melalui asisten AI. Jawaban dari TicNote cenderung terlalu panjang dan bertele-tele. Sebaliknya, Plaud dan DingTalk memberikan jawaban yang ringkas, jelas, serta dilengkapi penanda lokasi sumber dalam rekaman—lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Fitur Unik

TicNote juga menawarkan beberapa fitur tambahan yang cukup khas. Salah satunya adalah fitur “Insight”, yang mencoba memberikan pandangan filosofis hasil pemrosesan AI. Namun secara praktis, fitur ini lebih terasa sebagai gimmick dibandingkan fungsi yang benar-benar bermanfaat.

Sebaliknya, fitur “Deep Research” justru sangat berguna. TicNote dapat langsung menyusun makalah lengkap berbasis materi rekaman, dengan kutipan yang dapat dilacak dan diverifikasi.

Yang paling mengejutkan, TicNote bahkan bisa mengubah rekaman menjadi podcast berbentuk diskusi. Bukan sekadar mengulang isi kasus, AI menyajikannya seperti dua orang yang sedang berdiskusi, bahkan memunculkan pertanyaan seperti “Apakah kesaksian akan saling memengaruhi jika saksi diwawancarai bersamaan?” Ini membuka sudut pandang baru dalam proses peninjauan dan refleksi.

Kolaborasi Perusahaan dan Berbagi Data

Sebagai perangkat keras dalam ekosistem DingTalk, DingTalk A1 memiliki keunggulan besar dalam kolaborasi perusahaan. Semua hasil rekaman dan analisis dapat langsung dibagikan ke dalam sistem DingTalk. Unit yang kami beli adalah versi enterprise, yang memudahkan tim IT untuk mengelola perangkat secara terpusat. Versi personal juga tersedia untuk pengguna individu.

Selain itu, tombol mikrofon pada DingTalk A1 bisa langsung mengirim rekaman suara ke akun sendiri—sangat efektif untuk menangkap ide mendadak.

Hak Akses, Paket Berlangganan, dan Harga

Ketiga produk menyediakan 300 menit penggunaan gratis setiap bulan secara default. DingTalk menawarkan 1.000 menit untuk versi personal dan 300 menit untuk versi enterprise. Untuk sebagian besar pengguna, durasi ini sudah lebih dari cukup.

Bagi pengguna profesional, ketiganya menyediakan paket langganan premium dengan durasi transkripsi lebih panjang dan fitur AI yang lebih lengkap. TicNote memungkinkan pembelian menit transkripsi secara terpisah, sementara Plaud dan DingTalk hanya menyediakan paket dalam bentuk keanggotaan.

Untuk harga perangkat:

TicNote: 999 yuan
Plaud Note Pro: 1.299 yuan
DingTalk A1: 799 yuan

接著讀