Pemula Ingin Coba “Smart Driving” demi Sensasi, Lepas Tangan Picu Perlambatan Otomatis—Berujung Ditabrak Truk Besar dari Belakang
Fast Technology melaporkan pada 7 Februari bahwa setiap kali mencoba fitur baru yang belum pernah di...
Fast Technology melaporkan pada 7 Februari bahwa setiap kali mencoba fitur baru yang belum pernah digunakan sebelumnya, pengemudi wajib melakukan persiapan dan memahami cara kerjanya terlebih dahulu. Jika digunakan secara terburu-buru tanpa pengetahuan memadai, risiko kejadian tak terduga di jalan raya bisa meningkat drastis.
Menurut kasus yang diungkap oleh Biro Manajemen Lalu Lintas Kementerian Keamanan Publik, pada 1 Februari di Jalan Tol Zhangji (Jiangxi), seorang pengemudi bermarga Pei membawa seorang teman dan melaju di jalur lambat. Namun, kendaraan tiba-tiba melambat dan berhenti. Truk besar di belakang tidak sempat menghindar dan menabrak kendaraan tersebut dengan keras dari arah belakang.
Insiden ini menyebabkan kedua kendaraan mengalami kerusakan. Mobil yang dikendarai Pei mengalami kerusakan paling parah, namun beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Hasil pemeriksaan menunjukkan Pei baru memperoleh SIM pada Agustus 2025 dan masih berada dalam masa percobaan pengemudi baru. Mobil yang ia kendarai juga bukan miliknya—kendaraan tersebut dipinjam, awalnya dibeli oleh kerabat dari seorang teman, dan baru dimiliki sekitar dua bulan.
Saat kejadian, Pei disebut ingin “mencoba” fitur “smart driving” pada mobil tersebut demi pengalaman baru. Karena kedua tangannya lepas dari setir, sistem tidak mendeteksi pegangan pengemudi dan langsung mengaktifkan mekanisme keselamatan, sehingga kendaraan otomatis memperlambat laju dan berhenti—yang pada akhirnya memicu tabrakan.
Pihak kepolisian lalu lintas menetapkan bahwa Pei bertanggung jawab penuh atas kecelakaan tersebut. Otoritas juga menegaskan bahwa saat ini sistem “smart driving” masih tergolong bantuan berkendara dengan konsep “kolaborasi manusia–mesin”, dan belum mencapai kemampuan berkendara mandiri sepenuhnya tanpa intervensi manusia.
Petugas mengingatkan, ketika menggunakan fitur semacam ini, pengemudi perlu memahami syarat aktivasi serta situasi yang tidak disarankan atau dilarang. Lebih penting lagi, pengemudi wajib mematuhi aturan dengan tetap siaga di kursi pengemudi, tidak “melepas tangan dan mengalihkan pandangan”, serta selalu siap mengambil alih kendali kapan pun diperlukan.
Musim Gugur Ini, Sweater V-Neck Jadi Tren! Anggun, Cerdas, dan Hangat Sekaligus
Angin musim gugur membawa suasana tenang, dan sweater V-neck menjadi pilihan paling populer tahun in...
Vanke Lepas Saham Ke Holdings Sepenuhnya: Divestasi Strategis
Ringkasan TransaksiVanke A mengonfirmasi penjualan seluruh saham Ke HoldingsHarga saham Ke terbaru: ...
Logika Sebenarnya di Balik Stagnasi Pertumbuhan BYD
Setelah menyelesaikan aksi penambahan modal pada bulan Maret, saham BYD sempat mencatat rekor tertin...
Pabrik Baterai BYD Terapkan “Operasi Tanpa Cacat”, Menuju Produk Bebas Defek
Pada 5 Desember, menurut “Jipian Lab”, BYD memulai inisiatif “Operasi Tanpa Cacat” di pabrik baterai...
Dong Fangzhuo Menanggapi “Dibuktikan Salah”: Senang Tim U23 ke Final, Sambut Cara Ini dengan Antusias
Malam 21 Januari, legenda sepakbola China berusia 40 tahun, Dong Fangzhuo, menanggapi candaan netize...
Lei Jun mengumumkan penarikan dari penjualan: varian SU7 ini resmi jadi edisi “habis selamanya”.
Kalau harus memilih warna mobil Xiaomi yang paling membekas di ingatan, selain “Gulf Blue” yang seri...
Lok Yi Lai baru-baru ini berkunjung ke Malaysia dan tampil sebagai “pengelola toko sehari,” merasakan langsung suasana serta budaya kuliner lokal.
(Kuala Lumpur, 8 April) Aktor Hong Kong Lokyi Lai baru-baru ini datang ke Malaysia untuk mempromosik...
Ayah dari Bea Hayden baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya sedang dirawat di rumah sakit, dengan foto di ranjang perawatan yang turut beredar dan menarik perhatian publik.
(Taipei, 8 April) Ayah dari aktris Taiwan Bea Hayden Kuo yang sebelumnya sempat dirumorkan dalam kon...