2026年9月10日

Pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026 Picu Gelombang Kritik karena Nuansa “Janggal”, Sorotan Penonton Tertuju pada Gerak Bibir Penyanyi Kelas Dunia

Seorang penyanyi kelas dunia yang tampil di upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026 Milano–Cor...

Seorang penyanyi kelas dunia yang tampil di upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026 Milano–Cortina mendadak menjadi pusat perhatian—bukan hanya karena kemegahan panggungnya, tetapi juga karena tudingan “lip-sync” yang memicu hujatan keras dari para penggemar.

Pada malam 6 Februari waktu setempat, di Stadion Sepak Bola San Siro, Mariah Carey muncul dengan busana serba putih yang glamor dan mencuri sorotan. Media Inggris Daily Mail kemudian memuat artikel berjudul kurang lebih, “Mariah Carey diduga lip-sync saat bernyanyi dalam bahasa Italia di pembukaan Olimpiade Musim Dingin, dinilai ‘sangat buruk’,” yang merangkum reaksi warganet internasional.

Dalam penampilannya, Carey mengenakan gaun putih dan membawakan rangkaian lagu, termasuk segmen berbahasa Italia. Namun, menurut laporan tersebut, cukup banyak penonton merasa ada “kejanggalan” dalam performa itu. Di media sosial, muncul komentar pedas seperti, “Sudah lama saya tidak melihat lip-sync seburuk ini,” hingga sindiran, “Italia, tolong… bukankah kalian punya penyanyi lokal?” Ada pula yang menilai gerak bibir Carey terlihat aneh dan tidak selaras dengan audio yang terdengar.

Daily Mail juga menyoroti bagian ketika Carey membawakan lagu populer “Volare.” Meski tata panggung tampak berupaya menegaskan bahwa ia bernyanyi secara live, para pengkritik menganggap “penyamaran” tersebut tidak meyakinkan dan justru menjadi bahan olok-olok di internet. Dalam ulasannya, media itu menyebut ada momen ketika Carey tidak terlihat “berusaha” mencapai nada-nada tinggi seperti biasanya, serta dugaan bahwa gerak bibirnya sesekali tertinggal dibanding suara yang terdengar di siaran dari San Siro.

Perdebatan makin ramai ketika warganet membandingkan penampilan ini dengan segmen lain di acara yang sama. Seorang komentator mengaku tidak bisa hadir langsung, tetapi sengaja bangun pagi demi merasakan atmosfer siaran langsung—dan merasa kecewa jika yang didengar ternyata rekaman. Ia pun memuji penampilan live Andrea Bocelli (penyanyi “Time to Say Goodbye”) yang membawakan “Nessun Dorma,” menyebutnya begitu luar biasa sampai rasa kantuk langsung hilang.

Komentar lain datang dari seseorang yang mengingat pengalaman lama menonton konser Mariah Carey saat puncak popularitasnya. Ia mengakui saat itu Carey tampak bernyanyi live, tetapi mengkritik bahwa sekitar setengah konser dihabiskan sang penyanyi di belakang panggung untuk berganti kostum, sehingga penonton lebih sering menyaksikan penyanyi pengganti tampil atau para penari mengisi panggung. Ia juga menyinggung kisah lama terkait interaksi di konser—yang kemudian diberitakan majalah—sebagai alasan mengapa sejak dua dekade lalu ia sudah memiliki kesan kurang baik terhadap Carey.

Ada pula komentar yang membandingkan pilihan bintang di berbagai ajang olahraga besar: Paris mengundang Lady Gaga, sementara Cortina menampilkan Mariah Carey. Menurutnya, menggunakan seniman dari negara tuan rumah sering kali terasa lebih tepat, karena sekaligus menjadi ajang menunjukkan kepada dunia, “Inilah talenta terbaik dari negara kami.” Ia menambahkan bahwa, dalam pandangannya, Carey sudah sejak lama terlihat kurang menunjukkan sikap profesional, seolah meremehkan pekerjaan.

Kini, tudingan lip-sync tersebut terus memicu diskusi panas dan menjadikan penampilan Carey sebagai salah satu momen paling kontroversial dari pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milano–Cortina 2026.

接著讀