2026年9月10日

Pemula Ingin Coba “Smart Driving” demi Sensasi, Lepas Tangan Picu Perlambatan Otomatis—Berujung Ditabrak Truk Besar dari Belakang

Fast Technology melaporkan pada 7 Februari bahwa setiap kali mencoba fitur baru yang belum pernah di...

Fast Technology melaporkan pada 7 Februari bahwa setiap kali mencoba fitur baru yang belum pernah digunakan sebelumnya, pengemudi wajib melakukan persiapan dan memahami cara kerjanya terlebih dahulu. Jika digunakan secara terburu-buru tanpa pengetahuan memadai, risiko kejadian tak terduga di jalan raya bisa meningkat drastis.

Menurut kasus yang diungkap oleh Biro Manajemen Lalu Lintas Kementerian Keamanan Publik, pada 1 Februari di Jalan Tol Zhangji (Jiangxi), seorang pengemudi bermarga Pei membawa seorang teman dan melaju di jalur lambat. Namun, kendaraan tiba-tiba melambat dan berhenti. Truk besar di belakang tidak sempat menghindar dan menabrak kendaraan tersebut dengan keras dari arah belakang.

Insiden ini menyebabkan kedua kendaraan mengalami kerusakan. Mobil yang dikendarai Pei mengalami kerusakan paling parah, namun beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

Hasil pemeriksaan menunjukkan Pei baru memperoleh SIM pada Agustus 2025 dan masih berada dalam masa percobaan pengemudi baru. Mobil yang ia kendarai juga bukan miliknya—kendaraan tersebut dipinjam, awalnya dibeli oleh kerabat dari seorang teman, dan baru dimiliki sekitar dua bulan.

Saat kejadian, Pei disebut ingin “mencoba” fitur “smart driving” pada mobil tersebut demi pengalaman baru. Karena kedua tangannya lepas dari setir, sistem tidak mendeteksi pegangan pengemudi dan langsung mengaktifkan mekanisme keselamatan, sehingga kendaraan otomatis memperlambat laju dan berhenti—yang pada akhirnya memicu tabrakan.

Pihak kepolisian lalu lintas menetapkan bahwa Pei bertanggung jawab penuh atas kecelakaan tersebut. Otoritas juga menegaskan bahwa saat ini sistem “smart driving” masih tergolong bantuan berkendara dengan konsep “kolaborasi manusia–mesin”, dan belum mencapai kemampuan berkendara mandiri sepenuhnya tanpa intervensi manusia.

Petugas mengingatkan, ketika menggunakan fitur semacam ini, pengemudi perlu memahami syarat aktivasi serta situasi yang tidak disarankan atau dilarang. Lebih penting lagi, pengemudi wajib mematuhi aturan dengan tetap siaga di kursi pengemudi, tidak “melepas tangan dan mengalihkan pandangan”, serta selalu siap mengambil alih kendali kapan pun diperlukan.

接著讀