2026年9月10日

2026: Saatnya Produsen Ponsel Mengadopsi Standar Fast Charging Publik

Dengan meningkatnya kapasitas baterai, pengalaman pengisian daya menjadi faktor penting bagi penggun...

Dengan meningkatnya kapasitas baterai, pengalaman pengisian daya menjadi faktor penting bagi pengguna ponsel. Pada 2025, penggunaan anoda silikon-karbon, peningkatan densitas sel, dan baterai 7000–10000mAh menjadikan tahun tersebut sebagai “tahun energi” bagi ponsel. Namun baterai besar saja tidak cukup; fast charging tetap diperlukan untuk memaksimalkan potensi baterai.

Semakin banyak produsen mendukung standar fast charging publik seperti PPS (Programmable Power Supply) dan UFCS. Seri Xiaomi 17, Redmi K90, dan Turbo tidak hanya mendukung fast charging proprietary (“Surge Charging”), tetapi juga USB PD PPS, hingga 100W PPS.

PPS menawarkan pengisian adaptif dengan menyesuaikan tegangan sesuai kebutuhan baterai, mengurangi panas, dan meningkatkan stabilitas. Sebelumnya terbatas 55W, PPS kini mencapai 100W berkat desain baterai dual-cell seri. Selain itu, PPS lebih murah karena menggunakan charger PD dan kabel USB-C 5A standar tanpa perangkat tambahan.

Pengujian pada Redmi Turbo 5 Max (9000mAh) menunjukkan charger PPS pihak ketiga dapat mengisi hampir secepat charger resmi Xiaomi 100W. Meskipun charger resmi sedikit lebih cepat di awal, PPS lebih stabil di tahap pengisian akhir, dengan selisih total kurang dari 10 menit. Daya rata-rata mencapai 70–80W, setara dengan protokol proprietary.

Fast charging publik memudahkan penggunaan lintas merek, tidak memerlukan hardware tambahan, dan melengkapi protokol proprietary. Pada 2026, mengadopsi PPS dan standar serupa akan menguntungkan pengguna dan produsen dalam hal performa, kompatibilitas, dan efisiensi biaya.

Kesimpulan: Fast charging publik berdaya tinggi siap menjadi standar baru bagi ponsel di masa depan.

接著讀