2026年9月12日

Untuk Mengimbangi Kenaikan Harga Memori, Xiaomi Gelontorkan Subsidi Rp2 Triliun untuk Seri Redmi Turbo 5

Memasuki awal 2026, tekanan kenaikan harga memori tidak lagi sekadar terlihat di angka-angka laporan...

Memasuki awal 2026, tekanan kenaikan harga memori tidak lagi sekadar terlihat di angka-angka laporan keuangan industri semikonduktor. Dampaknya kini merambat sepanjang rantai pasok dan benar-benar terasa pada biaya produksi—mulai dari smartphone hingga PC dan berbagai perangkat pintar lainnya.

Berdasarkan data Counterpoint, harga LPDDR5 yang digunakan pada smartphone dan perangkat mobile lainnya naik 10%–15% pada kuartal ketiga 2025, lalu melonjak tajam 45%–50% pada kuartal keempat. Sementara itu, LPDDR4 mengalami kenaikan yang lebih agresif: 35%–40% pada kuartal ketiga dan 50%–55% pada kuartal keempat 2025.

Struktur biaya smartphone sangat bergantung pada konfigurasi memori. Laporan IDC menyebutkan, biaya memori menyumbang sekitar 15%–20% dari bill of materials (BOM) untuk ponsel kelas menengah, dan sekitar 10%–15% untuk model flagship kelas atas. Ketika harga memori terus meroket, produsen (OEM) berpotensi harus mengambil keputusan sulit: menaikkan harga secara signifikan, menurunkan spesifikasi, atau melakukan keduanya sekaligus.

Menanggapi kondisi ini, Partner dan Presiden Xiaomi Group, Lu Weibing, menyampaikan bahwa setelah seri K melakukan peningkatan posisi dan mulai mendorong segmen premium, seri Redmi Turbo akan memikul peran penting sebagai “penjaga” di rentang harga RMB 2.000–3.000 yang sangat kompetitif. Namun, lonjakan harga memori saat ini memperberat tantangan industri dan memaksa produsen memilih antara kenaikan harga atau pengurangan spesifikasi—yang pada akhirnya menggerus fondasi value-for-money di pasar kelas menengah. Bagi Lu, situasi ini adalah tantangan sekaligus proses penguatan bagi Turbo series.

Pada 29 Januari, Xiaomi merilis seri REDMI Turbo 5 yang terdiri dari REDMI Turbo 5 (versi standar) dan REDMI Turbo 5 Max. Model standar ditenagai prosesor Dimensity 8500-Ultra, sedangkan versi Max menggunakan chipset flagship Dimensity 9500s. Keduanya hadir dengan LPDDR5X sebagai memori standar.

Di luar performa, persaingan untuk mengurangi “kecemasan baterai” menjadi arena utama bagi para produsen smartphone sejak tahun lalu. Kompetisi berfokus pada kapasitas baterai dan pengalaman daya tahan, bahkan sejumlah perangkat mulai mendorong kapasitas hingga 10.000mAh—mendefinisikan ulang batas atas baterai smartphone.

Untuk daya tahan, REDMI Turbo 5 dibekali baterai Xiaomi Jinshajiang 7.560mAh dengan solusi anoda silikon-karbon 16% dan kepadatan energi hingga 877Wh/L. Sementara REDMI Turbo 5 Max melangkah lebih jauh dengan debut baterai Xiaomi Jinshajiang terbesar sejauh ini, berkapasitas 9.000mAh.

Dari sisi harga, REDMI Turbo 5 Max hadir dalam empat konfigurasi: 12GB+256GB, 16GB+256GB, 12GB+512GB, dan 16GB+512GB. Harga peluncuran masing-masing adalah RMB 2.199, RMB 2.499, RMB 2.499, dan RMB 2.799, dengan harga setelah subsidi nasional mulai dari RMB 1.869,15.

REDMI Turbo 5 juga tersedia dalam empat konfigurasi: 12GB+256GB, 16GB+256GB, 12GB+512GB, dan 16GB+512GB. Harga peluncurannya adalah RMB 1.999, RMB 2.299, RMB 2.299, dan RMB 2.599, sementara harga setelah subsidi nasional mulai dari RMB 1.699,15.

Menariknya, di tengah lonjakan harga memori, REDMI Turbo 5 tetap berhasil menghadirkan pendekatan “spesifikasi naik, harga tetap” dibanding generasi sebelumnya, REDMI Turbo 4.

Menjelaskan strategi tersebut di acara peluncuran, General Manager Marketing Xiaomi China, Wei Siqi, menyebutkan bahwa kuncinya terletak pada subsidi senilai RMB 1 miliar yang disiapkan Xiaomi untuk menutup biaya memori seri Turbo—terutama untuk varian berkapasitas besar 512GB.

Wei juga menambahkan bahwa perbedaan efisiensi R&D dan struktur biaya antarbrand di industri saat ini semakin tipis. Dalam situasi seperti itu, belanja iklan dan biaya kanal distribusi Xiaomi yang relatif lebih rendah menjadi keunggulan penting. Namun, kenaikan harga komponen seperti memori telah memangkas ruang untuk menerjemahkan keunggulan tersebut menjadi penurunan harga, sehingga manfaat yang benar-benar bisa diberikan kepada konsumen pada praktiknya hanya sekitar RMB 100.

“Saya sangat berterima kasih atas dukungan besar perusahaan untuk peluncuran produk REDMI pertama saya. Xiaomi secara khusus menyiapkan dana RMB 1 miliar untuk mensubsidi seri Turbo, dengan fokus utama pada varian memori besar 512GB,” ujar Wei Siqi.

接著讀

"Operasi Midnight Hammer": Serangan Udara AS ke Iran Mengejutkan Dunia—Trump Jadi Pengalih Terbaik?

Saat perhatian dunia tertuju pada konflik Timur Tengah, AS tiba-tiba melancarkan serangan udara presisi ke fasilitas nuklir bawah tanah Iran. Klaimnya: misi sukses dan aman. Namun yang paling mengejutkan bukanlah ledakan itu sendiri, melainkan bagaimana Pentagon berhasil menyesatkan analis dan intelijen global. Ini bukan sekadar serangan udara, tetapi pertunjukan seni perang modern berbasis tipu daya.

446 天前